Bersyukur dan Peduli

Percik Firman : Bersyukur dan Peduli
Senin, 4 November 2024
PW Santo Carolus Borromeus (Uskup)
Bacaan Injil: Luk 14: 12-14

Saudari/a ku ytk.,
Dua kata kunci yang saya tawarkan dalam renungan hari ini adalah Bersyukur dan Peduli. Saya pernah diminta mimpin misa syukur ulang tahun seorang umat yang kaya. Banyak tamu dan kenalan yang diundang.

Dan yang membuat saya kagum, bapak itu juga mengundang anak-anak panti asuhan Wikrama Putra Semarang beserta pengasuhnya. Juga mengundang anak-anak yang bisu-tuli dari Wonosobo beserta pengasuhnya. Bahkan bapak itu juga memberikan sumbangan untuk kedua tempat karya sosial Gereja tersebut. Wow …. luar biasa.

Bacaan Injil pada Peringatan Wajib Santo Carolus Borromeus hari ini dihayati betul oleh bapak tersebut. Konon, ada suatu adat kebiasaan orang Yahudi bahwa orang miskin dan cacat fisik adalah orang-orang yang hina. Jadi mereka tidak pantas diundang ke dalam suatu perjamuan.

Orang-orang ini juga dilarang untuk ikut pelayanan liturgi di Bait Allah. Dengan demikian, mereka pun tidak akan diundang ke pesta, karena tidak dapat membalasnya. Padahal Allah sendiri yang akan membalasnya.

Memang balasan Allah tidak sekarang ini juga, tetapi pada akhir zaman. Karunia Allah akan dianugerahkan pada akhir zaman, saat orang-orang benar dibangkitkan dan memperoleh ganjaran. Siapakah orang benar itu?

Orang benar adalah mereka yang rela mau berbagi tanpa pamrih, yang memberi tanpa mengharapkan balasan, khususnya kepada orang miskin dan mereka yang terpinggirkan. Oleh karena itu, ajaran Yesus itu seharusnya menjadi pegangan hidup kita.

Yesus tidak melarang kita untuk mengundang tamu yang kita kenal dan yang sudah akrab. Tetapi Yesus mengajak kita untuk bersikap “magis” (lebih) dengan peduli pada orang yang kecil, lemah, miskin, tersingkir dan difabel. Mari kita terus bersyukur dan peduli pada sesama yang membutuhkan.

Hari ini tanggal 4 November, Gereja memperingati Santo Carolus Borromeus, uskup Milan (1538-1584). Saya pernah datang ke Gereja Katedral Milan, Italia. Gereja itu dibangun dengan arsitekstur Gothik. Panjangnya 157 m dan daya tampungnya sekitar 40 ribu umat. Di dalamnya ada makam Santo Carolus Borromeus.

Carolus Borromeus juga diangkat menjadi kardinal oleh Sri Paus. Dia berjasa dalam Konsili Trente. Sebagai tindak lanjut Konsili Trente, Kardinal Carolus ini mendirikan seminari-seminari agar pendidikan calon imam menjadi lebih baik dan bermutu.

Motto tahbisan uskupnya adalah kerendahanhati. Sebagai uskup ia sangat menyadari kebutuhan rohani umatnya. Pada waktu itu kehidupan iman umat sangat merosot. Sangat sedikit orang hadir dalam misa minggu.

Carolus sendiri memberi teladan yang sangat baik dalam berdoa, mengaku dosa, berpuasa dan hidup sederhana. Ia suka berdoa berjam-jam di depan salib Kristus. Ia rajin mengunjungi umatnya, mengadakan rapat dengan para imam, mengajar agama dan berkotbah. Dia wani nggetih dalam menjadi gembala umat. Teladan baiknya menjadi dorongan bagi banyak orang.

Carolus berhasil menyalakan kembali api semangat Kristiani dalam hati umatnya. Ia berusaha memanfaatkan talenta yang Tuhan berikan kepadanya demi kemuliaan Tuhan, kebaikan sesama dan kebahagiaan dirinya sendiri.

Ketika sebuah wabah ganas menyerang dan mengakibatkan banyak kematian di Milan, Kardinal Carolus tidak memikirkan hal lain kecuali merawat umatnya. Ia berdoa dan bermatiraga.

Ia membentuk kelompok-kelompok umat yang membantunya membagikan makanan bagi mereka yang kelaparan. Ia juga mendirikan altar di jalan-jalan agar orang-orang yang sakit itu dapat ikut ambil bagian dalam Perayaan Ekaristi lewat jendela rumah mereka.

Suatu ketika ia menghabiskan waktunya untuk menemani seorang bocah penggembala hingga bocah tersebut dapat berdoa Bapa Kami dan Salam Maria. Menjelang ajalnya, pada usia 46 tahun, Carolus dengan tenang dan damai berkata, “Lihat, aku datang!” Dia dinyatakan kudus oleh Paus Paulus V pada tahun 1610.

Pertanyaan refleksinya, sejauhmana Anda bersyukur dan peduli kepada sesama selama ini? Sudahkah Anda wani nggetih dalam mengikuti Kristus?

Selamat berpesta pelindung para Suster Carolus Borromeus (CB), dan juga Anda yang bernama baptis Carolus Borromeus. Berkah Dalem dan Salam Teplok dari Bujang Semar (Bumi Jangli Semarang). # Y. Gunawan, Pr

Similar Posts

  • Keberanian

    Kamis, 10 November 2022PW St. Leo Agung, Paus dan Pujanggga GerejaBacaan Injil: Luk 17:20-25 Saudari/a ku ytk.,Ada dua peristiwa penting hari ini, yaitu peringatan hari pahlawan dan peringatan wajib Santo Leo Agung. Kedua peristiwa ini memberikan pesan yang sama yaitu keberanian. Para pahlawan berani mengorbankan nyawanya untuk membela dan memperjuangkan kemerdekaan bangsa kita. Mereka tidak…

  • Menjadi Pribadi Bijaksana

    Percik Firman : Menjadi Pribadi BijaksanaJumat, 27 Agustus 2021Peringatan Wajib Santa MonikaBacaan Injil: Mat 25:1-13 Saudari/a ku ytk.,Konon katanya, orang pandai belum tentu bijaksana. Orang yang bijaksana biasanya pandai. Yang namanya kebijaksanaan itu tidak bisa dibeli di manapun. Tidak ada supermarket, pasar atau toko online yang menjualnya. Kebijaksanaan juga tidak muncul secara instan. Tetapi kebijaksanaan…

  • Kita Semua Saudara

    Percik Firman: Kita Semua SaudaraRabu, 4 Oktober 2023Peringatan Wajib Santo Fransiskus AsisiBacaan : Lukas 9:57-62 “Yesus berkata: ‘Setiap orang yang siap untuk membajak tetapi menoleh ke belakang, tidak layak untuk Kerajaan Allah” (Luk 9:62) Saudari/a ku ytk.,Hari ini Gereja merayakan Peringatan Wajib Santo Fransiskus Asisi (1182-1226). Siapa yang tidak kenal dengan orang kudus yang luar…

  • Pemuda yang Pemberani

    Percik Firman: Pemuda yang PemberaniSelasa, 6 Feb 2024PW St. Paulus Miki, dkk martirBacaan Injil : Mrk. 7: 1-13 Saudari/a ku ytk.,Ada berbagai alasan orang ikut misa di gereja, antara lain: khotbah imamnya bagus, gedung gerejanya nyaman, umatnya ramah, lokasi parkir dekat gereja, nostalgia dengan gerejanya, ingin membawa intensi doa dalam misa, rindu menyambut Tubuh Kristus,…

  • Pengampunan Membawa Sukacita

    Selasa, 14 Maret 2023Bacaan Injil: Mat. 18: 21-35 Saudari/a ku ytk.,Merenungkan bacaan Injil hari ini, saya teringat akan sharing salah seorang umat yang menarik. Beliau memberi kesaksian bagaimana mengampuni suaminya. Mereka dulu menikah di Gereja Katolik dengan dispensasi beda agama. Dalam perjalanan waktu, mereka dianugerahi anak. Sang suami selingkuh dan menikah lagi. Padahal biaya kuliah…

  • Tidak Mudah Menyerah

    Percik Firman : Tidak Mudah MenyerahSabtu Imam, 2 Mei 2020PW Santo Anthanasius, Uskup dan pujangga GerejaBacaan Injil : Yoh 6: 60-69 “Tuhan, kepada siapakah kami akan pergi? Perkataan-Mu adalah perkataan hidup yang kekal” (Yoh 6:67) Saudari-a ku ytk.,Ada sebuah ungkapan bijak berbunyi demikian, “Payung memang tidak bisa menghentikan hujan, tetapi payung dapat membantu kita berjalan…