|

Integrative Learning: Belajar, Berkreasi, dan Bermain

Kelas XI IPA SMA Seminari Menengah Mertoyudan melakukan Integrative Learning pada Selasa, (28/2/23). Tema yang diangkat dalam Integrative Learning kali ini adalah Teknologi Pangan yang ditelaah dari mata pelajaran Biologi, Fisika, Kimia, Bahasa Inggris, Bahasa Latin, Agama, dan Kitab Suci.

Pada awal pembelajaran, sebuah video mengenai peristiwa Jogo Tonggo di masa pandemi diputarkan yang kemudian diikuti dengan pertanyaan stimulus yang memantik rasa empati dan simpati para seminaris. Para seminaris juga diminta untuk berpikir jika mereka berada dalam keadaan terdesak, inovasi apa yang akan mereka lakukan untuk mengembangkan bahan pangan yang ada di sekitar mereka sehingga memiliki daya tarik, cita rasa, serta nilai gizi yang baik.

Seminaris diajak untuk memahami pengolahan pangan dalam mata pelajaran Kitab Suci dan Agama. Dalam mata pelajaran Fisika, seminaris diajak untuk memahami proses perpindahan kalor. Pemanfaatan mahkluk hidup seperti jamur, bakteri, dan virus untuk menghasilkan barang atau jasa yang bisa digunakan manusia dipelajari dalam mata pelajaran Biologi. Seminaris juga belajar tentang penamaan istilah-istilah teknis berdasarkan bentuk, proses yang menyertai, fungsi, ciri khas, dan penemunya dalam mata pelajaran Bahasa Latin. Disperse atau penyebaran merata 2 fase juga dipelajari dalam mata pelajaran Kimia. Seminaris juga belajar tentang Procedure Text di mata pelajaran Bahasa Inggris.

Untuk membuat inovasi makanan sederhana menggunakan bahan-bahan yang ada di sekitar mereka, para seminaris dibagi menjadi 5 kelompok. Dengan menggunakan gawai, mereka diajak untuk mencari alat, bahan, serta langkah pembuatannya melalui permainan sederhana. Setelah, mengumpulkan alat, bahan, serta langkah pembuatan, para seminaris melakukan praktik untuk membuat bahan pangan seperti keju mozzarella, whipped cream, mayones, dalgona coffee, dan yogurt. Menariknya, instruksi dalam kartu dituliskan dengan Bahasa Latin dan seminaris juga diminta untuk menuliskan resep serta membuat video terkait proses pembuatan dalam Bahasa Inggris yang kemudian diunggah ke media sosial. Mereka juga diminta untuk mencari tahu penerapan ilmu dalam mata pelajaran Kimia, Fisika, dan Biologi dalam teknologi pangan yang mereka buat.

Similar Posts