Perpustakaan seminari menengah mertoyudan ini, diresmikan pada tanggal 27 April 1987 oleh romo Rektor M Soenarwidjaja. Setelah perpustakaan ini berdiri selama 30 tahun, kira kira tiga tahun silam pada 2017. Perpustakaan kita mengikuti lomba dalam tingkat Provinsi Jawa Tengah dengan mendapatkan juara 1 dan tingkat Nasional dengan medapatkan juara favorit. Waktu itu, perpustakaan kita dalam periode pengurusan oleh Mas Yeyen dan Ibu Liana, dengan Rektor Rm Gandhi Hartono SJ bersama Direktur Rm Alis Windu Prasetya SJ.

FX Yeyen Yanuardi, asal Mantenan, Magelang ini adalah seorang lulusan STM yang bekerja di sma seminari mertoyudan. Sejak 2013 ia mengabdikan hidup nya untuk bekerja di SMA Seminari Mertoyudan ini. Berawal dari bulan April 2013, ia bekerja di bagian perkebunan, lalu beralih ke bagian peternakan selama sebulan. Atas perutusan Romo Direktur, ia dipindah ke bagian perpustakaan dimana ia tidak tahu sama sekali menjadi pustakawan. Selama ia menjadi pustakawan, walaupun banyak hal yang ia tidak ketahui, namun itu bukan penghalang yang kuat untuk menghentikan perutusan nya. Banyak hal ia dapatkan dari input dan pembekalan tentang pustakawan dari berbagai sumber yang membantu dalam perutusan nya. Selama sebulan bekerja sebagai pustakawan, ia mendapat informasi bahwa Perpustakaan Seminari Mertoyudan diikutsertakan dalam perlombaan tingkat provinsi dan nasional. Dengan berbagai persiapan dan revolusi pada perpustakaan kita, perpustakaan kita mendapatkan juara. Semua yang ia lakukan selama perutusan nya, hanya memerlukan satu kunci yaitu “jangan malu bertanya”

Kami sudah melakukan survei  terhadap seminaris medan tamtama tahun kedua.  Diperoleh sekitar 56,4% dari seminaris tahun kedua yang tidak mengingat kejadian pada tiga tahun silam, dan sebanyak 43,6% seminaris tahun kedua mengingat kejadian yang terjadi pada 3 tahun silam. Namun, mereka semua yang tidak mengingat kejadian 3 tahun silam itu tahu bahwa perpustakaan kita pernah meraih prestasi. Setelah mengetahui prestasi yang dirahi perpustakaan kami, ada 3,6% seminaris tahun kedua yang kecewa atas prestasi yang diraih dan ada 20% dari seminaris tahun kedua merasa prestasi ini biasa saja. Mereka merasa kecewa karena hanya mendapatkan juara favorit saja ditingkat nasional. Kita tidak bisa melihat dari satu sisi saja,  ada juga 76,4% seminaris tahun kedua yang merasa bangga atas apa yang telah diraih perpustakaan ini, setelah mengetahui prestasi yang diraih perpustakaan kita ini. Jadi mereka tidak tahu kapan perpustakaan kita ini meraih prestasi, hanya mengetahui perpustakaan kita ini pernah meraih prestasi.

Membanggakan hal apa yang kita punya adalah hal yang biasa dalam kehidupan sehari – hari. Kenapa saya menyebut dengan”yang kita punya”, karena perpustakaan ini adalah milik kita bersama. Kita tinggal di Seminari ini sehingga juga sebagai tanggung jawab kita untuk menjaganya.  Karena rasa bangga ini, para seminaris ingin menggunaka fasilitas – fasilitas  yang ada di perpustakaan. Sebanyak 80% seminaris tahun kedua yang kami survei, bahwa mereka menjadi sering datang perpustakaan, karena prestasi yang diraih perpustakaan kita.  Namun, ada 20% seminaris tahun kedua yang datang karena memang Seminaris ini memiliki minat dan hobi membaca buku.

Setelah tiga tahun berlalu, diadakan kembali lomba. Perpustakaan ini kembali ikut perlombaan. Dari data yang telah di survei, sebanyak 89,1% Seminaris optimis bahwa perpustakaan kami akan meraih juara lagi. Sisanya, sebanyak 10,9% masih ragu ragu dengan kondisi perpustakaan kami ini. Mereka kurang percaya perpustakaan ini bisa meraih juara lagi. Menurut Mas Yeyen, perpustakaan kita pasti akan menag lagi. Jika kita mau berusaha untuk memenagkan perlombaan. Karena peran perpustakaan itu untuk siswa dan berguna untuk siswa.