Pengorbanan dan Ketangguhan Ibu

Percik Firman : Pengorbanan dan Ketangguhan Ibu
Kamis, 8 Februari 2024
Bacaan Injil: Mrk 7:24-30

Saudari/a ku ytk.,
Merenungkan bacaan Injil pada hari ini, saya teringat akan kiriman sebuah kisah inspiratif dari seorang teman tentang pengorbanan seorang ibu yang luar biasa. Begini kisahnya:

“Saat makan, jika makanan kurang, ibu akan memberikan makanan itu kepada anaknya dan berkata, ‘Cepatlah makan, ibu tidak lapar’.

Waktu makan, ibu selalu menyisihkan ikan dan daging untuk anaknya dan berkata, ‘Ibu tidak suka daging, makanlah, Nak’.

Saat ada pertemuan doa atau misa lingkungan, ibu membawa pulang makanan untuk anaknya di rumah (mungkin sudah menyiapkan tas dari rumah…hehehe…).

Tengah malam saat ibu sedang menjaga anaknya yang sakit, ibu berkata, ‘Istirahatlah Nak, ibu masih belum ngantuk’.

Saat anaknya sudah sukses dan ingin menjemput ibunya untuk tinggal di rumah besar, ibu lantas berkata, ‘Rumah tua kita sangat nyaman, ibu tidak terbiasa tinggal di sana’.

Saat menjelang tua, ibu sakit keras, anaknya akan menangis, tetapi ibu masih bisa tersenyum sambil berkata, ‘Jangan menangis, ibu tidak apa-apa’.

Singkatnya, ibu selalu mengutamakan anaknya dan mengkhawatirkan diri kita. Beliau tidak pernah membiarkan kita mengkhawatirkan dirinya. Bahkan ia rela dihina demi kebaikan dan kesehatan kita.

Ketangguhan dan sikap mau berkorban dengan tulus adalah keutamaan seorang ibu. Ketangguhan dan pengorbanan seperti itu pula yang dihayati seorang ibu dari Siro-Fenisia yang anaknya sakit, yang dikisahkan dalam bacaan Injil hari ini.

Sang ibu itu rela dicibir dan dihina sebagai kafir oleh orang Yahudi. Dia tidak sakit hati.
Demi kasih kepada anaknya yang sakit, dia mau menjadi bamper dan siap berkorban. Bahkan Yesus menyindirnya seperti anjing.

Yesus berkata kepadanya: “Biarlah anak-anak kenyang dahulu, sebab tidak patut mengambil roti yang disediakan bagi anak-
anak dan melemparkannya kepada anjing”.

Saya membayangkan, mungkin si ibu berpendapat, “Silakan sebut aku anjing asalkan anakku sembuh. Ga pa pa. Aku ora pa pa. Sebutan anjing, bagiku, bukan lagi sebuah bentuk penghinaan, tetapi bentuk kasih Tuhan bahwa saya ciptaanNya yang berharga”.

Mari pada hari ini secara khusus kita doakan ibu kita, baik yang sudah “sowan” Gusti maupun yang masih mendampingi kita dalam peziarahan di dunia. Terimakasih mamak, ibu, simbok, mama. Mari kita kirim secara khusus doa 3x Salam Maria untuk ibu kita hari ini.

Semoga Anda yang saat ini sedang sakit dan sedang proses pemulihan kesehatan semakin diberi kekuatan, semangat, berserah pada Tuhan, dan segera sembuh. Berkah Dalem dan Salam Teplok dari Bujang Semar (Bumi Jangli Semarang). # Y. Gunawan, Pr

Similar Posts

  • Perjumpaan yang Mengubah Hidup

    Percik Firman : Perjumpaan yang Mengubah HidupSenin, 7 Februari 2022Bacaan Injil: Mrk. 6: 53-56 Saudari/a ku ytk.,Setiap perjumpaan dengan Tuhan bisa membawa perubahan hidup manusia, baik secara lahir maupun batin. Perjumpaan dengan Yesus yang sungguh-sungguh terjadi dalam iman. Ekaristi adalah wujud nyata perjumpaan kita dengan Yesus. Bahkan kita bisa menyentuh dan bersatu dengan Kristus lewat…

  • Makna Pelayanan

    Percik Firman : Makna PelayananRabu, 28 Feb 2024Bacaan Injil: Mat. 20:17-28 “Sama seperti Anak Manusia datang bukan untuk dilayani, melainkan untuk melayani” (Mat 20:28). Saudari/a ku ytk.,Sabda Tuhan hari ini mengingatkan kita akan makna pelayanan yang sejati. Pelayanan butuh pengorbanan. Yesus datang ke dunia untuk melayani, bahkan mengorbankan nyawa-Nya demi keselamatan manusia. Bacaan Injil hari…

  • Kebijakan Cangkem

    Selasa, 13 Desember 2022PW St. Lusia (Perawan dan Martir)Bacaan Injil: Mat 21:28-32 “Aku tidak mau. Tetapi kemudian ia menyesal lalu pergi juga” (Mat 21:30) Saudari/a ku ytk.,Dalam salah satu wawancaranya, Seniman Butet Kartaredjasa mengungkapkan agar kita hati-hati dengan pemimpin yang hanya bisa membuat “kebijakan cangkem”. Seorang pemimpin harus juga bisa membuat kebijakan real, yaitu kebijakan…

  • Batu Sandungan

    Percik Firman: Batu SandunganMinggu, 30 Agustus 2020Bacaan Injil: Mat 16:21-27 “Enyahlah Iblis. Engkau suatu batu sandungan bagi-Ku” (Mat 16:24) Saudari/a ku ytk.,Apakah kaki Anda pernah tersandung batu? Bagaimana rasanya? Dalam hidup bersama apa saja biasanya yang menjadi “batu sandungan”? Bagaimana caranya agar hidup kita sebagai murid Kristus tidak menjadi “batu sandungan” bagi hidup bersama? Dalam…

  • Kehadiran Kristus dalam Ekaristi

    Percik Firman: Kehadiran Kristus dalam EkaristiKamis, 30 April 2020Bacaan Injil: Yoh. 6:44-51 “Akulah roti hidup yang telah turun dari sorga. Jikalau seorang makan dari roti ini, ia akan hidup selama-lamanya” (Yoh 6:51) Saudari/a ku ytk.,Dalam sejarah Gereja sudah ada banyak mukjizat Ekaristi yang diakui dan diyakini oleh Gereja. Tuhan menunjukkan penyertaan-Nya kepada Gereja sepanjang zaman….

  • Datang pada Tuhan

    Percik Firman : Datang pada TuhanRabu, 13 Desember 2023Peringatan Wajib Santa Lusia (Perawan dan Martir)Bacaan Injil : Mat 11:28-30 Saudari/a ku ytk.,Apakah Anda pernah takut dan khawatir dalam hidup ini? Atau hari-hari ini perasaan takut dan khawatir itu sedang Anda alami? Adakah beban berat yang sedang dipikul? Pada peringatan Wajib Santa Lusia hari ini Tuhan…