Maria, Marta dan Lazarus

Maria, Marta dan Lazarus

(Yoh. 11:19-27)

O tiga pribadi mulia dari Bethania, dari mereka ketika berkaca, dari mereka kita merasa, tiga pengalaman di perjalanan hidup kita.

O hidup dalam pengalaman dicinta, ketika Tuhan bersabda dan hati terpaku terpana di bawah lutut kudusNya. SabdaNya terasa manis, ingin jiwa ini terus mengecap sedalamnya.

Maria telah memilih yang terbaik pada saatnya. Pernahkah saat terbaik itu menghampiri kita? Pernahkah hati terbuka dan jiwa terpaku terpana oleh sentuhan manis sabdaNya?

O berbahagialah Marta, yang telah melayani sesama dengan segala daya kekuatannya. Ia pun telah menyatu dengan saatnya, ya saat berjumpa Tuhan dalam tindakannya, menyatu dengan cinta Tuhan yang bekerja menopang hidup manusia.

O saat yang membawa bahagia, memberi tanpa memikirkan dirinya, melayani tanpa memuaskan kebutuhannya. Penat lelah adalah saat bahagia dalam memberikan dirinya.

Pernahkah hati kita tergerak oleh kebutuhan sesama hingga lupa kebutuhan diri kita? O berbahagialah yang mengalaminya. Sebab cinta Tuhan memenuhi hatinya.

O Lazarus, engkau telah merasakan kubur, namun bangkit oleh suara sang sabda yang menjadi manusia. Hatimu terisak oleh kenyataan dicinta meski telah mati. Sang Sabda itu telah menarikmu keluar kubur agar engkau melihat kembali perjalanan hidup sebelum masuk kubur. Kau selami kembali yang silam. Kau sesali yang telah kau lewati. Jalan bahagiamu jalan sunyi pertobatan diri, sebab kuasa sabda ilahi.

Itulah tiga pribadi yang menghadirkan tiga momen. Tiga pribadi yang mengundang kita untuk menyelami panggilan sabda: mendengarkanNya, meneladanNya, dan mohon belas kasih cintaNya.

O Maria, O Marta, O Lazarus, ajarkanlah kami menyambut Yesus dengan segenap hati, budi dan jiwa. Ajarlah kami di jalan bahagia karena menyambut Yesus, Sang Sumber Bahagia.

Markus Yumartana SJ, 29.7.2025
Nb.
*St.Bernardus Abas memberikan homilinya terkait tiga pribadi itu sebagai tiga momen kehidupan panggilan Kristiani: kontemplasi, aksi belas kasih, rekonsiliasi.

Similar Posts

  • Praksis Kesalehan Hidup

    Percik Firman: Praksis Kesalehan HidupRabu, 17 Juni 2020Bacaan Injil: Mat 6:1-6.16-18 “Jika engkau memberi sedekah, janganlah diketahui tangan kirimu apa yang diperbuat tangan kananmu.” (Mat 6:3) Saudari/a ku ytk.,Kehidupan di seminari sering kali ditopang oleh kebaikan banyak orang. Mereka mempunyai hati dan kepeduliaan terhadap pendidikan calon imam. Mereka memberikan donasi atau derma dengan berbagai macam…

  • Kekuatan Pujian

    Percik Firman : Kekuatan PujianRabu, 29 September 2021Pesta Malaikat Mikael, Rafael, dan Gabriel (Malaikat Agung)Bacaan Injil: Yoh 1: 47-51 “Sebelum Filipus memanggil engkau, Aku telah melihat engkau di bawah pohon ara” (Yoh 1:48) Saudara/i ku yang terkasih,Hari ini tanggal 29 September kita merayakan pesta Malaikat agung, yaitu Malaikat agung Mikael, Gabriel dan Rafael. Mereka disebut…

  • “Betesda” Masa Kini

    Percik Firman: Menjadi “Betesda” Masa KiniSelasa, 12 Maret 2024Bacaan Injil : Yoh 5:1-16 Saudari/a ku ytk.,Pertolongan Tuhan tepat pada waktunya. Merenungkan bacaan Injil hari ini, saya teringatkan akan pengalaman seorang pasutri yang lama berdoa dan mengharapkan belaskasih Tuhan. Mereka tidak pernah menyerah. Mereka tidak putus asa. Mereka percaya bahwa pertolongan dan belaskasih Tuhan pasti datang….

  • Komitmen Cinta

    Percik Firman: Komitmen CintaJumat, 12 Juni 2020Bacaan Injil: Mat 5: 27-32 “Setiap orang yang memandang perempuan serta menginginkannya, sudah berzinah dengan dia di dalam hatinya” (Mat 5:28) Saudari/a ku ytk.,Dalam sebuah kesempatan penyelidikan kanonik calon manten beda agama, terucap sharing pengalaman yang menarik. Pihak yang non Katolik mengungkapkan bahwa dia mau menikah dengan orang Katolik…

  • Pintu Keselamatan

    Percik Firman: Pintu KeselamatanMinggu, 3 Mei 2020Paskah IV – Minggu PanggilanBacaan Injil : Yoh 10:1-10 “Akulah pintu; barangsiapa masuk melalui Aku, ia akan selamat” (Yoh 10: 9) Saudari/a ku ytk.,Hari ini kita merayakan Hari Minggu Paskah IV sekaligus Hari Minggu Panggilan. Biasanya di banyak paroki diadakan aksi panggilan, promosi panggilan, dll. Tetapi karena kondisi wabah…

  • Tidak Berani Bertanya

    Percik Firman : Tidak Berani BertanyaSabtu, 28 September 2024Bacaan Injil: Luk. 9:43b-45 Saudari/a ku ytk.,Ada peribahasa “malu bertanya sesat di jalan”. Dari peribahasa ini, ada pesan moral yang sangat baik untuk kita perhatikan, yakni orang perlu berani bertanya jika memang tidak tahu, agar tidak tersesat atau bingung. Jika kita segan bertanya, kita akan rugi sendiri…