Hiburan Rohani atau Kekeringan Rohani?

Percik Firman: Hiburan Rohani atau Kekeringan Rohani?
Jumat, 9 Oktober 2020
Bacaan Injil : Lukas 11:15-26

“Apabila roh jahat keluar dari manusia, ia pun mengembara ke tempat-tempat yang tandus mencari perhentian” (Luk 11:24)

Sdri/a ku ytk.,
Pernahkah dalam satu hari Anda malas melakukan apapun? Mau berdoa malas. Mau makan malas. Mau mandi malas. Mau bekerja malas. Mau misa di gereja malas. Hati-hati jika hal itu berlangsung lama, berhari-hari, berminggu-minggu, dsb. Bisa jadi saat itulah hati Anda sedang menjadi “sarang” roh jahat.

Dalam pengolahan hidup rohani, ada dua situasi yang dialami seseorang, yaitu ia sedang mengalami hiburan rohani (konsolasi) dan kekeringan rohani (desolasi).

Konsolasi adalah situasi di mana Tuhan terasa dekat dan kehidupan rohani kita terasa semangat. Sedangkan Desolasi adalah situasi di mana Tuhan terasa jauh serta kehidupan rohani kita terasa lesu dan tak bersemangat. Konsolasi dan desolasi bisa terjadi dan dialami semua manusia di dunia ini.

Jika kita mengenal kondisi konsolasi sedang terjadi dalam diri kita dan dituntun ke hal-hal yang lebih baik dan semakin baik di mata Tuhan, Roh Kudus akan terus memberi semangat dan hati kita gembira. Sedangkan roh jahat juga akan mencoba merebut semangat itu. Misalnya roh jahat dapat membujuk, ”Ah, saya memang seperti ini. Tidak perlu berubah, cuek saja.”

Saat itu belajarlah untuk tidak memberi perhatian kepada suara yang jahat. Jika kamu menyadari bahwa kondisimu sedang dalam konsolasi, maka keputusan-keputusan yang benar akan memberi rasa damai di dalam hatimu. Sebaliknya keputusan yang salah akan membuat hati menjadi gelisah.

Jika kita sedang dalam kondisi desolasi dan kita merasa jauh dari Tuhan, roh jahat akan membujuk kita untuk terus merasa damai dan tidak perlu mengubah kebiasaan kita. Misalnya, saat mulai terasa kendor atau malas dalam berdoa, akan ada bujukan dalam hati yang membuat kita berpikir, ”Ah, ya sudahlah. Tidak apa sekali-sekali tidak usah berdoa.”

Kondisi yang tidak mau berubah ini tanpa kita sadari semakin menjadi kebiasaan. Dan lama-kelamaan hidup rohani kita menjadi kering dan tandus. Di situlah roh jahat krasan dan senang tinggal dalam diri kita.

Sebaliknya, jika dalam kondisi desolasi, hati kita gelisah. Roh Kudus biasanya membujuk kita untuk tidak nyaman dengan kondisi kita yang malas. Ia akan terus berbisik dalam hati, ”Jangan menyerah! Ayo tetap semangat! Kamu harus magis, bersemangat lebih”.

Ia akan menyentak kita agar kita mau terus mendekat kepada Tuhan. Dengan mengenal kondisi kita sendiri, suara hati kita akan semakin dipertajam, mana yang berasal dari Tuhan dan yang bukan dariNya. Maka sangat penting belajar mempelajari kondisi kita setiap saat.

Dalam Bacaan Injil hari ini Tuhan Yesus mengingatkan para murid dan kita semua akan cara kerja roh jahat yang ingin tinggal dan menguasai diri manusia. Ia akan memilih tinggal dalam diri orang yang sedang menjauh dari Tuhan dan sedang mengalami hidup rohani yang tandus atau kering.

Ditegaskan dalam Injil, “Apabila roh jahat keluar dari manusia, ia pun mengembara ke tempat-tempat yang tandus mencari perhentian, dan karena ia tidak mendapatnya, ia berkata: Aku akan kembali ke rumah yang telah kutinggalkan itu.”

Orang yang pernah kerasukan roh jahat, hidup rohaninya sedang kering ataupun orang yang pernah jatuh dalam dosa berat, harus waspada dan berjaga-jaga agar jangan sampai ia jatuh lagi dalam kelemahan itu.

Sebab pada umumnya mereka yang sampai kerasukan setan (walau sudah dibaptis) umumnya mengijinkan pengaruh jahat itu untuk masuk dan mempengaruhi dirinya, dengan keterlibatan mereka dalam hal-hal gaib.

Demikian juga dengan orang yang pernah jatuh dalam dosa berat, seperti ketagihan obat-obatan, perselingkuhan, perjudian, percabulan, dst. Orang itu harus berjaga-jaga agar jangan jatuh lagi ke dalam kelemahan ini.

Caranya tentu dengan terus mengandalkan rahmat Tuhan, yang dapat diterima secara khusus di dalam sakramen-sakramen. Namun juga di dalam doa-doa, merenungkan dan melaksanakan firman Tuhan.

Pertanyaan refleksinya, bagaimana situasi hati Anda akhir-akhir ini? Anda sedang mengalami hiburan rohani atau kekeringan rohani? Lantas, apa yang akan Anda lakukan agar roh jahat tidak tinggal dalam hati Anda? Berkah Dalem dan Salam Teplok dari Bumi Mertoyudan.

#Y. Gunawan, Pr.

Similar Posts

  • Tegas dalam Prinsip

    Percik Firman : Tegas dalam PrinsipSenin, 9 November 2020Pesta Pemberkatan Gereja Basilika LateranBacaan: Yoh 2:13-22 “Cinta untuk rumah-Mu menghanguskan Aku” (Yoh 2: 17) Saudari/a ku ytk.,Dalam bahasa Latin ada ungkapan, “suaviter in modo, fortiter in re”. Lembut dalam gaya penyampaian, tegas dalam tindakan. Seorang pemimpin atau pendidik diharapkan bisa menghayati ungkapan itu. Ketegasan dalam prinsip…

  • Menjadi Pribadi yang STMJ

    Percik Firman: Menjadi Pribadi yang STMJJumat Pertama, 1 Mei 2020Pesta Santo Yusuf PekerjaBacaan Injil : Yoh 6:52-59 “Barangsiapa makan daging-Ku dan minum darah-Ku, ia tinggal di dalam Aku dan Aku di dalam dia” (Yoh 6:56) Saudari/a ku ytk.,Ada seorang umat yang pernah bersharing pada saya. Ketika masih muda, beliau sering menghabiskan waktu dengan main judi,…

  • Makna Pelayanan

    Percik Firman : Makna PelayananRabu, 28 Feb 2024Bacaan Injil: Mat. 20:17-28 “Sama seperti Anak Manusia datang bukan untuk dilayani, melainkan untuk melayani” (Mat 20:28). Saudari/a ku ytk.,Sabda Tuhan hari ini mengingatkan kita akan makna pelayanan yang sejati. Pelayanan butuh pengorbanan. Yesus datang ke dunia untuk melayani, bahkan mengorbankan nyawa-Nya demi keselamatan manusia. Bacaan Injil hari…

  • Rabu Abu di Masa Pandemi

    Percik Firman : Rabu Abu di Masa PandemiRabu Abu, 17 Februari 2021Bacaan Injil: Mat 6:1-6.16-18 “Apabila engkau berpuasa, minyakilah kepalamu dan cucilah mukamu, supaya jangan dilihat oleh orang bahwa engkau sedang berpuasa” (Mat 6:17-18) Saudari/a ku ytk.,Hari Rabu Abu tahun 2021 ini kita rayakan dalam situasi Pandemi Covid-19. Untuk menghindari banyak kerumunan, beberapa paroki melayani…

  • Setia Menunggu

    Percik Firman : Setia MenungguSelasa, 20 Oktober 2020Bacaan Injil : Lukas 12:35-38“Hendaklah kamu sama seperti orang-orang yang menanti-nantikan tuannya yang pulang dari perkawinan” (Luk 12:36) Saudari/a ku ytk.,Dalam hidup kita sehari-hari kadang kala diwarnai kegiatan menunggu atau menanti. Di tengah pandemi Covid-19 saat ini, misalnya, saat menjalani rapid test, seseorang menunggu hasilnya dengan harap-harap cemas….

  • Memohon kepada Tuhan

    Percik Firman: Memohon kepada TuhanSelasa, 26 Januari 2021PW Santo Timotius dan Titus, UskupBacaan Injil : Luk 10:1-9 “Tuaian memang banyak, tetapi pekerja sedikit. Karena itu mintalah kepada Tuan yang empunya tuaian, supaya Ia mengirimkan pekerja-pekerja untuk tuaian itu” (Luk 10:2) Saudari/a ku ytk.,Santo Yohanes Paulus II pernah mengatakan, “Doa menciptakan imam, dan imam menciptakan lewat…