Mengarahkan Hati

Percik Firman : Mengarahkan Hati
Kamis, 30 Juli 2020
Bacaan Injil: Mat 13: 47-53

“Setelah penuh, pukat itupun ditarik orang ke pantai, …ikan yang baik dikumpulkan ke dalam pasu dan ikan yang tidak baik mereka buang” (Mat 13:48)

Saudari/a ku ytk.,
Merenungkan bacaan Injil hari ini tentang pukat yang dilabuhkan ke laut, saya teringat akan video Paus Fransiskus. Dalam video itu Bapa Suci berpesan, “Jadilah orang kudus dalam hidup sehari-hari.” Lantas bagaimana kita bisa menjadi orang kudus.

Pada waktu itu Paus Fransiskus ditanya seseorang, “Bapa, dalam keseharian dapatkah saya menjadi orang kudus?” Paus menjawab, “Ya, Anda bisa.”.

Untuk menjadi orang kudus, kita tidak harus berdoa sepanjang hari. Lantas bagaimana caranya? Paus Fransiskus berpesan, “Lakukan tugasmu sepanjang hari. Berdoa, bekerja, menjaga anak-anak. Tetapi semuanya harus dilakukan dengan hati mengarah kepada Tuhan, sehingga pekerjaan, bahkan sakit dan penderitaan, juga dalam kesulitan, terarah kepada Tuhan”.

Kita diingatkan agar mengarah hati kepada Tuhan. Apa pun pekerjaan kita marilah diarahkan kepada Tuhan. Artinya, hidup di dunia ini tidak kekal, rumah di dunia ini tidak selama-lamanya akan kita tempati. Akan ada kehidupan kekal setelah di dunia ini. Tuhan akan menyeleksi siapa yang layak masuk ke kerajaan surga dan siapa yang tidak.

Yesus memberikan perumpamaan terakhir (ke-7) tentang Kerajaan Surga seperti pukat yang dilabuhkan ke laut. Pukat itu mengumpulkan semua jenis ikan, yang baik maupun yang tidak baik. Perumpamaan terakhir ini menyuarakan tema penghakiman terakhir kepada semua orang.

Pukat adalah jaring (jala) besar dan panjang untuk menangkap ikan. Pukat yang dipakai adalah jaring panjang sekitar 400 meter dengan ketinggian sekitar 3 meter. Pukat ini biasanya ditarik oleh dua perahu, dengan masing-masing perahu memegang kedua ujung pukat.

Karena ada pemberat, pukat ini dapat tenggelam mencapai dasar. Karena ditarik oleh perahu yang berbeda, maka pukat ini dapat mengambil semuanya dalam jangkauannya dan kemudian para nelayan menarik kedua ujung pukat ke daratan. Setelah itu, kaum nelayan di daratan, menarik pukat itu bersama-sama. Pukat akan dipenuhi dengan berbagai macam jenis ikan, yang baik dan yang tidak baik.

Dalam perumpamaan tentang pukat ini, lautan adalah dunia dan pukat adalah Gereja. Sama seperti pukat harus ditebarkan ke tempat yang dalam, maka Gereja harus juga mewartakan Kristus ke tempat yang dalam atau Duc in Altum. Dan setelah penuh, maka pukat tersebut ditarik ke pantai dan orang-orang kemudian memilih ikan yang baik dan membuang ikan yang tidak baik.

Hal ini menggambarkan tentang akhir zaman, di mana para malaikat akan memisahkan manusia yang baik dari manusia yang tidak baik (jahat). Dan orang yang jahat akan mendapatkan ganjarannya di dalam neraka. Orang baik masuk surga.

Pertanyaan refleksinya, apa saja yang Anda usahakan agar menjadi orang baik? Apa tantangan yang dihadapi sebagai murid Kristus zaman sekarang ini? Berkah Dalem dan Salam Teplok dari Bumi Mertoyudan.

# Y. Gunawan, Pr

Similar Posts

  • Ketulusan Berbagi

    Percik Firman: Ketulusan BerbagiMinggu Biasa ke-32, 7 Nov 2021Bacaan Injil : Mrk 12:38-44 Saudari/a ku ytk.,Kehidupan di Seminari Mertoyudan ini banyak ditopang oleh kemurahan hati dan kedermawanan para donatur dan pemerhati dari berbagai tempat. Ada donatur yang perseorangan, ada yang keluarga, ada yang kelompok doa, paguyuban ibu-ibu lingkungan/wilayah/ paroki, dan ada pula sumbangan dari paroki….

  • Ikatan Cinta

    Percik Firman : Ikatan CintaSelasa, 20 Juli 2021Bacaan Injil: Mat. 12: 46-50 “Siapapun yang melakukan kehendak Bapa-Ku di sorga, dialah saudara-Ku laki-laki, dialah saudara-Ku perempuan, dialah ibu-Ku” (Mat. 12:50) Sdri/a ku ytk.,Sejak bebeberapa bulan terakhir ini, terlebih di masa pandemi ini, sinetron Ikatan Cinta menjadi pembicaraan yang menarik di kalangan masyarakat dan media sosial. Ikatan…

  • Ketangguhan Sang Ibu

    Percik Firman: Ketangguhan Sang IbuSelasa, 15 September 2020PW St Perawan Maria BerdukacitaBacaan Injil: Yoh 19:25-27 Saudari/a ku ytk.,Setiap tanggal 15 September Gereja merayakan Peringatan Wajib St. Perawan Maria Berdukacita. Ada sapta (7) dukacita Bunda Maria, yaitu: Nubuat Nabi Simeon bahwa pedang akan menusuk jiwa Maria; Melarikan Yesus ke Mesir; Hilangnya Yesus di Bait Allah; Perjumpaan…

  • Menjadi Sahabat

    Percik Firman: Menjadi SahabatSelasa, 14 Mei 2024Pesta St. Matias, Rasul (M)Novena Roh Kudus hari ke-5Bacaan Injil: Yoh. 15:9-17 Pada hari ini Gereja merayakan pesta Santo Matias, Rasul. Dia terpilih untuk menggantikan Yudas Iskariot yang mengkhianati Yesus. Dia adalah “pemain pengganti” yang dipilih oleh Roh Kudus untuk menggenapi himpunan dua belas rasul. Merenungkan sabda Tuhan pada…

  • Dibangunkan Malaikat Pelindung

    Percik Firman : Dibangunkan Malaikat PelindungJumat Pertama, 2 Oktober 2020PW Para Malaikat PelindungBacaan Injil : Mat 18:1-5.10 “Malaikat mereka ada di surga, dan selalu memandang wajah Bapa-Ku yang di surga” (Mat. 18:10) Sdri/a ku ytk.,Ketika masa kecil, saya diajari oleh orang tua untuk berdoa melalui Malaikat Pelindung dari buku Padupan Kencana. “Malaikat Pamomong, mugi kersa…

  • Ketekunan Berdoa

    Percik Firman : Ketekunan BerdoaRabu, 4 Agustus 2021PW Santo Yohanes Maria VianeyBacaan Injil: Mat 15: 21-28 Sdri/a ku ytk.,”Tuhan, tolonglah aku”. Itulah kalimat yang diucapkan seorang wanita Kanaan yang anak perempuannya kerasukan setan dan menderita. Wanita Kanaan itu memberikan kita teladan untuk tekun berdoa dan datang mohon pertolongan Tuhan. Ungkapan hati yang sederhana itu menunjukkan…