Providentia Dei

Percik Firman: Providentia Dei
Sabtu, 21 November 2020
PW St. Perawan Maria Dipersembahkan di Kenisah
Bacaan Injil : Lukas 20:27-40

“Ia bukan Allah orang mati, melainkan Allah orang hidup, sebab di hadapan Dia semua orang hidup” (Luk 20:38)

Saudari/a ku ytk.,
Hari ini Gereja memperingati Santa Perawan Maria Dipersembahkan di Kenisah. Gereja Katolik mengadakan peringatan hari ini untuk mengenangkan pemberkatan gereja Santa Perawan Maria di dekat Kenisah Yerusalem pada tahun 543.

Menurut tradisi, ketika masih berumur tiga tahun, Santa Perawan Maria dibawa oleh ibu bapanya (Santo Yoakim dan Santa Anna) ke Bait Allah atau Kenisah di Yerusalem. Di Bait Allah itu ada Imam Besar yang menerima kanak-kanak Maria.

Maria ditempatkan di antara para gadis yang dipersembahkan bagi kepentingan doa dan pelayanan Bait Suci. Imam Besar mencium serta memberkati kanak-kanak suci itu.

Dia tahu bahwa Tuhan telah merancang suatu hal besar baginya. Kanak-kanak Maria tidak menangis ataupun merengek dan kembali kepada orang tuanya. Dia datang dengan amat girangnya ke altar, sehingga semua orang yang ada di Bait Tuhan jatuh hati kepadanya.

Sementara Bapak Yoakim dan Ibu Anna pulang kembali ke rumah mereka, Maria tetap tinggal di Bait Allah, di mana dia tumbuh dewasa dalam kekudusan. Maria percaya akan providentia Dei (Penyelenggaran ilahi) dalam hidupnya.

Maria menghabiskan hari-harinya dengan membaca Kitab Suci, berdoa serta melayani para imam di Bait Suci. Dia menenun kain halus serta menjahitnya menjadi baju-baju yang indah. Maria dikasihi oleh para gadis yang lain sebab dia amat lembut hati dan sederhana.

Providentia Dei selalu menyertai hidup Bunda Maria. Allah yang diimani adalah Allah yang hidup, Allah yang selalu hadir dan membimbing hidupnya. Keyakinan iman akan Allah yang hidup ini juga diwartakan dalam bacaan Injil hari ini.

Dalam tanya jawab dengan orang-orang Saduki tentang kebangkitan orang mati, Tuhan Yesus menegaskan siapa Allah yang sejati. Kelompok Saduki adalah suatu golongan pemimpin agama Yahudi, yang sebagian besar terdiri dari imam-imam.

Mereka mendasarkan pengajarannya pada kelima kitab Musa dan menolak segala adat istiadat yang ditambahkan kemudian. Mereka tidak percaya kepada kebangkitan badan dan adanya malaikat.

“Ia bukan Allah orang mati, melainkan Allah orang hidup, sebab di hadapan Dia semua orang hidup”, tegas Yesus.

Bagi Yesus, Allah selalu hadir, menyertai dan menyelenggarakan hidup umat-Nya. Dalam hidup manusia, selalu ada providentia Dei. Dia adalah Allah orang hidup.

Yesus menolak pandangan kaum Saduki yang tidak percaya pada kebangkitan. “Kamu sesat sebab kamu tidak mengerti Kitab Suci maupun kuasa Allah! Karena pada waktu kebangkitan orang tidak kawin dan tidak dikawinkan melainkan hidup seperti malaikat di surga”, tegasnya.

Pertanyaan refleksinya, Bagaimana cara Anda mempersembahkan hidup Anda pada Allah? Apakah Anda menyadari Providentia Dei dalam hidup Anda akhir-akhir ini?

Selamat berakhir pekan dan jangan lupa bahagia. Berkah Dalem dan Salam Teplok dari Bumi Mertoyudan.

# Y. Gunawan, Pr

Similar Posts

  • Memuliakan Allah

    Percik Firman: Memuliakan AllahRabu, 22 Desember 2021Bacaan Injil: Luk 1:46-56 Saudari/a ku ytk.,Dalam bacaan Injil, dikisahkan bagaimana Bunda Maria memuliakan Allah dengan kidung Magnificat (Jiwaku memuliakan Tuhan). Dia adalah contoh seorang ibu dalam menghayati hidup doa. Kebiasaan doa ini tentu juga diwariskan kepada kanak-kanak Yesus. Menjelang Natal ini, kita diberi contoh teladan sosok seorang ibu…

  • Jalan Kemuridan

    Percik Firman: Jalan KemuridanJumat, 7 Agustus 2020Bacaan Injil: Mat 16:24-28 “Setiap orang yang mau mengikut Aku, ia harus menyangkal dirinya, memikul salibnya 1 dan mengikut Aku” (Mat 16:24) Saudari/a ku ytk.,Di dalam salah satu fokus pembinaan calon imam di Seminari Mertoyudan, dinyatakan bahwa seminaris mendalami hidup doa dan keheningan sebagai jalan untuk mengenal, mencintai, dan…

  • Memikul Salib

    Percik Firman : Memikul SalibRabu, 4 November 2020PW Santo Carolus Borromeus, UskupBacaan Injil: Luk 14:25-33 “Barangsiapa tidak memikul salibnya dan mengikut Aku, ia tidak dapat menjadi murid-Ku” (Luk 14:27) Saudari/a ku ytk,.Dalam bacaan Injil pada peringatan wajib Santo Carolus Borromeus hari ini, Tuhan Yesus menyampaikan syarat menjadi murid-Nya. Syaratnya, kita harus siap memikul salib dan…

  • Pergulatan Batin

    Percik Firman : Pergulatan BatinKamis, 28 September 2023Bacaan Injil : Luk. 9: 7-9 Saudari/a ku ytk.,Setiap orang tentu pernah mengalami pergulatan batin. Ada aneka bentuk pergulatan batin. Tak jarang pergulatan batin itu diikuti dengan perasaan cemas, takut, gelisah, ragu-ragu, bingung, dsb. Tidak ada hanya orang kecil yang mengalami pergulatan batin, seorang pemimpin atau raja pun…

  • Bangga dengan Salib

    Percik Firman : Bangga dengan SalibSenin, 14 September 2020Pesta Salib SuciBacaan Injil: Yoh 3:13-17 “Allah mengutus Anak-Nya ke dalam dunia bukan untuk menghakimi dunia, melainkan untuk menyelamatkannya oleh Dia” (Yoh 3:17) Saudari/a ku ytk.,Beberapa waktu yang lalu di tengah masyarakat kita ada semacam “ketakutan” dari sekelompok orang. Mereka takut akan gambar atau benda yang berbentuk…