Prioritas Nilai

Percik Firman : Prioritas Nilai
Selasa, 19 Januari 2021
Bacaan Injil: Mrk 2:23-28

“Hari Sabat diadakan untuk manusia dan bukan manusia untuk hari Sabat” (Mrk 2:27)

Saudari/a ku ytk.,
Ketika orang Katolik menikah di gereja, ia akan mengucapkan janji nikah di hadapan imam dan dua orang saksi. Janji nikah itu berisi akan setia dan mencintai pasangannya dalam suka duka, untung malang dan sehat sakit.

Setelah itu, imam akan meneguhkan janji nikah tersebut. Peneguhan imam itu akan diakhiri dengan kata-kata, “Apa yang telah disatukan Allah, janganlah diceraikan manusia”.

Dalam Gereja Katolik tidak ada perceraian. Perkawinan adalah sebuah panggilan hidup yang suci dan luhur. Apa yang sudah disatukan Allah, tidak dapat diceraikan oleh manusia dengan alasan apapun, kecuali oleh kematian yang wajar.

Ketika ada situasi yang mengancam jiwa atau nyawa salah satu pasangan, maka Gereja ikut peduli dan berpihak pada korban. Gereja hadir menyelamatkan jiwanya. Keselamatan jiwa adalah prioritas nilai yang utama.

Misalnya, jika ada Kekerasan dalam Rumah Tangga (KDRT) sampai nyawa terancam, Gereja memberikan langkah pastoral tertentu untuk menyelamatkan jiwa korban. Misalnya, dengan pisah ranjang untuk sementara waktu.

Prinsip utama dari hukum Gereja Katolik adalah keselamatan jiwa. Itulah prioritas nilai. Maka ditegaskan dalam Kitab Hukum Kanonik no. 1752 demikian: “…. dengan menepati kewajaran kanonik dan memperhatikan keselamatan jiwa-jiwa, yang dalam Gereja harus selalu menjadi hukum yang tertinggi.”

Dalam Bacaan Injil hari ini Tuhan Yesus mengkritik sikap orang Farisi yang menyalahkan dan menghakimi para murid Yesus. Para murid memetik bulir gandum pada hari Sabat.

Sebenarnya bulir gandum hanyalah sarapan kering. Namun orang-orang Farisi tidak mau membiarkan mereka memakannya dengan tenang. Orang-orang Farisi bertengkar dengan mereka karena mereka melakukannya pada hari Sabat.

Memetik bulir gandum dari tangkainya pada hari sabat memang dilarang oleh tradisi nenek moyang mereka. Mengapa? Karena perbuatan ini dianggap sebagai kegiatan menuai alias bekerja. Pada hari sabat orang tidak boleh bekerja. Padahal, para murid sedang lapar. Lantas bagaimana?

Yesus memberikan ajaran dan cara pandang baru tentang hari sabat secara bijaksana: pertama, tindakan para murid itu dapat disamakan dengan tindakan Daud dan pengikutnya. Peraturan itu terpaksa dilanggar oleh karena kebutuhan yang mendesak yakni rasa lapar secara fisik (demi keselamatan/kesehatan).

Kedua, para imam pun diperbolehkan melakukan pekerjaan di kenisah Yerusalem pada hari Sabat berdasarkan prinsip bahwa hukum mengenai kenisah di atas hukum mengenai hari Sabat. Melalui ungkapan ini, mau dikatakan bahwa Yesus jauh lebih besar daripada hari Sabat.

Ketiga, Tuhan lebih menyukai kasih setia daripada sekedar aturan. Ini merupakan kritik atas pertimbangan nilai yang salah dari orang-orang Farisi.

Marilah kita mohon rahmat kebijaksanaan dalam mengambil keputusan. Semoga kita dapat menentukan prioritas nilai dalam mengambil keputusan. Berkah Dalem dan Salam Teplok dari Seminari Mertoyudan. # Y. Gunawan, Pr

Similar Posts

  • Tuhan Menjamah

    Percik Firman : Tuhan MenjamahKamis, 14 Januari 2021Bacaan Injil: Mrk 1:40-45 “Yesus mengulurkan tangan-Nya, menjamah orang itu dan berkata kepadanya: ‘Aku mau, jadilah engkau tahir”(Mrk 1:37) Saudari/a ku ytk.,Dalam liturgi Gereja Katolik ada kekayaan tata gerak liturgi yang bermakna dan penuh simbolis. Ada tata gerak duduk, berdiri, menyembah, membuat tanda salib, berjalan, berlutut, membungkuk, bertiarap,…

  • Di manakah “Gunung Tabor” Hidupmu?

    Percik Firman: Di manakah “Gunung Tabor” Hidupmu?Minggu Prapaskah II, 25 Februari 2024Bacaan Injil : Mrk 9:2-10 Saudari/a ku ytk.,Sabda Tuhan pada hari Minggu Prapaskah II ini mengingatkan saya akan seorang umat yang sudah sepuh. Saya mengenal beliau yang wajahnya selalu ceria. Orangnya energik. Murah senyum dan murah hati. Meskipun punya masalah, beliau tetap gembira, tegar…

  • Mempersiapkan “Palungan Hati”

    Percik Firman: Mempersiapkan “Palungan Hati”Minggu Adven I, 29 November 2020Bacaan Injil : Markus 13:33-37 “Hati-hatilah dan berjaga-jagalah! Sebab kamu tidak tahu bilamanakah waktunya tiba” (Markus 13:33) Saudari/a ku ytk.,Persiapan itu penting. Dengan persiapan yang baik, diharapkan segala rencana berjalan lancar. Segala keinginan bisa terwujud. Dalam hitungan hari, para siswa akan menjalani Penilaian Akhir Semester (PAS)….

  • Berbagi Berkah

    Percik Firman: Berbagi BerkahRabu, 2 Desember 2020Bacaan Injil: Mat 15:29-37 “Yesus mengambil ketujuh roti dan ikan-ikan itu, mengucap syukur, memecah-mecahkannya dan memberikannya kepada murid-murid-Nya, lalu murid-murid-Nya memberikannya pula kepada orang banyak” (Mat 15:36) Saudari/a ku ytk.,Pada bulan Desember 2020 ini Yayasan Karina KWI sedang menyelenggarakan program bantuan pendidikan untuk para guru honorer di Indonesia. Bantuan…

  • Janji Tuhan Selalu Ditepati

    Percik Firman: Janji Tuhan Selalu DitepatiRabu, 23 Desember 2020Bacaan Injil: Luk 1:57-66 “Dan seketika itu juga terbukalah mulutnya dan terlepaslah lidahnya, lalu Zakharia berkata-kata dan memuji Allah” (Luk 1:64) Saudari/a ku ytk.,Janji Tuhan selalu ditepati. Ia tak pernah ingkar janji. Dalam bacaan Injil hari ini, Zakharia terbuka mulutnya selesai memberi nama anaknya, Yohanes. Hal ini…