RETRET PENENTUAN (ELECTIO)
Oleh: David Abraham Firdaus
MERTOYUDAN – JENDELA, Sebanyak 43 seminaris Medan Madya 112 menjalani Retret Electio pada Selasa (7/4) sampai Jumat (10/4), di Rumah Retret Panti Semedi, Klaten. Retret Electio dilaksanakan untuk membantu seminaris mengenali panggilan hidup melalui doa dan refleksi.
Retret Electio merupakan program Seminari dalam membantu seminaris untuk menentukan panggilan hidup, menjadi imam atau awam. Dalam retret ini, seminaris diminta untuk lebih mengenali panggilan diri terhadap apa yang telah dirasakan dan dialami sampai saat ini. Setelahnya, seminaris diajak untuk menentukan panggilan hidup sebagai imam atau awam dalam permenungan.
Seminaris diarahkan untuk mengenali alasan mendasar dalam panggilan hidup. Sejarah hidup yang telah seminaris tuliskan, digunakan untuk membantu mengenali seluk beluk sejarah panggilan, juga untuk mengenali pengalaman apa yang mempengaruhi kehidupan masa kini.
Permenungan seminaris dibantu dengan Puncta (permenungan bacaan). Terdapat enam puncta dengan tema yang berbeda, yaitu Berjumpa dengan Allah, Allah Mengasihi Aku, Mengapa Aku Hidup dan Ada di Dunia Ini, Kerinduan Terdalamku, Luka Kristus dan Luka Kita, serta Cinta dan Rahmat-Mu Cukup itu Bagiku! Tema puncta ini didalami seminaris dengan doa dan refleksi.
Hari pertama, seminaris memulai dinamika pada pukul 17.00 WIB, yakni snack sore. Selanjutnya diadakan puncta pertama bersama Rm. Palma, Pr. puncta berjalan selama tiga puluh menit dan dilanjutkan dengan doa pribadi. Seminaris dihimbau untuk memanfaatkan tempat retret sebagai ruang doa, seminaris diberi akses untuk menggunakan tempat-tempat yang ada di Panti Semedi.
Dalam puncta pertama, seminaris diajak untuk merubah ritme hidup harian menjadi ritme retret. Hadirnya Tuhan dalam permenungan diharapkan mampu membantu seminaris memposisikan diri untuk retret, sekaligus untuk meminta bantuan kepada Tuhan supaya dalam permenungan ke depannya berjalan dengan lancar.
Puncta kedua, mengajak seminaris untuk mau mengenali dan memahami bahwa Allah itu mengasihi kita. Seminaris diajak untuk melihat secara lebih luas lagi bahwa Allah telah ikut andil dalam perjalanan seminaris dan Allah itu sangat dekat dengan manusia.
Selanjutnya, puncta ketiga mengajak seminaris untuk mencari tahu apa tujuan dari perjalanan hidup. Hal yang dimaksudkan dalam perjalanan hidup adalah, perjalanan hidup ke depannya, sebagai imam dan sebagai awam. Seminaris diminta untuk mengetahui tentang bagaimana hidup seminaris ke depannya sebagai hamba Tuhan.
Puncta keempat, seminaris diarahkan supaya semakin mendalami lagi tentang kehidupan seperti apa yang akan dijalani. Puncta ini menyambung dengan puncta sebelumnya, agar seminaris semakin yakin dengan apa yang akan dipilih.
Puncta kelima dan keenam mengajak seminaris untuk memilih dan menyadari kasih Allah dalam pilihan yang dipilih seminaris. Dalam menentukan pilihan, seminaris didampingi untuk merasa merdeka, bebas, dan bertanggung jawab tanpa adanya paksaan dari orang lain.
Seminaris diajak untuk mendekatkan diri dengan Tuhan melalui retret ini. Kedekatan dengan Tuhan akan terjalin melalui kemauan untuk mengikutsertakan Tuhan dalam setiap permenungan.
“Saya merasa bersyukur, karena dari retret ini saya bisa melihat kembali sejarah hidup saya dan pergulatan batin. Saya tidak merasa sendiri, karena mampu dan mau mengikutsertakan Tuhan dalam doa.” ujar Cosmas, salah satu seminaris Medan Madya 112.





