Meski Tidak Sempurna

Percik Firman : Meski Tidak Sempurna
Jumat Pertama, 2 Juli 2021
Bacaan Injil: Mat. 9: 9-13

“Yesus melihat seorang yang bernama Matius duduk di rumah cukai, lalu Ia berkata kepadanya: ‘Ikutlah Aku’”

Saudari/a ku ytk.,
Ada seorang bapak yang sharing tentang panggilan anaknya yang di seminari. Sampai sekarang sang bapak belum bisa memahami kehendak Tuhan kenapa anaknya dipanggil menjadi (calon) imam. Ia sadar keluarganya tidak sempurna. Masih banyak kekurangan dan kelemahan.

Lalu saya meneguhkan: “Itulah misteri ilahi, pak. Panggilan itu misteri. Tuhan tidak menuntut yang sempurna. Dengan menjadi imam, anak bapak bisa menjadi berkat untuk keluarga”.

Hal ini mengingatkan saya akan pernyataan Paus Fransiskus. Paus Fransiskus dalam ajaran Amoris Laetitia (Sukacita Kasih) mengungkapkan, “Tidak ada keluarga jatuh dari surga dalam bentuk sempurna. Keluarga perlu terus bertumbuh dan dewasa dalam kemampuan mencintai…semoga kita tidak patah semangat karena keterbatasan kita” (AL 325).

Pada kesempatan lain, Paus Fransiskus mengungkapkan dalam Sinode Keluarga, “Tidak ada keluarga yang sempurna. Kita tidak punya orang tua yang sempurna; kita tidak sempurna; tidak menikah dengan orang yang sempurna; kita juga tidak memiliki anak yang sempurna. Kita memiliki keluhan tentang satu sama lain. Kita kecewa dengan satu sama lain. Oleh karena itu, tidak ada pernikahan yang sehat atau keluarga yang sehat tanpa olah pengampunan. Pengampunan adalah penting untuk kesehatan emosional kita dan kelangsungan hidup spiritual”.

Bacaan Injil pada hari Jumat Pertama di bulan Juli hari ini mengisahkan bagaimana Tuhan Yesus memanggil Matius seorang pendosa. Ia dipanggil menjadi rasul Yesus dan menulis Injil Matius. Ia seorang Yahudi yang bekerja sebagai pemungut cukai. Pada zaman itu pemungut cukai dibenci, dicap negatif, dan dianggap hina oleh masyarakat. Pemungut cukai sering dikelompokkan sebagai ‘orang berdosa’.

Mengapa mereka dibenci atau dianggap hina? Karena mereka bekerja sebagai penagih pajak untuk pemerintah Romawi dan menjadi kaki tangan penjajah. Mereka memeras rakyat dengan cara menaikkan pajak dan mengkorupsi kelebihannya.

Yesus memanggil seorang pemungut cukai, yang adalah orang yang hina dan tidak sempurna. Kalau Anda adalah orang yang dianggap hina oleh masyarakat, janganlah takut untuk datang kepada Yesus! Jangan malu mendukung anak-anakmu menjawab panggilan Tuhan. Dan hai, teman-teman muda, jangan ragu untuk mempersembahkan dirimu untuk menjadi imam, suster atau bruder.

Jangan malu untuk dilibatkan Tuhan dalam karyaNya.
Jangan malah kita menjadi ‘sastra gedheg’ atau ‘prawira muntir’ atau ‘jaya endha’. Artinya, memilih menghindar dan mbulet dengan berbagai alasan untuk menolaknya…hehehehe…

Tuhan tidak menuntut kesempurnaan dari kita, tetapi meminta kesiapsediaan (disponibilitas) kita untuk dibimbingNya dan dilibatkan untuk pengembangan Gereja-Nya. Bisa dilibatkan menjadi prodiakon, ketua lingkungan, pengurus dewan paroki/stasi, lektor, misdinar, organis, imam, suster, bruder, tim caos dhahar rama, dsb.

Pertanyaan refleksinya, pernahkah Anda mengalami dicap negatif oleh orang-orang di sekitarmu? Bagaimana reaksi Anda atas penilaian orang lain itu?

Marilah kita belajar dari Yesus yang berbelaskasih. Dia datang bukan untuk memanggil orang benar, melainkan orang berdosa. Hati Yesus yang Mahakudus, kasihanilah kami. Berkah Dalem dan Salam Teplok dari MeSRA (Merto Spiritual Rest Area). # Y. Gunawan, Pr

Similar Posts

  • Belas Kasih Tuhan

    Percik Firman : Belas Kasih TuhanJumat Pertama, 3 November 2023Devosi Hati Kudus YesusBacaan Injil: Lukas 14:1-6 Saudari/a ku ytk,.Apakah Anda tahu penyakit busung air? Penyakit busung air merupakan istilah awam yang sering digunakan oleh masyarakat luas untuk menamai kondisi terjadinya penumpukan atau penimbunan cairan di dalam rongga perut yang berlebihan. Istilah medisnya adalah Ascites. Orang…

  • Siapa yang menjadi pelitamu?

    Kamis, 23 Maret 2023Bacaan Injil : Yoh 5:31-47 “Yohanes adalah pelita yang menyala dan yang bercahaya” (Yoh 5:35) Saudari/a ku ytk.,Ada sebuah pepatah bijak yang mengatakan, “Lebih baik menyalakan sebuah lilin kecil di tengah kegelapan daripada mengutuki kegelapan”. Nasihat ini mengingatkan kita pentingnya melakukan tindakan sekecil apapun daripada hanya mengeluh dan menggerutu saja terhadap situasi…

  • Pertolongan Tuhan

    Percik Firman : Pertolongan TuhanSelasa, 30 Juni 2020Bacaan Injil : Mat 8:23-27 “Datanglah murid-murid-Nya membangunkan Dia, katanya: ‘Tuhan, tolonglah, kita binasa” (Mat 8:25) Saudari/a ku ytk.,Gereja ini ibarat bahtera atau kapal yang berlayar. Sampai ada lagu yang berjudul “Gereja bagai Bahtera”. Dalam pelayaran kita mengarungi “samudera kehidupan di dunia ini”, kita berada dalam kapal yang…

  • Berani Menegur

    Percik Firman : Berani MenegurSabtu Imam, 1 Agustus 2020PW St. Alfonsus Maria de Liguori (Uskup dan Pujangga Gereja)Bacaan : Mat 14:1-12 “Yohanes pernah menegor Herodes, katanya: ‘Tidak halal engkau mengambil Herodias!’” (Mat 14:4) Saudari/a ku ytk.,Bacaan Injil pada Peringatan Wajib St. Alfonsus Maria de Liguori hari ini mengisahkan komitmen Yohanes Pembaptis sebagai seorang nabi. Atas…

  • Terpesona dengan Yesus

    Percik Firman: Terpesona dengan YesusJumat Pertama, 5 Juni 2020PW St. Bonifasius (Uskup dan Martir)Bacaan Injil: Mrk 12: 35-37 “Orang banyak yang besar jumlahnya mendengarkan Dia dengan penuh minat.” (Mrk 12:37) Sdri/a yang terkasih,Para ahli spiritual mengungkapkan bahwa orang beriman Kristiani itu mempunyai dinamika dalam relasi dengan Yesus. Dinamika itu digambarkan dengan tiga kata, yaitu melihat,…

  • Belaskasih Versus Peraturan

    Percik Firman : Belaskasih Versus PeraturanJumat, 16 Juli 2021Bacaan Injil: Mat 12:1-8 Sdri/a ku ytk.,Kita tahu bahwa Gereja Katolik tidak mengenal dan tidak mengizinkan perceraian. Karena perkawinan adalah sebuah panggilan hidup yang suci dan luhur. Apa yang sudah disatukan Allah, tidak dapat diceraikan oleh manusia dengan alasan apapun, kecuali oleh kematian yang wajar. Ketika ada…