Percik Firman : Yesus Sang Penyembuh
Sabtu, 27 Juni 2020
Bacaan Injil : Mat 8:5-17

“Menjelang malam dibawalah kepada Yesus banyak orang yang kerasukan setan dan dengan sepatah kata Yesus mengusir roh-roh itu dan menyembuhkan orang-orang yang menderita sakit” (Mat 8:16)

Saudari/a ku ytk.,
Kita percaya bahwa Yesus Sang Juru Selamat. Artinya apa? Kata ”juru” menunjuk pada pribadi yang mempunyai kemampuan atau kompetensi khusus. Ada juru tulis, yaitu orang yang ahli atau mempunyai kemampuan menulis. Juru masak, yaitu orang yang ahli atau mempunyai kemampuan memasak.

Yesus adalah Juru Selamat. Artinya, pribadi yang kita percaya mempunyai kemampuan untuk membawa kita pada keselamatan, baik jiwa maupun raga. Karena Yesus ahlinya, maka kita percaya dan beriman kepada-Nya.

Sabda Tuhan hari ini mengisahkan bagaimana Tuhan Yesus Sang Juru Selamat membuat banyak mukjizat penyembuhan di Kafernaum. Siapa saja yang disembuhkan? Hamba perwira yang sakit lumpuh, ibu mertua Simon Petrus yang sakit demam, orang-orang yang kerasukan setan dan banyak orang yang menderita sakit.

Dikisahkan dalam Injil, “Menjelang malam dibawalah kepada Yesus banyak orang yang kerasukan setan dan dengan sepatah kata Yesus mengusir roh-roh itu dan menyembuhkan orang-orang yang menderita sakit”. Luar biasa! Yesus sungguh luar biasa dan hebattttt….

Karya-karya Gereja, termasuk karya kesehatan, selalu mendapat tempat yang penting dan istimewa. Karya Gereja selalu dibarengi dengan karya kesehatan. Rumah sakit Katolik pertama itu didirikan tahun 250, ketika Gereja masih dianiaya. Banyak orang yang sakit dirawat dan diusahakan kesembuhannya.

Mengapa karya Gereja selalu dibarengi dengan karya kesehatan? Jawabannya mudah. Karena Tuhan Yesus, Sang Juru Selamat, tidak hanya menyembuhkan dan menyelamatkan jiwa manusia saja, tetapi menyelamatkan manusia seutuhnya, yaitu badan serta jiwanya. Kedatangan Kerajaan Allah sering dikaitkan dengan mukjijat penyembuhan fisik (buta, tuli, bisu, lumpuh, ayan, lapar, dsb). Yesus menunjukkan belas kasih dan cinta-Nya kepada mereka yang sakit dan menderita.

Mereka yang bergerak di bidang kesehatan (dokter, perawat, ahli farmasi, apoteker, pengelola-pemilik apotek, dsb) memiliki tugas perutusan dan panggilan yang mulia. Hal itu bukan sekedar profesi/karier semata, tetapi sungguh panggilan. Panggilan untuk terlibat dalam karya keselamatan Allah yang menyelamatkan sesamanya.

Para pelayan kesehatan itu adalah pelayan atau tangan kanan Tuhan untuk menyalurkan rahmat Allah, sehingga tak heran sekarang banyak dokter/pelayan kesehatan yang mengatakan: ”Kami yang mengobati, tetapi Tuhan yang menyembuhkan”.

Pertanyaan refleksinya, bagaimana kondisi jiwa raga Anda akhir-akhir ini? Apakah Anda sedang mengalami sakit? Maukah Anda atau keluarga Anda ingin dijamah dan disembuhkan Yesus Sang Juru Selamat?

Marilah kita membuka hati dan tidak malu-malu datang serta memohon dengan penuh iman kepada-Nya, seperti perwira tadi, ”Tuhan, aku tidak layak menerima Tuhan di dalam rumahku, katakan saja sepatah kata, maka hambaku (silakan diganti: diriku atau ayahku atau ibuku atau suamiku atau isteriku atau anakku) itu akan sembuh”. Semoga mereka yang sakit karena virus Covid-19 diberikan kekuatan dan kesembuhan. Berkah Dalem dan Salam Teplok dari bumi Mertoyudan.

# Y. Gunawan, Pr