Mendoakan Arwah lewat Misa Kudus dan Doa Rosario

Percik Katekese: Mendoakan Arwah lewat Misa Kudus dan Doa Rosario
Selasa, 2 November 2021
PW Arwah Semua Orang Beriman

Sdri/a ku ytk.,
Kita umat Katolik secara khusus mempunyai tradisi yang sangat bagus selama November, yakni mendoakan para arwah atau jiwa saudara-saudari kita yang sudah meninggal dunia, tapi masih di Api Penyucian.

Apa itu Api Penyucian? Apakah mereka butuh doa-doa kita? Cara apa yang paling efektif untuk menolong mereka?

Dalam Katekismus Gereja Katolik no. 1030-1032, ajaran Gereja terkait jiwa di Api Penyucian dapat disarikan sebagai berikut:
1) Api Penyucian adalah suatu kondisi yang dialami oleh orang-orang yang meninggal dalam keadaan rahmat dan dalam persahabatan dengan Tuhan, namun belum suci sepenuhnya, sehingga memerlukan proses pemurnian selanjutnya setelah kematian.

2) Pemurnian di dalam Api Penyucian adalah sangat berlainan dengan siksa neraka.

3) Kita dapat membantu jiwa-jiwa yang ada di Api Penyucian dengan doa-doa kita, terutama dengan mempersembahkan ujud Misa Kudus bagi mereka.

Suster Emmanuel dari Medjugorje pernah mewawancarai Maria Simma pada tahun 1997 di rumahnya di Sonntag, sebuah desa yang sangat indah di Pegunungan Vorarlberg di Austria. Maria Simma (1915-2004) adalah salah satu orang yang mendapat karunia penampakan jiwa-jiwa yang sudah meninggal dan diminta mendoakan mereka sejak umur 25 tahun.

Berikut ini saya sampaikan salah satu point penting dari wawancara Suster Emmanuel dengan Maria Simma terkait cara paling efektif untuk menolong jiwa-jiwa yang sudah meninggal.

Maria, dapatkah Anda sekarang memberitahukan kami cara-cara apa yang paling efektif untuk membantu membebaskan arwah-arwah dari Api Penyucian?

Cara yang paling efisien adalah melalui Misa Kudus. Mengapa Misa Kudus? Yesus Kristus sendiri menawarkan diriNya karena kasih terhadap kita. Adalah kurban Yesus sendiri kepada Allah, kurban yang paling indah.

Imam adalah wakil Allah, tetapi Allah sendiri yang mempersembahkan diriNya sendiri dan mengurbankan diriNya sendiri bagi kita. Manfaat Misa bagi orang yang telah meninggal bahkan lebih besar bagi mereka yang sangat menghargai Misa Kudus selama hidup mereka.

Jika mereka menghadiri Misa Kudus dan merayakan dengan segenap hati mereka, jika mereka pergi ke Misa harian -sesuai dengan waktu yang tersedia bagi mereka- mereka mendapatkan manfaat yang besar dari Misa-misa Kudus yang dirayakan bagi mereka. Di sini pun, seseorang menuai apa yang telah mereka taburkan.

Arwah di Api Penyucian melihat dengan sangat jelas pada hari penguburannya jika kita sungguh-sungguh berdoa baginya atau jika kita hanya sekedar hadir untuk menunjukkan kita ada disana. Jiwa-jiwa yang malang berkata bahwa air mata tidak ada manfaatnya bagi mereka, hanya doa-doa.

Seringkali mereka mengeluh bahwa orang-orang pergi ke pemakaman tanpa mengucapkan sepatah doa kepada Tuhan, tetapi mengeluarkan banyak air mata; ini tiada manfaatnya!

Selain mendoakan dalam misa kudus, menurut Maria Simma, kita juga bisa menolong jiwa-jiwa di Api Penyucian dengan mengucapkan doa Rosario, seluruh 15 misteri/peristiwa, demi orang-orang yang sudah meninggal.

Melalui doa Rosario, banyak jiwa dibebaskan dari Api Penyucian setiap tahunnya; harus disebutkan pula di sini bahwa adalah Maria, Bunda Allah sendiri yang datang ke Api Penyucian untuk membebaskan jiwa-jiwa. Ini sangatlah indah karena jiwa-jiwa di Api Penyucian memanggil Bunda Maria dengan sebutan “Bunda Belaskasih.”

Dosa apa saja yang membuat arwah masuk Api Penyucian? Menurut Maria Simma, seseorang bisa masuk ke dalam Api Penyucian karena berbuat dosa terhadap kemurahan hati, dosa terhadap kasih kepada sesama, kebekuan hati, permusuhan, fitnah, dan pengrusakan nama baik seseorang.

Mari kita rajin mendoakan jiwa-jiwa yang sudah meninggal dalam Misa Kudus (Ekaristi) dan doa Rosario. Serta mari kita kembangkan sikap rendah hati, murah hati, berbuat kasih, rukun, dan menjauhkan diri kita dari sikap menfitnah orang lain.

Berkah Dalem dan Salam Teplok dari MeSRA (Mertoyudan Spiritual Rest Area)#. (Y. Gunawan, Pr)

Similar Posts

  • Hati yang Berbelaskasih

    Percik Firman: Hati yang BerbelaskasihSelasa, 7 Juli 2020Bacaan Injil: Mat 9:32-38 “Melihat orang banyak itu tergeraklah hati Yesus oleh belas kasih kepada mereka” (Mat 9:36) Saudari/a ku ytk.,Pernah suatu hari saya misa sampai tiga kali karena kebutuhan pelayanan pastoral umat dan kondisi keterbatasan tenaga imam. Pertama, misa Sabtu sore di gereja paroki jam 17.30. Kedua,…

  • Jalan Kemuridan

    Percik Firman: Jalan KemuridanJumat, 7 Agustus 2020Bacaan Injil: Mat 16:24-28 “Setiap orang yang mau mengikut Aku, ia harus menyangkal dirinya, memikul salibnya 1 dan mengikut Aku” (Mat 16:24) Saudari/a ku ytk.,Di dalam salah satu fokus pembinaan calon imam di Seminari Mertoyudan, dinyatakan bahwa seminaris mendalami hidup doa dan keheningan sebagai jalan untuk mengenal, mencintai, dan…

  • Berani Menegur

    Percik Firman : Berani MenegurMinggu, 6 September 2020Minggu Biasa XXIII – Minggu Kitab Suci NasionalBacaan Injil : Mat 18:15-20 ”Di mana dua atau tiga orang berkumpul dalam Nama-Ku, di situ Aku ada di tengah-tengah mereka” (Mat 18:20) Saudari/a ku ytk.,Hari ini Hari Minggu Pertama di bulan September. Dalam sidang Majelis Agung Waligereja Indonesia (MAWI, kini…

  • Ibuku Sayang

    Percik Firman : Ibuku SayangSabtu, 25 Juli 2020Pesta Santo Yakobus, RasulBacaan Injil: Mat 20:20-28 “Datanglah ibu Zebedeus serta anak-anaknya kepada Yesus, lalu sujud di hadapan-Nya untuk meminta sesuatu” (Mat 20:20) Saudari/a ku ytk.,Merenungkan bacaan Injil pada pesta Santo Yakobus Rasul hari ini, saya teringat akan sebuah lagu berjudul “Ibu”, yang diciptakan dan dipopulerkan oleh Iwan…

  • Totalitas Hidup

    Selasa, 25 April 2023Pesta Santo Markus, Pengarang InjilBacaan : Mrk 16:15-20 “Tuhan turut bekerja dan meneguhkan firman itu dengan tanda-tanda yang menyertainya” (Mrk 16:20) Saudari/a ku ytk.,Panggilan Tuhan itu misteri. Cara penyertaan Tuhan bagi kita umatNya itu luar biasa. Seringkali tak bisa kita duga dan tebak. Dia begitu kreatif. Kadang kita tidak bisa memahaminya. Kalau…

  • Perjumpaan dan Perpisahan

    Percik Firman : Perjumpaan dan PerpisahanSabtu, 9 Mei 2020Bacaan Injil: Yoh 14:7-14 “Telah sekian lama Aku bersama-sama kamu, Filipus, namun engkau tidak mengenal Aku?” (Yoh 14:9) Saudari/a ku ytk.,Ada guyonan dari pembawa acara saat ada sebuah acara yang pernah saya ikuti. “Tak kenal maka tak sayang. Sudah kenal tapi tak sayang-sayang. Belum kenal, sudah langsung…