Pengampunan Membawa Sukacita

Selasa, 14 Maret 2023
Bacaan Injil: Mat. 18: 21-35

Saudari/a ku ytk.,
Merenungkan bacaan Injil hari ini, saya teringat akan sharing salah seorang umat yang menarik. Beliau memberi kesaksian bagaimana mengampuni suaminya. Mereka dulu menikah di Gereja Katolik dengan dispensasi beda agama.

Dalam perjalanan waktu, mereka dianugerahi anak. Sang suami selingkuh dan menikah lagi. Padahal biaya kuliah suami sampai S3 dibiayai dengan gaji isterinya.

“Tak terbayangkan pengorbanan saya sebagai istri yang dibalas pengkhianatan yang begitu keji dari suami. Ia minta cerai di pengadilan”, tutur ibu itu pada saya.

“Sampai suatu hari saya hanya bisa berpasrah, benar-benar pasrah sambil berdoa Rosario dan 77x Bapa Kami”, lanjutnya.

“Pengalaman iman yang sungguh luar biasa itu terjadi. Saat saya sedang berdoa 77x Bapa Kami, pada butir antara 20-30, tiba-tiba datanglah Yesus dalam posisi tangan seperti tangan seorang ibu yang ingin merengkuh atau mengajak anaknya untuk datang”, kenang ibu itu.

Lalu saya tanya kepada ibu itu, “Apakah ibu sudah mengampuni suami yang sudah selingkuh dan nikah lagi itu?” Ia menjawab, “Saya sudah mengampuni, Rama. Saya sudah tidak sakit hati”. Ibu itu hebat. Luar biasa. Dia menghayati sabda pengampunan dari Sabda Tuhan Yesus pada hari ini.

Bacaan Injil hari ini mengungkapkan tentang ajakan Yesus untuk mengampuni orang yang bersalah dan yang sudah menyakiti. Mengampuni tidak hanya sampai tujuh kali, tetapi mengampuni sampai 70×7 kali. Artinya, pengampunan tak terbatas. Siapa yang mengampuni dosanya juga diampuni Tuhan.

Dikhianati itu memang menyakitkan. Mengampuni orang yang sudah menyakiti hati itu tidak mudah. Apalagi orang yang dicintai itu selingkuh. Sakitnya tuhhh di sini. Butuh proses dan waktu untuk berekonsiliasi dan berdamai.

Paus Fransiskus pernah mengungkapkan, “Tidak ada pernikahan atau keluarga yang sehat tanpa olah pengampunan. Pengampunan adalah penting untuk kesehatan emosional kita dan kelangsungan hidup spiritual. Tanpa pengampunan keluarga menjadi sebuah teater konflik dan benteng keluhan.”

Lebih lanjut diungkapkan, “Tanpa pengampunan keluarga menjadi sakit. Mempertahankan luka hati adalah tindakan merusak diri sendiri. Itulah sebabnya keluarga harus menjadi tempat kehidupan dan bukan tempat kematian. Pengampunan membawa sukacita…Pengampunan membawa penyembuhan”.

Saat kita keluar dari kamar pengakuan dosa, hati kita tentu lega dan bersukacita. Mengapa? Karena sudah mendapat pengampunan Tuhan lewat Sakramen Tobat. Tentu kita juga gembira saat kesalahan kita diampuni atau dimaafkan oleh orang yang pernah kita sakiti.

Hati kita juga bisa plong dan lega setelah bisa memaafkan kesalahan orang lain pada kita. Orang yang berada dalam sakratul maut juga akan bisa meninggal dunia dengan tenang jika dia sudah mengampuni atau memaafkan. Tidak lagi menyimpan dendam. Daya pengampunan itu sungguh luar biasa untuk hidup kita dan jiwa kita.

Pertanyaan refleksinya, bagaimana perasaa Anda saat disakiti dan dikhianati? Sudahkah Anda menghayati sabda Yesus untuk mengampuni dengan tak terbatas? Berkah Dalem dan Salam Teplok dari Bujang Semar (Bumi Jangli Semarang) # Y. Gunawan, Pr

Similar Posts

  • Let go and Let God

    Percik Firman: Let go and Let GodSenin, 25 Januari 2021Pesta Bertobatnya Santo PaulusBacaan Injil : Mrk 16:15-18 “Pergilah ke seluruh dunia, beritakanlah Injil kepada segala makhluk” (Mrk 16:15) Saudari/a ku ytk.,Saya terkesan dengan sharing pertobatan dari salah seorang umat yang disampaikan dalam acara “Persaudaraan Devosi Maria” lewat zoom tadi malam yang juga disiarkan HIDUP TV….

  • Apakah yang kamu cari?

    Percik Firman: Apakah yang kamu cari?Kamis, 4 Januari 2024Bacaan Injil: Yoh 1:35-42 Saudari/a ku ytk.,Apa yang ingin Anda cari dalam hidup ini? Apa yang Anda rindukan saat ini? Pasangan suami-isteri yang sudah lama menikah dan belum diberi momongan oleh Tuhan, tentu merindukan anak. Anda yang sudah lulus kuliah tentu ingin segera mendapat pekerjaan. Anda yang…

  • Tubuh Kristus, Selamatkanlah Kami

    Percik Firman: Tubuh Kristus, Selamatkanlah KamiMinggu, 6 Juni 2021HR Tubuh dan Darah KristusBacaan Injil: Mrk 14:12-16.22-26 Sdri/a yang terkasih,Pada Hari Raya Tubuh dan Darah Kristus hari ini, saya teringat akan doa Jiwa Kristus. Pernahkah Anda mendoakan doa Jiwa Kristus (Anima Christi)? Doa itu cukup singkat, sangat bagus, mendalam, dan penuh makna. Dalam doa itu, kita…

  • “Aja Mung Obor-Obor Blarak”

    Percik Firman: Semangat “Aja Mung Obor-Obor Blarak”Selasa, 30 Maret 2021Bacaan Injil: Yoh 13: 21-33.36-38 “Tuhan, mengapa aku tidak dapat mengikuti Engkau sekarang? Aku akan memberikan nyawaku bagi-Mu!” (Yoh 13:37) Saudari/a ku ytk.,Dalam masyarakat Jawa, dikenal ada ungkapan “Aja mung obor-obor blarak”. Obor blarak adalah nyala api yang terjadi pada blarak (daun kelapa kering). Blarak akan…

  • Perlu Introspeksi Diri

    Percik Firman: Perlu Introspeksi DiriSenin, 22 Juni 2020Bacaan Injil: Mat 7:1-5 “Mengapakah engkau melihat selumbar di mata saudaramu, sedangkan balok di dalam matamu tidak engkau ketahui?” (Mat 7:3) Saudari/a ku ytk.,Dalam pembinaan calon imam di Seminari Mertoyudan ada kegiatan yang diberi nama “corectio fraterna”. Kegiatan ini adalah kesempatan bagi setiap seminaris untuk saling memberikan pujian…

  • Yesus Marah

    Percik Firman: Yesus MarahJumat, 20 November 2020Bacaan Injil : Lukas 19:45-48 “Mulailah Yesus mengusir semua pedagang di situ, kata-Nya kepada mereka: ‘Ada tertulis: Rumah-Ku adalah rumah doa. Tetapi kamu menjadikannya sarang penyamun” (Luk 19:46) Saudari/a ku ytk.,Pernahkah Anda marah? Apa yang menyebabkan Anda marah? Marah untuk suatu kebaikan bersama atau untuk mendidik adalah hal yang…