Website Resmi Seminari Menengah St Petrus Canisius Mertoyudan  - Semoga bisa memberikan informasi yang berguna mengenai kegiatan Seminari - Terima kasih atas kunjungan anda. Saran dan masukan yang bersifat membangun akan kami terima dengan senang hati

Pencarian

Kata kunci :

 


Polling

Mohon pooling anda untuk web ini untuk pengembangan dimasa mendatang.

 Bagus
 Cukup
 Kurang


Incoming Event

Belum ada event



PPDB 2020/2021







28 Oktober 2019

Merangkai keakraban di Jonggrangan Sendangmulyo Minggir Sleman

Keluarga besar Seminari Menengah Mertoyudan magelang mengadakan kunjungan di rumah Romo Leo Agung Sardi SJ, pada Minggu (27/10/2019) di dusun Jonggrangan Sendangmulyo Minggir Sleman sebagai kegiatan rutin acara staff Seminari.

Acara tersebut dimulai pada pukul 10:00 pagi dengan misa yang dipimpin oleh tiga pastur Seminari Romo Sardi SJ, Romo Dradjat SJ, dan Romo Yupi Pr. Misa dilaksanakan menggunakan bahasa Jawa dan diiringi dengan gending-gending yang ditabuh oleh keluarga besar Romo Sardi sendiri dibatu oleh lingkungan dekat rumah beliau.

Dalam homilinya, Romo Sardi menceritakan tentang kesederhanaan yang harus dihidupi dalam kehidupan manusia. Beliau berpesan untuk dapat menghidupinya perlu ada semngat yang mendalam, dam itu diungkapkan dalam bahasa Jawa “ Sak elek-elek e wong isih ono apike lan sak apik-apik e wong isih ono elek e” sejelek jeleknya orang masih ada baiknya dan sebaik baiknya orang masih ada jeleknya. Pesan itulah yang kalau dikaji lebih dalam akan memunculkan rasa rendah hati. Romo Sardi juga bercerita tentang ayahnya, Bapak Marto kariyo yang sampai saat ini berusia 95 tahun. Meski usia sudah senja tetapi masih semangat dalam momong putra, wayah, lan buyut.

Berbagai hidangan istimewa seperti bakso, empek-empek, berbagai buiah dan minuman, serta hidangan buffet untuk makan prasmanan mewarnai pesta yang dilaksanakan. Setelah itu dilanjutkan dengan pamitan oleh Romo Mario SJ, Direktur Seminari, “ meskipun saya bukan orang jawa, tetapi ketika misa diringi dengan gending jawa, saya merasa adem ayem ” beliau menceritakan pengalaman selama misa. Acara kemudian ditutup dengan foto bersama dan berpamitan untuk pulang ke rumah masing-masing.

 /gt