Lukisan "Maria Lactans" dari Carlo Maratta - Seniman senior Italia (1625 – 1713)

Ketulusan Berbagi

Percik Firman: Ketulusan Berbagi
Minggu Biasa ke-32, 7 Nov 2021
Bacaan Injil : Mrk 12:38-44

Saudari/a ku ytk.,
Kehidupan di Seminari Mertoyudan ini banyak ditopang oleh kemurahan hati dan kedermawanan para donatur dan pemerhati dari berbagai tempat. Ada donatur yang perseorangan, ada yang keluarga, ada yang kelompok doa, paguyuban ibu-ibu lingkungan/wilayah/ paroki, dan ada pula sumbangan dari paroki. Beberapa hari yang lalu ada sumbangan donasi dari Paguyuban Ibu-Ibu Paroki Pugeran.

Terkait dengan donatur yang perorangan, saya mengenal bahwa ada dari mereka yang sudah hidup sendiri. Ibu janda itu biasanya mengirimkan makanan dan uang ke seminari. Beliau mempunyai hati yang tulus dan kepedulian untuk mendukung pendidikan calon imam.

Manusia adalah makhluk pribadi, sekaligus kita manusia adalah makhluk sosial. Kita tidak bisa hidup sendiri. Kita membutuhkan orang lain. Kita dipanggil menjadi sesama bagi orang lain (homo homini socius).

Kalau filsuf Rene Descartes mengatakan “cogito ergo sum” (saya berpikir maka saya ada). Dari sabda Tuhan hari ini, kita mendapat inspirasi dari tindakan ibu janda di bait Allah: “Saya berbagi, maka saya ada”.

Dalam bacaan Injil hari ini, Tuhan Yesus memuji sikap seorang ibu janda yang bermurah hati dan berdermawan. Dia memberikan uang persembahan dengan tulus ikhlas. Padahal, uang itu sangat ia butuhkan. Sudah tidak ada gantungan hidupnya. Suaminya sudah meninggal dunia. Anaknya tidak ada.

Kata “janda” dalam bahasa Ibrani adalah ’almanâ dan kata Yunaninya adalah chera. Dalam penggunaan umum kata Yunani chera memiliki akar yang bermakna “ditinggalkan, tertinggal kosong”. Sementara makna ’almanâ lebih melukiskan seorang wanita yang kehilangan dukungan sosial dan ekonomi karena kematian suaminya. Seorang janda memiliki status sosial yang lemah.

Dalam Injil hari ini, orang-orang kaya “yang sedang memasukkan persembahan mereka ke dalam peti persembahan” dipertentangkan dengan janda miskin “yang memasukkan dua peser”. Paus Fransiskus pernah merenungkan bahwa orang-orang kaya dalam kisah ini “tidak jahat”. Tetapi mereka adalah “orang-orang baik yang pergi ke Bait Suci dan memberikan persembahan mereka”.

Bapa Suci mengajak kita untuk memiliki hati yang dermawan, di mana semua orang bisa masuk. “Orang-orang kaya yang memberi uang itu baik; perempuan tua itu adalah orang kudus”, kata Paus Fransiskus. Pesan dari perikop Injil ini adalah undangan untuk bermurah hati dan tulus berbagi.

Bunda Maria juga menjadi teladan kita dalam menghayati hidup yang tulus dan berbagi. Dia menjawab ‘ya’ atas tawaran untuk menjadi ibu Sang Mesias. Dia menjadi ibu yang mengandung, melahirkan dan merawat Yesus dari bayi sampai wafat-Nya. Dia memangku bayi Yesus dan memangku jenasah Yesus. Dia seorang ibu yang penuh kasih dan tulus dalam memberikan seluruh hidupnya bagi Yesus dan Gereja-Nya.

Di dalam Gereja Katolik ada “Virgo Lactans” atau “Madonna Lactans” atau “Madonna del latte”, yaitu ikonografi Bunda Maria yang sedang menyusui bayi Yesus. Representasi ikonografi pertama Madonna del Latte ditemukan di Mesir dan berasal dari abad VI-VII.

Lucetta Scaraffia, Profesor dan sejarawan kontemporer di Universitas La Sapienza Roma, mengungkapkan bahwa gambar tersebut mengungkapkan sosok Bunda Maria sebagai seorang wanita yang lembut dan seorang ibu yang penuh kasih. Ditegaskan, “Bayi Yesus adalah bayi seperti semua manusia lain, keilahian-Nya tidak mengecualikan kemanusiaan-Nya”.

Dalam sejarah Gereja, patung atau lukisan “Bunda Maria menyusui Bayi Yesus” dihormati sebagai Maria pelindung bagi pasutri yang mengharapkan segera memiliki keturunan, pelindung para ibu yang memiliki bayi, pelindung para bayi, lambang kasih sayang keibuan Maria kepada semua anaknya, dan juga sebagai teladan bagi semua ibu dalam merawat anak-anaknya.

Marilah kita memohon restu kepada Bunda Maria agar kita menjadi pribadi yang tulus dalam mengasihi dan berbagi dalam hidup ini. Berkah Dalem dan Salam Teplok dari MeSRA (Mertoyudan Spiritual Rest Area). # Y. Gunawan, Pr

Similar Posts

  • Tetap Berbuat Baik

    Percik Firman : Tetap Berbuat BaikRabu, 20 Januari 2021Bacaan Injil: Mrk 3:1-6 “Manakah yang diperbolehkan pada hari Sabat, berbuat baik atau berbuat jahat, menyelamatkan nyawa orang atau membunuh orang?” (Mrk 3:4) Saudari/a ku ytk.,Dalam hidup sehari-hari seringkali kita dihadapkan pada pilihan yang tidak mudah. Pilihan itu bisa membuat orang menjadi dilema, bingung, dan galau. Nilai…

  • Kesetiaan Merawat

    Percik Firman: Kesetiaan MerawatJumat, 13 Agustus 2021Bacaan Injil: Mat 19: 3-12 Saudari/a ku ytk.,Merenungkan sabda Tuhan hari ini, saya ingat beberapa pasutri katolik yang sudah menikah sekian tahun, belum diberi anak oleh Tuhan. Mereka tetap rukun, kompak, dan setia. Anak memang anugerah Tuhan. Anak tidak menjadi alasan untuk berkonflik, apalagi bercerai. Mereka sadar betul bahwa…

  • Gerakan 3 M ala Yesus

    Percik Firman : Gerakan 3 M ala YesusSenin, 11 Januari 2021Bacaan Injil: Mrk 1:14-20 “Yesus segera memanggil mereka dan mereka meninggalkan ayahnya, Zebedeus, di dalam perahu bersama orang-orang upahannya lalu mengikuti Dia” (Mrk 1:20) Saudari/a ku ytk.,Selama pandemi Covid-19 kita sering mendengar dan membaca gerakan 3 M. Pemerintah, tim Satgas Covid, para tokoh agama dan…

  • Saling Mendekat

    Percik Firman : Saling MendekatSenin, 28 Maret 2022Bacaan Injil: Yoh. 4: 43-54 Saudari/a ku ytk,.Saat saya masih kecil, setiap musim panen ada group kesenian tradisional “ledek” yang mengamen dari desa ke desa. Biasanya timnya ada 4-5 org. Ada yang main musik gamelan dan penari sekaligus penyanyi. Mereka membawa obor atau oncor. Sekarang kesenian seperti itu…

  • Berdoa di Gunung

    Percik Firman: Berdoa di GunungSelasa, 6 Agustus 2024Pesta Yesus Menampakkan Kemulian-NyaBacaan Injil: Mat 17:1-9 Kata Petrus kepada Yesus: “Tuhan, betapa bahagianya kami berada di tempat ini.” (Mat 17:4) Saudari/a ku ytk.,Apakah Anda pernah membuat bahagia orang lain dengan doa-doa Anda selama ini? Jika sudah, puji Tuhan. Doa itu memberikan daya yang luar biasa dalam hidup…

  • Aku dan Yesus

    Percik Firman : Aku dan YesusKamis, 5 Agustus 2021Bacaan Injil: Matius 16:13-23 “Engkaulah Petrus dan di atas batu karang ini Aku akan mendirikan GerejaKu” (Mat 16:18) Saudari/a ku ytk.,Sabda Tuhan hari ini mengungkapkan dua hal, yaitu: siapa Yesus bagi diri kita secara pribadi sekaligus kuasa kunci dari Yesus kepada Petrus. Pengalaman pribadi kita dengan Tuhan…