Perlu Ketegasan

Percik Firman: Perlu Ketegasan
Minggu Biasa IV, 31 Januari 2021
Bacaan Injil : Mrk 1:21-28

“Yesus menghardiknya, kata-Nya: ‘Diam, keluarlah dari padanya!’” (Mrk 1:25)

Saudari/a ku ytk.,
Santo Antonius Abas (250-356) pernah memberikan kesaksian: “Setan takut pada kita ketika kita berdoa dan bermatiraga. Setan juga takut ketika kita rendah hati dan lemah lembut. Terutama setan takut pada kita ketika kita sangat mencintai Yesus. Setan lari terbirit-birit ketika kita membuat tanda salib”.

Dalam bacaan Injil hari ini, dikisahkan bagaimana kehadiran Tuhan Yesus memberikan daya kekuatan yang luar biasa. Di dalam rumah ibadat ada seorang yang kerasukan setan dan ia berteriak dengan suara keras: “Aku tahu siapa Engkau: Yang Kudus dari Allah.” Bayangkan, roh jahat atau setan tahu siapa Yesus. Bayangkan pula setan pun berani ikut masuk ke rumah ibadat.

Roh Jahat itu sungguh ada di dunia ini. Sejak dulu roh jahat atau setan selalu takut akan kehadiran Yesus. Mereka tahu siapa Yesus, tetapi tidak mau menerima dan mengimani Tuhan Yesus. Otoritas atau kewibawaan Yesus memang sungguh luar biasa, seperti yang disampaikan Santo Antonius Abas tadi.

Ketika otoritas Yesus bekerja dan disertai dengan kesediaan kita menerimanya, maka akan terjadi suatu perubahan yang memulihkan dan menyelamatkan. Tetapi jika kita tidak menerima dan membuka diri, kuasa kegelapan (roh jahat) yang menguasai hidup kita ini.

Bagaimana seharusnya sikap kita terhadap roh jahat? Yesus telah memberikan teladan yang nyata. Yesus bersikap tegas dan tidak mau kompromi dengan roh jahat. Yesus langsung menghardiknya dan berkata: “Diam, keluarlah dari padanya!”

Ia mengajarkan padamu bahwa, berhadapan dengan roh jahat, yang diperlukan adalah ketegasan untuk mengusir, bukan bercakap-cakap dan memberinya waktu lebih lama untuk tinggal dalam tubuh manusia.

Santo Ignatius Loyola dalam Latihan Rohani pun mengingatkan kita akan 3 hal terkait dengan roh jahat ini : 1). Roh Jahat itu akan lemah jika dilawan, dan akan kuat jika kita biarkan; 2). Roh jahat akan menyerang titik lemah kita; dan 3). Roh jahat akan membujuk kita agar menyembunyikan kesalahan dan dosa yang telah kita lakukan.

Maka, hati-hati bahwa jiwa kita pun kerapkali digerogoti roh jahat: kemalasan, kemarahan, kesombongan, dendam, keserakahan, kebencian, dsb. Terhadap roh-roh jahat itu, apa yang kamu lakukan? Menghardiknya dengan tegas atau kompromi dengannya?

Hidup di alam modern saat ini banyak sekali setan yang berkeliaran dalam aneka bentuk dan wujudnya. Di tengah zaman yang serba canggih, kalau kita tidak waspada dan cermat, komputer, hand phone, dan internet yang mempesonakan bisa dipakai sebagai cara kerja roh jahat. Orang mudah terjerumus pada penyembahan berhala, menyebarkan berita hoak atau bohong, fitnah, cercaan, dan makian yang kasar kepada sesamanya.

Setiap tanggal 31 Januari Gereja merayakan Peringatan Wajib Santo Yohanes Bosko (1815-1888). Dia dikenal dengan nama Don Bosko (Italia : Don, sebutan untuk imam praja atau pastor diosesan). Dia peduli pada pendidikan kaum muda. Gereja mengangkat Don Bosko menjadi pelindung kaum muda.

Dia pernah berpesan, “Kaum muda jangan hanya dikasihi, tetapi mereka juga harus tahu bahwa mereka itu dikasihi”. Pesan singkat dan penuh makna. Pentingnya ditumbuhkan kesadaran dalam diri kaum muda bahwa mereka itu sangat berharga, mereka tidak sendiri, mereka sungguh dikasihi.

Yang menarik, saat menerima jubah pertama sebagai seorang frater waktu itu, ibunya, Mama Margaretha berpesan kepada Yohanes Bosko, “Ibu ingin engkau mempertimbangkan secara saksama langkah yang kau ambil. Setelah itu, ikutilah panggilanmu tanpa mempedulikan siapa saja. Hal yang terpenting ialah keselamatan jiwamu. Allah harus mendapatkan tempat yang pertama”.

Pertanyaan refleksinya, Godaan-godaan apa saja yang membujukmu akhir-akhir ini? Apakah Anda sadar bahwa Anda adalah pribadi yang berharga dan sangat dikasihi oleh Allah? Berkah Dalem dan Salam Teplok dari bumi Mertoyudan.# Y. Gunawan, Pr

Similar Posts

  • Tubuh Kristus, Selamatkanlah Kami

    Percik Firman: Tubuh Kristus, Selamatkanlah KamiMinggu, 6 Juni 2021HR Tubuh dan Darah KristusBacaan Injil: Mrk 14:12-16.22-26 Sdri/a yang terkasih,Pada Hari Raya Tubuh dan Darah Kristus hari ini, saya teringat akan doa Jiwa Kristus. Pernahkah Anda mendoakan doa Jiwa Kristus (Anima Christi)? Doa itu cukup singkat, sangat bagus, mendalam, dan penuh makna. Dalam doa itu, kita…

  • Menjadi “Ksatria” Masa Kini

    Percik Firman: Menjadi “Ksatria” Masa KiniSenin, 20 April 2020Bacaan Injil: Yoh 3:1-8 “Rabi, kami tahu, bahwa Engkau datang sebagai guru yang diutus Allah” (Yoh 3:2) Saudari/a ku ytk.,Pada suatu hari ada seorang seminaris yang meminjam sepeda saya untuk berolahraga mengelilingi kompleks Seminari Mertoyudan. Saking semangatnya dalam menggenjot pedal sampai bagian gir rantai rusak dan patah….

  • Hati yang Bersyukur

    Percik Firman : Hati yang BersyukurRabu, 14 Juli 2021Bacaan Injil: Mat 11:25-27 ”Aku bersyukur kepada-Mu, ya Bapa, Tuhan langit dan bumi!” (Mat. 11: 25) Saudari/a ku ytk.,Saat masih menjadi ketua UNIO Keuskupan Agung Semarang (KAS), paguyuban para Imam Diosesan KAS, Bapak Kardinal Ignatius Suharyo Pr pernah menegaskan pada tahun 1991 demikian, ”Bersyukur itu membahagiakan, membebaskan…

  • Makna Sahabat

    Percik Firman : Makna SahabatJumat, 14 Mei 2021Pesta Santo Matias, RasulNovena Roh Kudus hari ke-1Bacaan Injil: Yoh 15:9-17 “Kamu adalah sahabat-Ku, jikalau kamu berbuat apa yang Kuperintahkan kepadamu” (Yoh 15:14) Saudari/a ku ytk.,Merenungkan sabda Tuhan pada pesta Santo Matias Rasul dan Hari pertama Novena Roh Kudus hari ini, saya teringat akan dua buah ungkapan tentang…

  • Firman: Inti Hukum Taurat

    Percik Firman: Inti Hukum TauratJumat, 8 Maret 2024Bacaan Injil: Mrk 12:28-34 Saudari/a ku ytk.,Dalam bacaan Injil hari ini, dikisahkan ahli Kitab bertanya kepada Yesus. Dia bertanya tentang sesuatu yang dipandang sungguh sulit, yaitu “Perintah manakah yang paling utama?” Padahal Hukum Taurat dalam masyarakat Yahudi berisi 613 butir. Mereka membagi Hukum Taurat itu menjadi dua bagian,…

  • Natal di Tengah Pandemi

    Percik Firman: Natal di Tengah PandemiJumat, 25 Desember 2020Bacaan Injil: Luk 2:15-20 “Mereka cepat-cepat berangkat dan menjumpai Maria dan Yusuf dan bayi itu, yang sedang berbaring di dalam palungan” (Luk 2:16) Saudari/a ku ytk.,Selamat Natal! Sang Imanuel telah lahir ke dunia. Apa makna natal bagi Anda di tengah pandemi Covid-19 saat ini? Pada perayaan Natal…