Ketidaksempurnaan

Percik Firman: Ketidaksempurnaan
Jumat, 19 Januari 2024
Hari ke-2 Pekan Doa untuk Kesatuan Umat Kristiani
Bacaan Injil: Mrk 3:13-19

“Ia menetapkan dua belas orang untuk menyertai Dia dan untuk diutus-Nya memberitakan Injil” (Mrk 3:14)

Saudari/a ku ytk.,
Proses panggilan setiap orang untuk menjadi imam itu sangat unik. Setiap imam bisa berbeda-beda. Tuhan memanggilnya. Manusia menanggapi panggilan itu dengan masuk seminari. Di seminari para calon imam digembleng dan dididik. Seminari ibarat kawah candra dimuka bagi para calon gembala Gereja.

Di seminari para calon imam dilatih dan dibiasakan hari demi hari untuk semakin mengenal, mencintai, dan mengikuti Yesus. Jika dari lulus SMP, paling tidak dibutuhkan waktu selama 12 tahun untuk proses pembentukan dan pembinaan seorang calon imam.

Saat waktunya maju ke depan altar untuk menerima rahmat Tahbisan Imamat pun, seorang frater biasanya merasa tidak layak dan tidak pantas. Apapun kelemahannya, pastor adalah orang biasa yang dipanggil Tuhan untuk melaksanakan hal-hal yang luar biasa. Dia punya keterbatasan, tetapi rahmat Tuhan menyempurnakannya. Tuhan memberinya kuasa imamat yang luar biasa.

Melalui seorang pastor, Tuhan bisa saja membuat orang yang kehilangan harapan kembali mendapatkan harapan. Orang yang kering hidupnya mengalami kesegaran. Orang yang lemah mendapatkan kekuatan kembali. Orang yang sedih mendapatkan kegembiraan, dll. Dalam diri seorang pastor, Tuhan sedang berkarya demi keselamatan jiwa-jiwa.

Bacaan Injil hari ini mengisahkan proses panggilan para murid Yesus. Tuhan Yesus memanggil para murid di atas bukit. Mereka tidak sempurna. Ada kerapuhan dan kelemahan. Hal itu tidak menyurutkan Tuhan untuk melibatkan mereka dalam karya peurutusan-Nya.

Diungkapkan, “Naiklah Yesus ke atas bukit. Ia memanggil orang-orang yang dikehendaki-Nya dan mereka pun datang kepada-Nya.” Pemanggilan atas orang-orang tertentu sejak masa awal pelayanan Yesus mempunyai 3 tujuan yaitu:

Pertama, untuk tinggal bersama Yesus. Persekutuan pribadi dengan Yesus ini menjadi hal yang pertama dan utama. Dengan tinggal bersama Yesus, seseorang semakin mengenal, percaya dan mengerti. Dalam persekutuan pribadi dengan-Nya adalah pembentukan karakter agar menjadi seperti karakter-Nya.

Kedua, diutus memberitakan Injil. Para murid menjadi utusan atau duta Kristus untuk masuk ke dalam dunia, untuk mewartakan kabar gembira atau Injil, bukan mewartakan diri sendiri.

Ketiga, menerima kuasa. Para murid diberi bekal, berupa kuasa. Mereka menerima kuasa untuk melayani, bukan untuk dipakai sesuka hatinya.

Para murid dipanggil, diutus dan diberi kuasa. Hal itu merupakan satu kesatuan yang tidak bisa dipisahkan. Apabila seseorang dipanggil, pasti Tuhan akan membentuknya dengan sebaik-baiknya agar siap diutus melayani umatnya.

Pertanyaan refleksinya, apakah Anda peka terhadap panggilan, pembentukan, dan perutusan Tuhan untuk Gereja, masyarakat dan tempat kerja Anda? Bersediakah Anda dilibatkan Tuhan untuk karya keselamatanNya pada zaman sekarang ini?

Mari secara khusus kita doakan para imam dan rekan-rekan muda yang sedang dalam proses menanggapi panggilan Tuhan dan sedang dididik di Seminari. Berkah Dalem dan Salam Teplok dari Bujang Semar (Bumi Jangli Semarang). # Y. Gunawan, Pr

Similar Posts

  • Janganlah Khawatir

    Percik Firman: Janganlah KhawatirSabtu, 26 Desember 2020Pesta St. Stefanus (Martir pertama)Bacaan Injil: Mat 10:17-22 “Janganlah kamu khawatir akan bagaimana dan akan apa yang harus kamu katakan, karena semuanya itu akan dikaruniakan kepadamu pada saat itu juga” (Mat 10:19) Saudari/a ku ytk.,Perayaan liturgi Hari Raya Natal telah usai. Tetapi pesan Natal tetap menggema dan menantang kita…

  • Mengampuni Butuh Perjuangan

    Percik Firman: Mengampuni Butuh PerjuanganSenin, 4 Maret 2024Bacaan Injil: Mat. 18:21-35 Saudari/a ku ytk.,Saat orang keluar dari kamar pengakuan dosa, hatinya tentu lega dan bersukacita. Mengapa? Karena sudah mendapat pengampunan Tuhan lewat Sakramen Tobat. Tentu kita juga gembira saat kesalahan kita diampuni atau dimaafkan oleh orang yang pernah kita sakiti. Selain itu, hati kita juga…

  • Providentia Dei

    Percik Firman: Providentia DeiSabtu, 21 November 2020PW St. Perawan Maria Dipersembahkan di KenisahBacaan Injil : Lukas 20:27-40 “Ia bukan Allah orang mati, melainkan Allah orang hidup, sebab di hadapan Dia semua orang hidup” (Luk 20:38) Saudari/a ku ytk.,Hari ini Gereja memperingati Santa Perawan Maria Dipersembahkan di Kenisah. Gereja Katolik mengadakan peringatan hari ini untuk mengenangkan…

  • Hiburan Rohani atau Kekeringan Rohani?

    Percik Firman: Hiburan Rohani atau Kekeringan Rohani?Jumat, 9 Oktober 2020Bacaan Injil : Lukas 11:15-26 “Apabila roh jahat keluar dari manusia, ia pun mengembara ke tempat-tempat yang tandus mencari perhentian” (Luk 11:24) Sdri/a ku ytk.,Pernahkah dalam satu hari Anda malas melakukan apapun? Mau berdoa malas. Mau makan malas. Mau mandi malas. Mau bekerja malas. Mau misa…

  • Bukan Lewat Peristiwa Spektakuler

    Percik Firman: Bukan Lewat Peristiwa SpektakulerSenin, 30 November 2020Pesta St. Andreas RasulBacaan Injil: Mat. 4:18-22 “Mari, ikutlah Aku, dan kamu akan Kujadikan penjala manusia” (Mat 4:19) Sdri/a ku ytk.,Dalam pengalaman hidup panggilan, Tuhan seringkali memilih dan memanggil seseorang melalui peristiwa sederhana, pengalaman sehari-hari. Bukan melalui peristiwa yang spektakuler dan gegap gempita. Bahkan tak jarang Tuhan…