Berhati Dermawan

Percik Firman: Berhati Dermawan
Sabtu Imam, 6 Juni 2020
Bacaan Injil: Mrk 12: 38-44

“Sesungguhnya janda miskin ini memberi lebih banyak daripada semua orang yang memasukkan uang ke dalam peti persembahan” (Mrk 12:43)

Sdri/a yang terkasih,
Saat saya bertugas di sebuah paroki, saya sering menerima pesan dari seorang ibu yang berhati dermawan. Beliau sudah tinggal sendiri. Anak-anaknya sudah berkeluarga. Suaminya sudah dipanggil Tuhan.

Beliau mengirimi saya pesan, “Romo, saya baru saja mengambil uang pensiun. Maaf, semoga berkenan menerima pulsa 50 ribu dari saya dan membantu pelayanan romo”.

Pesan lewat WhatsApp itu saya terima hampir setiap bulan. Meskipun saya sudah pindah dari paroki itu, si ibu yang berhati dermawan itu masih mengirimi saya pulsa.

Dalam bacaan Injil pada hari Sabtu Imam di bulan Juni ini, dikisahkan bagaimana Tuhan Yesus memuji sikap ketulusan dan kedermawan seorang ibu janda. Dia memasukkan dua peser ke dalam kotak persembahan. “Sesungguhnya janda miskin ini memberi lebih banyak daripada semua orang yang memasukkan uang ke dalam peti persembahan”, puji Yesus.

Orang-orang kaya “yang sedang memasukkan persembahan mereka ke dalam peti persembahan” dipertentangkan dengan janda miskin “yang memasukkan dua peser”. Terkait dengan teks ini, dalam salah satu kesempatan homilinya, Paus Fransiskus pernah mengatakan bahwa orang-orang kaya dalam kisah ini “tidak jahat”, tetapi “orang-orang baik yang pergi ke Bait Suci dan memberikan persembahan mereka”.

Para janda adalah orang yang paling miskin di Israel. Si janda “telah mempersembahkan seluruh mata pencahariannya”, karena ia percaya kepada Tuhan. Ia memberikan segalanya karena Tuhan lebih besar dari yang lain. Pesan utama dari perikop Injil ini adalah undangan bagi kita untuk bermurah hati dan berhati dermawan. Kita diingatkan untuk memberi dengan tulus ikhlas.

Ada seorang dosen Kitab Suci yang mencoba menghitung kata “janda” dalam Kitab Suci. Beliau menemukan ada 84 kata “janda” dalam Kitab Suci. Beberapa janda hebat yang kisahnya dicatat dalam Kitab Suci, antara lain: Naomi, Yudit, Janda di Sarfat, Janda di Nain, Hanna seorang Nabi perempuan yang mengendong bayi Yesus, Janda miskin yang memberikan persembahan, para janda yang datang ke rumah Dorkas, dsb.

Dalam masyarakan Israel waktu itu, janda sering menjadi korban ketidakadilan, penindasan, dan kekerasan. Kadangkala hak-hak mereka dirampas. Janda hidup tanpa perlindungan, tanpa jaminan sosial. Sering pula digambarkan para janda ini menjerit dan menangis karena keadaan mereka yang serba sulit.

Beberapa teks Kitab Suci mencatat ada pihak-pihak yang berusaha memperjuangkan nasib para janda, memberi perhatian dan pelayanan kepada mereka, melindungi para janda jangan sampai hidup mereka hancur dan ditindas oleh para penguasa, orang jahat, orang kaya dan tetangganya. Beberapa janda mempunyai iman yang luar biasa. Contohnya, janda di Sarfat.

Kemurahan hati dapat melapangkan hati dan membantu kita menjadi dermawan. Kita perlu memiliki hati yang dermawan, di mana semua orang bisa masuk. “Orang-orang kaya yang memberi uang itu baik; perempuan tua itu adalah orang kudus”, tegas Paus Fransiskus.

Pertanyaan refleksinya, bagaimana sikap Anda terhadap harta kekayaan yang dimiliki? Apa yang telah dan akan Anda upayakan agar dapat bermurah hati dan berhati dermawan?

Terimakasih atas dukungan doa dan perhatian Anda untuk kami para imam dan juga calon imam. Berkah Dalem dan Salam Teplok dari Bumi Mertoyudan.

# Y. Gunawan, Pr

Similar Posts

  • Berani Ditolak dan Ambil Resiko

    Percik Firman: Berani Ditolak dan Ambil ResikoSenin, 14 Desember 2020PW St. Yohanes dari SalibBacaan Injil: Mat 21:23-27 “Mereka menjawab Yesus: Kami tidak tahu” (Mat 21: 27) Saudari/a ku ytk.,Apakah Anda pernah punya pengalaman ditolak? Cintamu ditolak cewek pujaanmu? Artikel tulisanmu ditolak oleh redaksi media massa? Bahan bimbingan skripsimu ditolak dosen pembimbingmu? Permintaanmu ditolak orangtuamu? Ide…

  • Terus Belajar Mencintai

    Percik Firman : Terus Belajar MencintaiMinggu, 27 Desember 2020Pesta Keluarga KudusBacaan Injil: Luk 2:22-40 Saudari/a ku ytk.,Keluarga adalah sekolah belajar. Di keluarga, kita belajar menjadi anak. Belajar menjadi orangtua. Belajar menjadi besan. Belajar menjadi mertua. Belajar menjadi menantu. Belajar menjadi suami/isteri, dsb. Paus Fransiskus mengungkapkan dalam Anjuran Apostolik Amoris Laetitia (Sukacita Kasih): “Tidak ada keluarga…

  • Tuhan Saja Cukup

    Percik Firman: Tuhan Saja CukupKamis, 15 Oktober 2020PW Santa Teresia Avilla, Perawan dan Pujangga GerejaBacaan Injil : Luk 11:47-54 “Mereka berusaha memancing-Nya, supaya mereka dapat menangkap-Nya berdasarkan sesuatu yang diucapkan-Nya” (Luk 11:54) Sdri/a ku ytk.,Pada zaman sekarang ini banyak orang pandai karena menempuh pendidikan di sekolah. Kepandaian mereka tentu saja sangat membanggakan karena bisa memberikan…

  • Pintu Keselamatan

    Percik Firman: Pintu KeselamatanMinggu, 3 Mei 2020Paskah IV – Minggu PanggilanBacaan Injil : Yoh 10:1-10 “Akulah pintu; barangsiapa masuk melalui Aku, ia akan selamat” (Yoh 10: 9) Saudari/a ku ytk.,Hari ini kita merayakan Hari Minggu Paskah IV sekaligus Hari Minggu Panggilan. Biasanya di banyak paroki diadakan aksi panggilan, promosi panggilan, dll. Tetapi karena kondisi wabah…

  • Janganlah Khawatir

    Percik Firman: Janganlah KhawatirSabtu, 26 Desember 2020Pesta St. Stefanus (Martir pertama)Bacaan Injil: Mat 10:17-22 “Janganlah kamu khawatir akan bagaimana dan akan apa yang harus kamu katakan, karena semuanya itu akan dikaruniakan kepadamu pada saat itu juga” (Mat 10:19) Saudari/a ku ytk.,Perayaan liturgi Hari Raya Natal telah usai. Tetapi pesan Natal tetap menggema dan menantang kita…