Tuhan, Tolonglah Aku

Percik Firman: Tuhan, Tolonglah Aku
Rabu, 5 Agustus 2020
Bacaan Injil: Mat 15:21-28

”Wanita Kanaan itu mendekat dan menyembah Dia sambil berkata: ‘Tuhan, tolonglah aku’” (Mat 15:25)

Saudari/a ku ytk.,
Barangkali Anda mengenal lagu yang berjudul “Jangan Menyerah”. Lagu ini dinyanyikan oleh D’Masiv. Syairnya terasa pas dengan sabda Tuhan pada hari ini. Berikut ini salah satu penggalan syairnya:

Tuhan pasti kan menunjukkan kebesaran dan kuasanya
Bagi hambanya yang sabar dan tak kenal putus asa
Jangan menyerah / Jangan menyerah
Jangan menyerah / Jangan menyerah .

Kata kunci pesan Tuhan Yesus dalam bacaan Injil hari ini adalah Jangan menyerah. Dikisahkan ada seorang wanita kafir dari Kanaan, kaum marginal (terpinggirkan) yang direndahkan, tetapi ia beriman sejati. Dia punya ketangguhan yang luar biasa.

Ibu ini memiliki anak perempuan yang kerasukan setan dan sangat menderita. Dia sepertinya tidak memiliki harapan lagi bagi anaknya. Maka saat ia mendengar Tuhan Yesus berada di daerahnya, ia sangat menaruh harapan pada Yesus untuk menyembuhkan anaknya.

Ibu itu mendatangi Yesus dengan membawa masalahnya karena ia percaya Yesus dapat menolongnya. Ia berseru kepada Yesus walaupun tampaknya semua orang menghina, mencibir, dan merendahkan dia. Wanita Kanaan itu mendekat dan menyembah Dia sambil berkata: “Tuhan, tolonglah aku”. Ia menghadapi banyak rintangan, tetapi ia tidak menyerah.

Bahkan Yesus pun terkesan menghinanya dan menyamakan dia dengan anjing: “Tidak patut mengambil roti yang disediakan bagi anak-anak dan melemparkannya kepada anjing.“ Sangat menyakitkan komentar Yesus.

Si ibu itu semakin dihina, ia justru semakin merendah di hadapan Tuhan. Dia kembali memohon belas kasih Tuhan. Kata perempuan itu: “Benar Tuhan, namun anjing itu makan remah-remah yang jatuh dari meja tuannya.”

Sungguh sangatlah mengharukan dan luar biasa iman si ibu ini. Dia rela di-anjing-anjing-kan demi cintanya dan kesembuhan buah hatinya. Ia tidak marah, tidak tersinggung, dan tidak sakit hati. Ia menerima dengan hati yang tabah dan kuat. Akhirnya, Tuhan Yesus memuji pengorbanan, ketangguhan, dan kasih ibu itu pada anaknya. Tuhan Yesus menyembuhkan anak itu seketika.

Dalam kehidupan ini saat menghadapi masalah dalam keluarga atau pekerjaan, apakah Anda berani datang kepada Tuhan Yesus? Wanita Kanaan itu memberikan kita teladan untuk datang mohon pertolongan Tuhan.

“Tuhan, tolonglah aku”, pinta wanita itu. Ungkapan hati yang sederhana itu menunjukkan kerendahanhatinya dan keyakinannnya akan pertolongan Tuhan bagi hidupnya.

Santo Yohanes Maria Vianey yang kita peringati kemarin tanggal 4 Agustus, pernah memberikan nasihat kepada kita, “Segala masalah kita akan mencair di hadapan doa yang tekun, laksana salju di hadapan matahari”.

Doa menjadi kekuatan kita. Mengapa? Karena di dalam doa, menurut Santo Yohanes Maria Vianey, kita yang adalah pengemis dapat meminta segala sesuatu kepada Allah. Kita percaya, bahwa kita akan mendapatkan apa yang kita inginkan jika kita memintanya dengan iman yang hidup dan hati yang suci.

Pertanyaan refleksinya, apakah Anda pernah direndahkan dan dicemooh demi buah hati Anda? Bagaimana usaha Anda agar mempunyai ketangguhan seperti wanita Kanaan itu pada zaman ini? Berkah Dalem dan Salam Teplok dari Bumi Mertoyudan.

# Y. Gunawan, Pr

Similar Posts

  • Tuhan Yesus Menangis

    Percik Firman: Tuhan Yesus MenangisKamis, 23 November 2023Bacaan Injil : Luk19:41-44 “Ketika Yesus telah dekat dan melihat kota Yerusalem, Ia menangisinya” (Luk 19:41) Saudari/a ku ytk.,Ada berbagai macam alasan mengapa orang menangis. Ada orang menangis karena bahagia. Ada pula orang menangis karena sedih. Ada yang menangis karena prihatin atas keadaan yang terjadi. Ketika berhasil lulus…

  • Kehadiran Kristus dalam Ekaristi

    Percik Firman: Kehadiran Kristus dalam EkaristiKamis, 30 April 2020Bacaan Injil: Yoh. 6:44-51 “Akulah roti hidup yang telah turun dari sorga. Jikalau seorang makan dari roti ini, ia akan hidup selama-lamanya” (Yoh 6:51) Saudari/a ku ytk.,Dalam sejarah Gereja sudah ada banyak mukjizat Ekaristi yang diakui dan diyakini oleh Gereja. Tuhan menunjukkan penyertaan-Nya kepada Gereja sepanjang zaman….

  • Masalah Mencair dalam Doa yang Tekun

    Percik Firman : Masalah Mencair dalam Doa yang TekunRabu, 7 Oktober 2020PW Santa Perawan Maria Ratu RosarioBacaan Injil : Lukas 11:1-4 “Tuhan, ajarlah kami berdoa, sama seperti yang diajarkan Yohanes kepada murid-muridnya” (Luk 11:1) Saudari/a ku ytk.,Ada seorang katekumen yang sudah tua. Ia bersemangat mengimani Yesus sebagai Juru Selamat. Dengan tekun ia ikut pelajaran calon…

  • Menyadari Tuhan yang Hadir

    Percik Firman: Menyadari Tuhan yang HadirRabu, 11 Agustus 2021PW Santa Clara dari Assisi, PerawanBacaan Injil: Mat 18:15-20 “Di mana dua atau tiga orang berkumpul dalam Nama-Ku, di situ Aku ada di tengah-tengah mereka” (Mat 18:3) Saudari/a ku ytk.,Ada banyak alasan orang berkumpul. Berkumpul zaman sekarang tidak harus bertemu langsung. Apalagi di masa pandemic Covid-19 saat…

  • Bukan Lewat Peristiwa Spektakuler

    Percik Firman: Bukan Lewat Peristiwa SpektakulerSenin, 30 November 2020Pesta St. Andreas RasulBacaan Injil: Mat. 4:18-22 “Mari, ikutlah Aku, dan kamu akan Kujadikan penjala manusia” (Mat 4:19) Sdri/a ku ytk.,Dalam pengalaman hidup panggilan, Tuhan seringkali memilih dan memanggil seseorang melalui peristiwa sederhana, pengalaman sehari-hari. Bukan melalui peristiwa yang spektakuler dan gegap gempita. Bahkan tak jarang Tuhan…

  • Prioritas Pilihan Sikap

    Percik Firman: Prioritas Pilihan SikapJumat, 19 Juli 2024Bacaan Injil: Mat 12:1-8 Saudari/a ku ytk.,Prinsip utama dari hukum dalam Gereja Katolik adalah keselamatan jiwa. Itu yang paling utama. Ditegaskan dalam Kitab Hukum Kanonik no. 1752: “…. dengan menepati kewajaran kanonik dan memperhatikan keselamatan jiwa-jiwa, yang dalam Gereja harus selalu menjadi hukum yang tertinggi.” Dalam Bacaan Injil…