Kidung Syukur

Percik Firman: Kidung Syukur
Kamis, 24 Desember 2020
Bacaan Injil: Luk 1:67-79

“Supaya kita, terlepas dari tangan musuh, dapat beribadah kepada-Nya tanpa takut” (Luk 1:74)

Saudari/a ku ytk.,
Tak terasa kita sudah mengakhiri masa Adven. Nanti malam kita merayakan Perayaan Vigili Natal yaitu perayaan malam Natal. Parayaan Natal adalah perayaan sukacita dan syukur karena Sang Pembawa Damai lahir di dunia.

Pada tahun 2020 ini kita merayakan Natal dalam suasana prihatin karena wabah Covid-19 sedang melanda seluruh dunia, termasuk negara kita. Virus ini telah merusak berbagai sendi kehidupan manusia.

Banyak keluarga berduka karena kehilangan sanak saudara, kehilangan pekerjaan, anak-anak harus belajar di rumah kehilangan kesempatan untuk bergaul dengan teman-teman sebaya di sekolah, dsb.

Keganasan virus ini juga menegaskan bahwa kita semua sama sebagai manusia, sekalipun profesi kita berbeda, suku kita berbeda, pendidikan dan jabatan kita berbeda. Ada di antara kita yang khawatir dan takut akan adanya virus ini. Dalam beribadah di gereja, hati kita kadang diwarnai rasa takut.

Bacaan Injil hari ini mengisahkan Zakharia yang memuji dan memadahkan kidung syukur atas kelahiran Yohanes Pembaptis, anaknya. Kidungnya dikenal dengan sebutan Kidung Zakharia.

Kelahiran Yohanes Pembaptis mengawali kelahiran Yesus. Kelahiran Yohanes menimbulkan aneka situasi. Sang Bapak, Zakharia, diliputi suasana syukur, sukacita dan doa pujian. Kidung Zakharia dalam injil hari ini adalah kidung yang bisa menggambarkan suasana batin itu. Kidung ini dipakai dalam doa ibadat pagi (Laudes) para biarawan/wati.

Dengan kidung Zakharia itu, orang diajak untuk tidak takut dalam beribadah. Diungkapkan, “Supaya kita, terlepas dari tangan musuh, dapat beribadah kepada-Nya tanpa takut”. Tuhan akan menjaga dan melindungi umatNya. Kuasa kasih dan terang ilahi jauh lebih besar dan lebih hebat daripada kuasa kegelapan.

Sebagai orang beriman Katolik, kita percaya bahwa Allah selalu menyertai kita di tengah pandemi Covid-19 ini. Allah tidak membiarkan kita dikuasai oleh roh ketakutan, tetapi dikuasai oleh kekuatan cinta yang memampukan kita menghadapi situasi yang sulit ini.

Maka marilah kita berdoa agar perlindungan, keselamatan dan sukacita kita alami dalam merayakan natal nanti, baik secara offline maupun online. Zakharia mengingatkan kita untuk beribadah kepada-Nya tanpa takut.

Selamat menyongsong kelahiran Yesus, Sang Imanuel. Berkah Dalem dan Salam Teplok dari Bumi Mertoyudan. # Y. Gunawan, Pr

Similar Posts

  • Menjadi Viral

    Percik Firman : Menjadi ViralRabu, 10 Januari 2024Bacaan Injil: Mrk 1:29-39 “Waktu menemukan Dia mereka berkata: ‘Semua orang mencari Engkau” (Mrk 1:37) Saudari/a ku ytk.,Sesuatu yang menarik perhatian banyak orang akan ‘viral’ dengan cepat. Dalam hitungan detik berita itu akan cepat menyebar dan diterima banyak orang di berbagai penjuru tempat. Apalagi sekarang dengan kecanggihan dan…

  • Perlu Ketegasan

    Percik Firman: Perlu KetegasanMinggu Biasa IV, 31 Januari 2021Bacaan Injil : Mrk 1:21-28 “Yesus menghardiknya, kata-Nya: ‘Diam, keluarlah dari padanya!’” (Mrk 1:25) Saudari/a ku ytk.,Santo Antonius Abas (250-356) pernah memberikan kesaksian: “Setan takut pada kita ketika kita berdoa dan bermatiraga. Setan juga takut ketika kita rendah hati dan lemah lembut. Terutama setan takut pada kita…

  • Memaknai Pekerjaan

    Mertoyudan – Ada kebanggaan tertentu jika orang bisa bekerja. Esensi orang hidup adalah bekerja. Karena dengan bekerja, kita akan memperoleh rezeki, dapat mempertahankan hidup kita, mengaktualisasikan diri, dan memuliakan Tuhan. Terkadang kita harus bekerja sangat keras untuk memperoleh rezeki. Sampai ada istilah “P6”, yaitu: “pergi pagi pulang petang pendapatan pas-pasan”. Ketika saya menjalani masa Tahun…

  • Mata Allah dan Hati Bunda Maria

    Percik Firman : Mata Allah dan Hati Bunda MariaMinggu, 15 Agustus 2021Hari Raya Maria Diangkat ke SurgaBacaan : Lukas 1:39-56 “Elisabet berseru dengan suara nyaring: ‘Diberkatilah engkau di antara semua wanita dan diberkatilah buah rahimmu” (Luk 1:42) Saudari/a ku ytk.,Kita mengenal ada sebuah pepatah yang mengatakan: “Ada dua yang selalu mengikuti manusia ke manapun dia…

  • Membanding-bandingkan

    Percik Firman: Membanding-bandingkanJumat I, 4 September 2020Bacaan Injil: Luk 5:33-39 “Murid-murid Yohanes sering berpuasa dan sembahyang, demikian juga murid-murid orang Farisi, tetapi murid-murid-Mu makan dan minum” (Luk 5:33) Saudari/a ku ytk.,Hari ini adalah hari Jumat Pertama dalam bulan September. Biasanya di beberapa tempat umat merayakan misa Jumper (Jumat Pertama), baik pagi, siang atau sore. Tetapi…