Mewartakan Kisah Kasih Yesus

Percik Firman: Mewartakan Kisah Kasih Yesus
Sabtu, 30 Mei 2020
Novena Roh Kudus Hari ke-9
Bacaan Injil: Yoh 21:20-25

“Masih banyak hal-hal lain lagi yang diperbuat Yesus, tetapi jikalau semuanya itu harus dituliskan satu per satu, maka agaknya dunia ini tidak dapat memuat semua kitab yang harus ditulis itu” (Yoh 21:25)

Sdri/a yang terkasih,
Dulu ada lagu yang menjadi favorit banyak anak muda, mungkin sekarang masih. Judulnya: Kisah Kasih di Sekolah. Lagu itu dinyanyikan oleh penyanyi legendaris, Chrisye. Mungkin Anda masih ingat lirik lagunya:

“Resah dan gelisah/ Menunggu di sini/ Di sudut sekolah/ Tempat yang kau janjikan/
Ingin jumpa denganku/ Walau mencuri waktu/ Berdusta pada guru.

Malu aku malu/ pada semut merah/ Yang berbaris di dinding/ Menatapku curiga/
Seakan penuh Tanya/ Sedang apa di sini?/ Menanti pacar jawabku/.

Sungguh aneh tapi nyata tak’kan terlupa/ Kisah kasih di sekolah/ Dengan si dia/
Tiada masa paling indah/ Masa-masa di sekolah/ Tiada kisah paling indah/ Kisah-kasih di sekolah”.

Setiap dari kita tentu mempunyai kisah kasih di sekolah, baik di era tahun 1970-an, 1980-an, 1990-an, atau 2000-an. Setiap era atau zaman punya kekhasannya.

Kita mengalami kasih dengan orang tertentu, di tempat tertentu, juga dalam masa tertentu. Baik saat di SD, di SMP, di SMA, di kampus, di gereja, di warung angkringan, atau di Gua Maria tertentu. Kisah kasih itu bisa memberi kita kenangan yang tak terlupakan.

Ada yang surat-suratan; ada yang kirim pesan lewat siaran radio; ada yang kirim lewat pos; kirim surat lewat makcomblang; ada yang telpon-telponan di wartel (warung telpon) yang harus antri; ada yang lewat telpon uang koin, dimana setiap lima menit harus memasukan koin lagi biar tidak terputus hehehe…

Pada zaman sekarang kisah kasih itu bisa terekam lewat WhatsApp, Instagram, atau media sosial lain. Tentu kisah-kisah itu akan terekam dan terkenang sepanjang masa. Mungkin sampai sekarang masih ada yang masih menyimpan dan mengoleksi surat atau perangko kala itu….upsss.

Bacaan Injil pada Novena Roh Kudus hari ke-9 ini merupakan bagian penutup dari Injil Santo Yohanes. Ada begitu banyak kisah kasih Yesus dengan para murid yang telah ditulis oleh Santo Yohanes dalam Injilnya. Saking banyaknya kisah kasih itu sampai kesulitan untuk menuliskan semua kisah itu.

“Masih banyak hal-hal lain lagi yang diperbuat Yesus, tetapi jikalau semuanya itu harus dituliskan satu per satu, maka agaknya dunia ini tidak dapat memuat semua kitab yang harus ditulis itu”, tulis Santo Yohanes di ayat terakhir Injilnya.

Kisah kasih Tuhan tidak akan pernah selesai dituliskan. Tidak akan pernah berhenti diwartakan sepanjang zaman, sampai kapan pun. Selalu saja ada kisah kasihNya yang terus terjadi. Meski dalam garis bengkok hidup kita, Allah akan dapat menuliskan kisah kasih dalam hidup kita. Endingnya selalu terbuka. Terbuka untuk terus dituliskan, dihayati, dirasakan, dialami dan diwartakan sampai kapan pun. Bahkan sampai kita sudah tidak ada di dunia ini.

Pertanyaan refleksinya, Apa saja kisah kasih Allah yang Anda alami akhir-akhir ini? Maukah Anda membagikan kisah kasih Allah itu kepada generasi-generasi selanjutnya?

Happy weekend. Selamat berakhir pekan sambil menyongsong Hari Raya Pentakosta, turunnya Roh Kudus, Hari lahirnya Gereja. Berkah Dalem dan Salam Teplok dari Bumi Mertoyudan.

# Y. Gunawan, Pr

Similar Posts

  • Makna Pelayanan

    Percik Firman : Makna PelayananRabu, 28 Feb 2024Bacaan Injil: Mat. 20:17-28 “Sama seperti Anak Manusia datang bukan untuk dilayani, melainkan untuk melayani” (Mat 20:28). Saudari/a ku ytk.,Sabda Tuhan hari ini mengingatkan kita akan makna pelayanan yang sejati. Pelayanan butuh pengorbanan. Yesus datang ke dunia untuk melayani, bahkan mengorbankan nyawa-Nya demi keselamatan manusia. Bacaan Injil hari…

  • Ikut Gembira atau Mencela?

    Percik Firman : Ikut Gembira atau Mencela?Kamis, 2 Juli 2020Bacaan Injil : Mat 9:1-8 “Berkatalah beberapa orang ahli Taurat dalam hatinya: ‘Ia menghujat Allah” (Mat 9:3) Saudari/a ku ytk.,Dalam pengalaman hidup kita sehari-hari, orang baik tidak otomatis disukai. Kebaikan tidak serta merta diakui dan didukung. Maksud baik juga tidak selalu diterima. Ada saja orang yang…

  • Berbicara dengan Benar

    Percik Firman : Berbicara dengan BenarSabtu Imam, 2 Januari 2021Pw St. Basilius Agung dan St. Gregorius dari NazianzeBacaan Injil: Yoh 1: 19–28 Saudari/a ku ytk.,Hari ini Hari Sabtu Imam, hari yang dipersembahkan untuk mendoakan para imam dan calon imam. Kemarin kita memasuki Tahun Baru 2021 saat Jumat Pertama. Kita telah meninggalkan tahun 2020 dengan aneka…

  • Mengasah Kepekaan Hati

    Percik Firman: Mengasah Kepekaan HatiJumat, 25 Oktober 2024Bacaan Injil: Luk 12:54-59 “Hai orang-orang munafik, rupa bumi dan langit kamu tahu menilainya, mengapakah kamu tidak dapat menilai zaman ini?” (Luk 12:56) Saudari/a ku ytk.,Orang bijaksana sering digambarkan sebagai orang yang peka dan memahami tanda-tanda zaman. Di dalam masyaraka Jawa dikenal ramalan Jayabaya. Dalam situasi zaman edan…

  • Belaskasih Versus Peraturan

    Percik Firman : Belaskasih Versus PeraturanJumat, 16 Juli 2021Bacaan Injil: Mat 12:1-8 Sdri/a ku ytk.,Kita tahu bahwa Gereja Katolik tidak mengenal dan tidak mengizinkan perceraian. Karena perkawinan adalah sebuah panggilan hidup yang suci dan luhur. Apa yang sudah disatukan Allah, tidak dapat diceraikan oleh manusia dengan alasan apapun, kecuali oleh kematian yang wajar. Ketika ada…

  • Belajar pada Yesus

    Percik Firman: Belajar pada YesusRabu, 9 Desember 2020Bacaan Injil: Mat 11:28-30 “Pikullah kuk yang Kupasang dan belajarlah pada-Ku, karena Aku lemah lembut dan rendah hati dan jiwamu akan mendapat ketenangan” (Mat 11:29) Sdri/a ku ytk.,Pada zaman sekarang ini, tak jarang orang sulit meluangkan dan menyediakan diri dan waktu untuk berdoa. Diduga, orang zaman modern saat…