Tetap Tangguh dan Berserah Diri

Percik Firman: Tetap Tangguh dan Berserah Diri
Selasa, 22 Desember 2020
Bacaan Injil: Luk 1:46-56

“Jiwaku memuliakan Tuhan, dan hatiku bergembira karena Allah, Juruselamatku” (Luk 1:46)

Saudari/a ku ytk.,
Setiap tanggal 22 Desember kita merayakan hari Ibu. Tanggal ini diresmikan oleh Presiden Soekarno di bawah Keputusan Presiden Republik Indonesia No. 316 Tahun 1959 tanggal 16 Desember 1959, pada ulang tahun ke-25 Kongres Perempuan Indonesia 1928. Tanggal tersebut dipilih untuk merayakan semangat wanita Indonesia dan untuk meningkatkan kesadaran berbangsa dan bernegara.

Bacaan Injil hari ini berbicara tentang pujian seorang ibu yang luar biasa kepada Tuhan. Pujian itu dikenal dengan nama kidung magnificat. Merenungkan pujian Magnificat itu, saya teringat akan sebuah kisah inspiratif tentang sosok seorang ibu.

Beberapa waktu yang lalu, saya mendapat kiriman kisah inspiratif tentang sosok ibu yang tangguh. Ibuku hebat. Ibuku tangguh. Ibuku luar biasa. Inilah fakta ketangguhan dari seorang ibu:

Saat makan, jika makanan kurang, ibu akan memberikan makanan itu kepada anaknya dan berkata, “Cepatlah makan, ibu tidak lapar“. Waktu makan, ibu selalu menyisihkan ikan dan daging untuk anaknya dan berkata, “Ibu tidak suka daging, makanlah, nak“.

Tengah malam saat dia sedang menjaga anaknya yang sakit, ibu berkata, “Istirahatlah nak, ibu masih belum ngantuk“. Saat anak sudah tamat sekolah, bekerja, mengirimkan uang untuk ibu. Ia berkata, “Simpanlah untuk keperluanmu, nak, ibu masih punya uang“.

Saat anaknya sudah sukses, menjemput ibunya untuk tinggal di rumah besar, ia lantas berkata, “Rumah tua kita sangat nyaman, ibu tidak terbiasa tinggal di sana”. Saat menjelang tua, ibu sakit keras, anaknya akan menangis, tetapi ibu masih bisa tersenyum sambil berkata, “Jangan menangis, ibu tidak apa-apa”.

Itulah ketangguhan yang dibuat seorang wanita, seorang ibu. Tidak peduli seberapa kaya kita, seberapa suksesnya kita, seberapa dewasanya kita, ibu selalu mengutamakan anaknya, mengkhawatirkan diri kita. Tetapi beliau tidak pernah membiarkan kita mengkhawatirkan dirinya. Semoga semua anak di dunia ini, bisa menghargai dan berbakti kepada ibu karena beliaulah malaikat nyata yang dikirim Allah untuk menjaga kita sampai kapan pun”.

Injil hari ini mengangkat sosok Ibu Maria yang luar biasa. Ia memuji Tuhan dengan kidung Magnificat. Meski ada kecemasan, ketakutan dan ketidakjelasan hari-hari ke depan, Ibu Maria berserah diri dan percaya pada kemahakuasaan Tuhan. Ia yakin betul bahwa Allah Juruselamat. Ia berserah diri tetapi tidak mudah menyerah.

Selamat hari Ibu. Terimakasih ibu, mamak, simbok, emak, mama…kasihmu kepadaku tak terkira sepanjang masa. Hanya memberi tak harap kembali… Maka marilah pada hari ini kita mendoakan dan mengenangkan ibu kita masing-masing.

Pertanyaan refleksinya, keutamaan apa yang dapat Anda teladani dari ibu Anda? Pengalaman apa yang menyentuh hidup Anda dari ibu Anda selama ini? Berkah Dalem dan Salam Teplok dari Bumi Mertoyudan.

# Y. Gunawan, Pr

Similar Posts

  • Kepo atau Ndableg?

    Percik Firman: Kepo atau Ndableg?Selasa, 5 Mei 2020Bacaan Injil: Yoh. 10:22-30 “Berapa lama lagi Engkau membiarkan kami hidup dalam kebimbangan? Jikalau Engkau Mesias, katakanlah terus terang kepada kami.” (Yoh 10: 24) Saudari/a ku ytk.,Pada suatu hari saya menengok saudara. Ada kesempatan untuk berekreasi di Kebun Raya. Saat menemani keponakan rekreasi di Kebun Raya, sepanjang perjalanan…

  • Allah Menyertai Kita

    Percik Firman: Allah Menyertai KitaJumat, 18 Desember 2020Bacaan Injil: Mat 1:18-24 “Sesungguhnya, anak dara itu akan mengandung dan melahirkan seorang anak laki-laki, dan mereka akan menamakan Dia Imanuel’ -yang berarti: Allah menyertai kita” (Mat 1:23) Saudari/a ku ytk.,Tak terasa seminggu lagi kita akan merayakan Hari Raya Natal, kelahiran Yesus. Tema Natal 2020 adalah “Mereka akan…

  • Belaskasih Versus Peraturan

    Percik Firman : Belaskasih Versus PeraturanJumat, 16 Juli 2021Bacaan Injil: Mat 12:1-8 Sdri/a ku ytk.,Kita tahu bahwa Gereja Katolik tidak mengenal dan tidak mengizinkan perceraian. Karena perkawinan adalah sebuah panggilan hidup yang suci dan luhur. Apa yang sudah disatukan Allah, tidak dapat diceraikan oleh manusia dengan alasan apapun, kecuali oleh kematian yang wajar. Ketika ada…

  • Belajar Mengampuni

    Percik Firman: Belajar MengampuniMinggu Biasa XXIV, 13 September 2020Bacaan Injil: Mat 18:21-35 ”Bukankah engkaupun harus mengasihani kawanmu seperti aku telah mengasihani engkau?” (Mat 18:33) Saudari/a ku ytk.,Untuk proses perjalanan formatio seseorang menjadi imam, tidak bisa dilepaskan dari peranan dan dukungan banyak pihak, seperti keluarga, pastor paroki, dewan paroki, umat, para staf, guru, karyawan maupun donatur….

  • Kebencian yang Diwariskan

    Percik Firman : Kebencian yang DiwariskanSelasa, 28 September 2021Bacaan : Luk 9:51-56 Saudari/a ku ytk.,Kebencian bisa menjalar. Permusuhan bisa menular. Bahkan bisa diwariskan turun temurun dari generasi ke generasi. Sebuah sekolah tertentu, misalnya, bisa dibenci oleh sekolah lain karena warisan dari alumni sebelumnya. Suku tertentu bisa dimusuhi atau dibenci oleh suku lain. Demikian pula bangsa…

  • Konsekwensi Ikut Yesus

    Percik Firman : Konsekwensi Ikut YesusSabtu, 16 Mei 2020Bacaan Injil: Yoh 15:18-21 “Jikalau mereka telah menganiaya Aku, mereka juga akan menganiaya kamu” (Yoh 15:20) Saudari/a ku ytk.,Apakah Anda pernah dianiaya sebagai murid Kristus pada zaman ini? Atau disingkiri oleh rekan sekantor karena iman Katolik? Atau hak-hak Anda dicabut dan tidak diberikan karena Anda orang Katolik?…