Kuatkanlah Hatimu

Percik Firman: Kuatkanlah Hatimu
Senin, 25 Mei 2020
Novena Roh Kudus Hari ke-4
Bacaan : Yoh 16:29-33

“Dalam dunia kamu menderita penganiayaan, tetapi kuatkanlah hatimu, Aku telah mengalahkan dunia” (Yoh 16:33)

Sdri/a yang terkasih,
Secara psikologis setiap orang membutuhkan rasa nyaman dalam hidup ini. Kebutuhan rasa nyaman menjadi salah satu kebutuhan dasar yang penting. Di sana orang merasakan pengalaman diterima, dikuatkan, disemangati dan diperhatikan.

Apalagi jika sedang menghadapi suatu masalah, kehadiran seorang sahabat sangat penting. Penghiburan dan peneguhan seorang sahabat akan memberikan rasa nyaman, damai, dan ayem. Iya nggak?

Dalam bacaan Injil pada Novena Roh Kudus hari ke-4 ini, Tuhan Yesus memberikan penghiburan dan peneguhan kepada para murid-Nya. Masih dalam konteks amanat perpisahan dengan para murid, Tuhan Yesus menasihati mereka. “Dalam dunia kamu menderita penganiayaan, tetapi kuatkanlah hatimu, Aku telah mengalahkan dunia”, tutur Tuhan Yesus.

Tuhan Yesus menubuatkan penderitaan yang akan dialami para murid di masa mendatang. Dia menguatkan mereka bahwa Dia telah mengalahkan dunia. Menjadi murid Kristus tidak lepas dari penderitaan. Yesus sudah memberikan teladan. Yesus sudah mengalaminya terlebih dahulu. Maka, salib orang Katolik tetap ada Corpus Christi (Tubuh Kristus) yang masih tergantung di kayu salib.

Paus Fransiskus juga pernah mengatakan bahwa kehidupan Kristiani bukanlah kirab atau pesta dan sukacita yang berkesinambungan. Kehidupan Kristiani memiliki saat-saat yang baik maupun saat-saat yang buruk, saat-saat kehangatan dan keterpisahan, di mana tidak semuanya memiliki makna, termasuk saat-saat kehancuran.

Pada saat penganiayaan batiniah dan keadaan batin jiwa, umat Kristiani diajak untuk terus bertekun dan tegar. Ada sebuah resep yang dapat membantu kita memerangi kehancuran atau penderitaan, yakni: ingatan dan harapan. Seperti rasul Paulus, misalnya, pertama-tama kita harus mengingat saat-saat indah, masa suka cita, hari-hari bahagia perjumpaan kita dengan Tuhan. Dan, kedua, kita harus memiliki harapan untuk apa yang telah dijanjikan kepada kita.

Dengan kehidupan yang terdiri dari masa-masa baik dan buruk, sangat penting bagi kita untuk tidak membiarkan diri kita jatuh dan kembali dalam saat-saat sulit. Sebagai orang beriman kita diingatkan untuk tidak menyerah pada masa-masa sulit serta untuk tetap bertahan dalam ingatan dan harapan.

Pertanyaan refleksinya, apakah Anda punya sahabat yang hadir menguatkan dirimu saat mengalami kesedihan atau mengalami masalah dalam hidup ini? Apa yang Anda lakukan ketika melihat teman atau saudara sedang galau, sedih dan punya masalah? Berkah Dalem dan Salam Teplok dari Bumi Mertoyudan.

# Y. Gunawan, Pr

Similar Posts

  • Mengarahkan Hati

    Percik Firman : Mengarahkan HatiKamis, 30 Juli 2020Bacaan Injil: Mat 13: 47-53 “Setelah penuh, pukat itupun ditarik orang ke pantai, …ikan yang baik dikumpulkan ke dalam pasu dan ikan yang tidak baik mereka buang” (Mat 13:48) Saudari/a ku ytk.,Merenungkan bacaan Injil hari ini tentang pukat yang dilabuhkan ke laut, saya teringat akan video Paus Fransiskus….

  • Pengorbanan dan Ketangguhan Ibu

    Percik Firman : Pengorbanan dan Ketangguhan IbuKamis, 8 Februari 2024Bacaan Injil: Mrk 7:24-30 Saudari/a ku ytk.,Merenungkan bacaan Injil pada hari ini, saya teringat akan kiriman sebuah kisah inspiratif dari seorang teman tentang pengorbanan seorang ibu yang luar biasa. Begini kisahnya: “Saat makan, jika makanan kurang, ibu akan memberikan makanan itu kepada anaknya dan berkata, ‘Cepatlah…

  • Introspeksi Diri

    Percik Firman : Introspeksi DiriJumat, 11 September 2020Bacaan Injil : Luk 6:39-42 “Keluarkanlah dahulu balok dari matamu, maka engkau akan melihat dengan jelas untuk mengeluarkan selumbar itu dari mata saudaramu” (Luk 6:42) Saudari/a ku ytk.,Apakah Anda pernah tahu dan membaca buku “Mengikuti Jejak Kristus” (Imitatio Christi)? Buku ini ditulis oleh Thomas A Kempis. Pada suatu…

  • Perintah Paling Utama

    Percik Firman: Perintah Paling UtamaKamis, 4 Juni 2020Bacaan Injil: Mrk 12: 28b-34 “Kata ahli Taurat itu kepada Yesus: ‘Memang mengasihi Dia dengan segenap hati … dan juga mengasihi sesama manusia seperti diri sendiri adalah jauh lebih utama dari pada semua korban bakaran dan korban sembelihan.” (Mrk 12:32) Sdri/a yang terkasih,Bacaan Injil dalam tiga hari berturut-turut…

  • Mewartakan Kisah Kasih Yesus

    Percik Firman: Mewartakan Kisah Kasih YesusSabtu, 30 Mei 2020Novena Roh Kudus Hari ke-9Bacaan Injil: Yoh 21:20-25 “Masih banyak hal-hal lain lagi yang diperbuat Yesus, tetapi jikalau semuanya itu harus dituliskan satu per satu, maka agaknya dunia ini tidak dapat memuat semua kitab yang harus ditulis itu” (Yoh 21:25) Sdri/a yang terkasih,Dulu ada lagu yang menjadi…

  • Pendosa Menjadi Santo

    Percik Firman : Pendosa Menjadi SantoSabtu, 28 Agustus 2021PW Santo Agustinus, Uskup dan Pujangga GerejaBacaan Injil: Mat 25:14-30 Saudari/a ku ytk.,Setiap orang akan senang jika mempunyai karyawan yang baik dan jujur. Mereka akan dipuji oleh tuannya dan mendapat hadiah atau kepercayaan yang lebih. Dalam bacaan Injil hari ini Tuhan Yesus menyampaikan perumpamaan talenta yang dipercayakan…