Menyembah Vs Menertawakan

Percik Firman : Menyembah Vs Menertawakan
Senin, 5 Juli 2021
Bacaan Injil: Mat. 9: 18-26

“Datanglah seorang kepala rumah ibadat, lalu menyembah Dia… Mereka menertawakan Dia” (Mat. 9:18.24)

Saudari/a ku ytk.,
Apa yang dikatakan dan dilakukan itu bisa menggambarkan bagaimana sikap seseorang terhadap orang lain. Demikian juga gerak tubuh atau tingkah laku kita bisa mengungkapkan apa yang menjadi reaksi kita terhadap sesuatu atau seseorang.

Status kita di media sosial juga bisa mencerminkan isi hati kita, harapan kita atau reaksi kita terhadap sesuatu peristiwa atau terhadap pribadi tertentu.

Bacaan Injil hari ini mengisahkan bagaimana reaksi dan tanggapan orang terhadap Yesus. Setelah tahu siapa Yesus, seorang kepala rumah ibadat mengagumi dan menyembah Yesus. Dia percaya dan memohon kepada Yesus agar Yesus bisa membangkitkan anak perempuannya yang baru saja meninggal dunia.

Reaksi lain muncul dari orang-orang yang berkumpul di rumah kepala ibadat itu. Begitu tahu Yesus datang dan mengatakan bahwa anak itu tidak mati, tetapi tidur, maka mereka menertawakan Yesus. Mereka tidak percaya pada Yesus. Menertawakan di sini bisa berarti mengejek, mencibir, atau tidak percaya pada ucapan Yesus.

Mukjizat pun terjadi. Yesus membangkitkan anak perempuan itu. Anak itu hidup Kembali. Bagi Tuhan tidak ada yang mustahil. Dari sini kita bisa belajar, untuk melakukan sesuatu yang baik, jangan takut ditertawakan, dicemooh atau diejek. Mari maju terus berbuat baik dalam kehidupan ini.

Pertanyaan refleksinya, apakah Anda pernah direndahkan, dicibir, dan diejek saat mau berbuat baik? Lalu bagaimana sikap Anda terhadap reaksi orang lain itu? Berkah Dalem dan Salam Teplok dari MeSRA (Merto Spiritual Rest Area). # Y. Gunawan, Pr

Similar Posts

  • Memori dan Misteri

    Sabtu, 31 Desember 2022Bacaan Injil : Yoh 1:1-18 “Terang itu bercahaya di dalam kegelapan dan kegelapan itu tidak menguasainya” (Yoh 1:5) Saudari/a ku ytk.,Ketika mati lampu, orang bisa bingung. Suasana gelap. Mungkin juga takut. Kegelapan terjadi saat tidak ada cahaya. Hati dan pikiran pun akan bisa terasa “gelap” saat masalah datang bertubi-tubi. Mungkin adanya virus…

  • Terpesona dengan Yesus

    Percik Firman: Terpesona dengan YesusJumat Pertama, 5 Juni 2020PW St. Bonifasius (Uskup dan Martir)Bacaan Injil: Mrk 12: 35-37 “Orang banyak yang besar jumlahnya mendengarkan Dia dengan penuh minat.” (Mrk 12:37) Sdri/a yang terkasih,Para ahli spiritual mengungkapkan bahwa orang beriman Kristiani itu mempunyai dinamika dalam relasi dengan Yesus. Dinamika itu digambarkan dengan tiga kata, yaitu melihat,…

  • Setia Menunggu

    Percik Firman : Setia MenungguSelasa, 20 Oktober 2020Bacaan Injil : Lukas 12:35-38“Hendaklah kamu sama seperti orang-orang yang menanti-nantikan tuannya yang pulang dari perkawinan” (Luk 12:36) Saudari/a ku ytk.,Dalam hidup kita sehari-hari kadang kala diwarnai kegiatan menunggu atau menanti. Di tengah pandemi Covid-19 saat ini, misalnya, saat menjalani rapid test, seseorang menunggu hasilnya dengan harap-harap cemas….

  • Maria yang Hebat

    Percik Firman: Maria yang HebatSabtu, 10 Oktober 2020Bacaan Injil : Lukas 11:27-28 “Berbahagialah ibu yang telah mengandung Engkau dan susu yang telah menyusui Engkau” (Luk 11:27) Saudari/a ku ytk.,Merenungkan bacaan Injil hari ini saya teringat akan sebuah syair tentang ibu, yang pernah ditulis oleh Kahlil Gibran (1883-1931), seorang penyair terkenal dari Lebanon. Berikut ini sepenggal…

  • Tabur Tuai

    Percik Firman : Tabur TuaiJumat, 24 Juli 2020Bacaan Injil: Mat 13:18-23 “Karena itu ia berbuah, ada yang seratus, ada yang enam puluh, dan ada yang tiga puluh ganda” (Mat 13:23) Saudari/a ku ytk.,Kita mungkin pernah mendengar ada ungkapan, “tabur tuai”. Artinya, apa yang kita tabur, itulah yang akan kita tuai atau kita panen nantinya. Hukum…