Dua Doa Warisan Santo Petrus Canisius

Jasa besar dan keunggulan Santo Petrus Canisius di dalam menjalankan tugasnya, terutama dalam menghadapi reformasi Protestan, menjadikan dirinya disebut sebagai “Palu Pemukul Kaum Bidaah”. Keberhasilan dan kontribusi berharga St. Petrus Canisius bagi Gereja sering dijelaskan dari tiga kualitas dirinya, yaitu kedalaman rohani, wawasan yang luas serta kualitas manusiawi.

Memperhatikan sejarah panggilan hidup, bagaimana mengolah hidup rohani dan keutamaan serta kesungguhan menjalankan tugas perutusannya[1], bisa diyakini bahwa gairah rasulinya (apostolic zeal) dirawat dan disuburkan oleh hidup doanya. Pada saat tertentu, isi dan cara doa tersebut dicatat dan disampaikan kepada orang lain, entah sebagai inspirasi maupun dipraktekkan langsung. Hal ini tampak di dalam kumpulan tulisannya[2]. Sekedar menyebut contoh, wawasan yang luas didukung oleh kehidupan rohani melahirkan Katekismus yang membantu banyak orang untuk memperbarui hidup berimannya; pun dirasa bermanfaat bagi orang-orang Protestan. Contoh lain, St. Petrus Canisius menggunakan ajaran St. Agustinus untuk menghadapi para bidaah dan protestantisme jamannya. Hal ini merupakan sesuatu yang khas dan strategis mengingat Martin Luther mendasarkan kritiknya dan meninggalkan Gereja Katolik juga pada ajaran St. Agustinus; misalnya dengan menyangkal teologi skolastik[3].

Berkenaan dengan contoh kedua ini, tidak berarti ajaran Martin Luther salah dan Gereja tidak bercela, tetapi mau saya tunjukkan bahwa kesungguhan St. Petrus Canisius mendalami St. Agustinus membuat dirinya bisa memanfaatkan St. Agustinus untuk membantu baik orang Protestan maupun terutama orang-orang Katolik.

Cara menghayati hidup beriman yang utuh, dengan wawasan luas serta kedalaman rohani juga membentuk pribadi St. Petrus Canisius lebih dialogis daripada konfrontatif. Hal ini nyata dalam sikap dan perilaku St. Petrus Canisius ketika diminta oleh Jenderal Jesuit, Claudio Acquavia membuat rekomendasi bagi para jesuit yang belajar di Roma dan tinggal di German College kembali ke Jerman menghadapi orang-orang Protestan. St. Petrus Canisius menganjurkan kepada para jesuit Jerman tersebut untuk tidak konfrontatif; harus dihindarkan konfrontasi kasar dan keras; tidak dianjurkan berdebat soal iman dengan kaum bidaah, atau memenangkan perdebatan dengan kesombongan, juga tidak dianjurkan menyebut sesuatu hanya untuk tujuan melukai orang-orang Protestan, menghabiskan energi untuk membenarkan penyalahgunaan jabatan imam, bertengkar tentang penafsiran Kitab Suci[4].

Keprihatinan dan kepedulian utamanya saat menjalankan perutusan menghadapi reformasi kaum Protestan adalah memberi perhatian pada pengajaran kristiani kepada anak-anak dan orang sederhana. Dia menuliskan dan mewartakan refleksi iman dari buah kontak langsung dengan hamparan luas kehidupan Gereja. St. Petrus Canisius memiliki kemampuan untuk menangkap dan merasakan sesuatu yang terjadi dalam kehidupan nyata Gereja. Apa yang dipahami dan diserap dari lapangan kehidupan nyata pada saatnya hal tersebut diolah untuk memajukan hidup rohani umat Allah[5]. Hidup dan cara merasul menandakan penghayatan warisan rohani St. Ignatius Contemplativus in actione dan Finding God in All Things. Artinya, St. Petrus Canisius menghayati panggilan, melaksanakan tugas perutusan serta mengajarkan hidup rohani yang meresapi seluruh daya jiwa serta menerangi cara bertindaknya sendiri. Dalam bahasa sekarang, dia  merupakan sosok jesuit yang mengikuti Yesus dalam Serikat untuk melayani Gereja, memeluk kebenaran rohani dan rasuli bahwa hidup dan perutusan merupakan dua hal yang tidak terpisahkan[6].

Dari pelbagai kekayaan hidup pribadi, rohani dan rasuli St. Petrus Canisius, saya mengajak untuk mencermati dan memetik pembelajaran dari pengalaman doa yang diajarkan, sebagaimana ditemukan di dalam dokumentasi tertulisnya. Yang pertama adalah doa menjelang tidur dengan lima tarikan nafas[7], dan yang kedua, doa permohonan untuk diri sendiri dan sesama[8]. Doa menjelang tidur ini merupakan cara doa yang, di satu sisi seseorang akan istirahat menutup harinya, dan di sisi lain melihat kembali peristiwa kehidupan dengan rasa syukur dan sesal serta pembaharuan hidup untuk waktu selanjutnya. Boleh jadi, hal ini merupakan cara St. Petrus Canisius mempraktekkan dan mengajarkan Examen Conscientiae[9]; sebuah cara doa yang diwajibkan oleh St. Ignatius kepada semua jesuit. Sementara doa yang kedua, permohonan untuk diri sendiri dan sesama, menunjukkan sebuah garis dasar dari gerak dan tujuan hidup seorang anggota Serikat Jesus dalam menghayati panggilan dan melaksanakan tugas perutusan, yaitu mengusahakan keselamatan pribadi dan sesama[10]. Gagasan ini menjadi isi doa permohonan untuk diri sendiri dan sesama dalam konteks kerinduan menghayati panggilan dalam segala tantangan serta rahmat kekuatan Tuhan yang diharapkan.

Lima Tarikan Nafas Doa Sebelum Tidur[11]

Sebelum engkau tidur, di tempat tidurmu berkatalah demikian.

“Dua mataku tidur, tetapi hatiku berjaga tertuju kepada-Mu ya Tuhan. Tangan kanan-Mu melindungi para hamba yang mencintai-Mu.

Kemudian menarik nafas kasih Ilahi dengan berkata: “Terimalah Tuhan Yesus, nafas yang kusatukan dengan pujian yang mengalir dari-Mu sendiri untuk semua orang kudus, untuk melengkapi dan mewaliki pujian yang mesti disampaikan oleh segenap ciptaan”.

Menarik nafas lagi untuk yang kedua kalinya dengan berkata: “Terimalah nafas yang kusatukan dengan rasa syukur yang orang-0rang kudus petik dari Hati-Mu, Yesus yang baik, untuk berterima kasih atas anugerah-anugerah yang telah Engkau berikan”.

“Dalam tarikan nafas yang ketiga, aku memberikan tarikan nafasku untuk dosa-dosaku, seraya menyatukan diriku dengan penderitaan yang Engkau tanggung ya Yesus yang baik, demi dosa-dosaku dan dosa semua orang”.

Dan untuk nafas yang keempat, kukatakan demikian: “Nafas ini demi kasih dan kerinduan semua orang akan kebaikan yang dibutuhkan semua orang untuk memuji Allah dan membantu dirinya sendiri”. Tarikan nafas keempat ini juga kubuat seraya menyatukan diriku dengan kerinduan-kerinduan Ilahi yang Engkau miliki di bumi ini ya Yesus yang baik, demi keselamatan manusia.

Untuk tarikan nafas yang kelima, “Ya Yesus yang baik, aku menarik nafas seraya menyatukan diriku dengan semua doa yang mengalir dari Hati Ilahi-Mu bagi para kudus; dan juga nafas untuk keselamatan semua, baik yang hidup maupun yang sesudah mati; aku juga menginginkan bahwa Engkau menerima setiap gerak nafas dalam tidurku malam ini, seakan-akan bernafasku terjadi untuk tujuan bersatu dan terarah kepada-Mu”.

Dijaga oleh lima nafas seperti di atas, aku tidur dengan tenang. Dan orang yang sama tidak dapat menolak kerinduan-kerinduan jiwa yang mencinta, dilengkapi dengan kekuatan ilahi.

Kalau demikian, apa yang bisa dibuat orang dengan doa keluh kesah dan menghela nafas? Meskipun hanya dengan nafas-nafasnya, dalam arti tertentu, kalau mau, doa demikian itu dapat menarik Allah kepada dirinya, di mana pun Allah berbicara. Allah menjadi lebih bisa dijangkau dibanding semua hal lain. Ibarat kata, apa yang lebih lebih remeh, tidak berarti atau yang lebih lemah dibandingkan seutas benang atau jerami? Tanpa kehendak manusia, seutas benang atau jerami itu tidak bisa mencapai apa-apa. Sebaliknya, hanya dengan kehendak dan rintihnya mendapatkan Allah dan dengan doa hembusan-hembusan nafasnya seorang manusia dapat menarik Allah mendekat kepada dirinya. Karena itu, kata pemazmur (Mazmur 12:6): “’Oleh karena penindasan terhadap orang-orang yang lemah, oleh karena keluhan orang-orang miskin, sekarang juga Aku bangki’t; sabda Tuhan”. Dan jika bangkitlah Kristus, tidak bangkitlah juga semua orang kudus dan menawarkan penghiburan kepada jiwa yang menyampaikan keluh kesan tentang seluruh tindakan pelayanan yang memperlihatkan di bumi ini karya dan penderitaan untuk kemuliaan Allah, dan membuahkan rahmat untuk mereka yang merintih berdoa kepada Allah dari semangat miskinnya? Jika Allah mengabulkan satu keluh kesah yang demikian lembut yang disampaikan Kristus, demi jiwa, puji-pujian kepada Bapa dan semua yang dibutuhkan untuk keselamatanjiwa, dengan melengkapi kekurangan-kekurangannya, “bagaimana pada orang miskin kesedihan terus berlansung? Mengapa terus bertahan kesedihan dalam diri orang miskin?

Hati Yesus berkobar menyala dengan kasih yang demikian besar; untuk kita Putera Allah dan Perawan menyediakan diri, bahkan kobaran kasih itu diinginkan dengan menanggung semua kepahitan batin dan lahir dunia seluruhnya, sebelum keselamatan disia-siakan atau sebelum satu jiwa yang malas terpisah dari Allah untuk selamanya.

Doa Permohonan untuk Diri Sendiri dan Sesama[12]

Lepaskanlah aku, Tuhan, dari manusia lamaku dengan seluruh kecenderungan dan afeksi buruk yang Engkau kenal yang menjadi bagian dari diriku. Pandanglah diriku, bagian dari manusia baru yang dituntut oleh panggilan khusus ini, supaya dari hari ke hari pandangan-Mu itu memperbaruiku dengan keinginan bernyala serta keinginan yang tidak pernah berhenti untuk memetik, dalam keutamaan-keutamaan yang kokoh, hal yang masih kurang dalam diriku. Jangan biarkan, Tuhan, godaan-godaan berat dan berbahaya datang, terutama berkenaan dengan rahmat panggilan. Berikanlah kepadaku hal yang sebaliknya, yaitu kekuatan jiwa untuk bertahan dan mengalahkan godaan. Berikanlah kepadaku rahmat perseverantia, ketekunan dan daya tahansupaya sampai mati aku setia terhadap panggilanku. Tambahkan, ya Tuhan, di dalam diriku rahmat untuk menghayati kalul-kaul yang telah aku ucapkan, supaya dalam diriku berkembang kemiskinan yang sungguh-sungguh tulus, dan kemurnian seperti malaekat, serta ketaatan utuh, sepenuhnya, lahir batin, dan supaya aku dapat mempersembahkan korban persembahan yang berkenan kepada-Mu, terus menerus serta sempurna. Amin.

Ya Bapa yang penuh belas kasih, kasihanilah aku, karena telah berkali-kali melukai keagungan-Mu yang ilahi di dunia ini maupun di dalam Serikat, dan karena aku masih kurang bersyukur atas kebaikan-kebaikan, karena setengah-setengah di dalam menghayati panggilan, karena kurang rasa takut hormat dan kasih yang sejati, karena tidak sepenuhnya dan setulusnya berjalan sesuai dan mengikuti kemuliaan ilahi serta keselamatan jiwaku. Aku mohon kepadamu supaya Engkau membuka mataku sehingga aku melihat dan mengerti, serta mengembangkan kekuatan-kekuatan untuk dapat maju, bersama dengan keinginan kuatku sebagaimana semestinya menapaki jalan-Mu dan di jalan panggilan serta arahkan diriku untuk berjalan lurus menuju panggilan yang telah Engkau sediakan, dan secara sungguh-sungguh selalu mengusahakan selalu keselamatan serta kesempurnaan pribadi dan sesamaku. Di mana pun itu dan dalam segala hal yang harus kutanggung, ya Tuhan, terjadilah yang Engkau kehendaki dan berkenaan dengan diriku, terjadilah kehendak yang baik, menggembirakan serta sempurna. Kuduskanlah di dalam diriku nama-Mu yang sangat kudus, untuk memuaskan harapan baik para superiorku dan akhirnya, menjadi bagian dari semua orang baik yang bersyukur kepada-Mu, di dalam Gereja Katolik, dalam Serikat ini, dan sampai kepada kejayaan serta kemuliaan tanah air surgawi. Dengan perantaraan Yesus Kristus Tuhan kami. Amin.

Kasihanilah semua orang tua dan para bapa rohani. Buatlah mereka ya Tuhan, selaras dengan Roh-Mu, dan dengan bijaksana mengatur mereka yang dipercayakan kepada mereka, dan buatlah orang tua serta para bapa rohani bersukacita karena melihat dan mengetahui kami, anak-anak ini benar-benar taat. Kasihanilah sahabat-sahabat kami dan para pendukung kami, yang membantu kami dengan setia dan yang membantu Serikat kami, baik dalam hal-hal rohani maupun jasmani. Lindunglah mereka dari semua yang buruk, dan tidak hanya di dalam hidup ini, tetapi juga setelah kematian mereka, supaya mereka mengerti bahwa Engkau sebagai ganti kami, Engkau menjadi pembalas jasa baik mereka. Kasihanilah Serikat kami, yang Engkau tanam dengan tangan kanan-Mu sendiri, supaya, seperti pohon di tanah subur, semakin tumbuh dan tumbuh lebih di seluruh permukaan bumi, serta selalu berlimpah buahnya, buah yang menggembirakan di kebun Gereja. Kasihanilah orang-orang yang sudah meninggal, mereka yang adalah saudara-saudara kami dan para penderma, yang tidak begitu kami kenal, dan semua orang katolik yang telah beristirahat di dalam Engkau. Berilah mereka, ya Tuhan, terang di dalam kegelapan, istirahat di tengah sakit dan susah, serta suka cita abadi di dalam kerajaan-Mu. Amin.

Kasihanilah para murid dan anak-anak rohani di semua tempat yang Engkau percayakan kepada Serikat kami, untuk dididik, dibimbing dan dibantu. Jadikanlah ya Tuhan, mereka hati yang subur, di dalamnya benih yang baik tumbuh lebih maju, dan lebih maju di dalam ilmu, di dalam kebiasaan baik dan di dalam keutamaan, dan dengan baik dan gembira terjaga serta terawat oleh kami. Kasihanilan para rama dan bruder yang terus menerus setia di dalam panggilan mereka, semoga demi Engkau, mereka diteguhkan di jalan yang lurus dari keutamaan ini. Kasihanilah juga mereka yang ragu dan lemah, supaya, dengan dibantu dan dikuatkan dengan Roh-Mu yang kuasa, tidak berjalan berbelok dan menoleh ke kanan atau ke kiri. Kasihanilah mereka yang jatuh, supaya mereka, putera-putera yang meninggalkan Serikat bangkit dari keadaannya sebagai yang orang yang tidak setia; kasihanilah mereka supaya mengenali kembali rahmat pertama dari panggilannya, dan melalui penitensi, laku tapa penuh kesungguhan mereka berdamai dengan Engkau sendiri. Kasihanilah musuh-musuh kami; entah terbuka atau tersembunyi menganiaya kami dan Serikat kami. Janganlah mereka Engkau bebani dengan dosa tetapi berikanlah rahmat-Mu dan rahmat penyesalan serta kasih sejati. Dengan pengantraan Yesus Kristus Tuhan kami. Amin.

Kasihanilah orang-orang yang memisahkan diri dari Gereja dan para bidaah, supaya mereka kembali kepada kesatuan dengan Greja, dan meninggalkan bayang-bayang rasa salah, memeluk dengan setia bersama kami terang ajaran Katolik. Kasihanilah para pendosa, yang melayani dunia, kedagingan dan setan, lebih daripada melayani Tuhan yang sesungguhnya dan yang hidup, dan para pendosa yang menapaki pintu-pintu kematian abadi. Pertobatkanlah, Tuhan, untuk kembali kepada jalan tapa denda, dan buatlah orang-orang menuju kematian beriman, bukan sebaliknya, mati dalam dosa-dosanya, terpisah selamanya dari rahmat Illahi dan kemuliaan abadi. Amin.

Penutup

Dengan meyakini bahwa kekuatan rohani menopang hidup dan perutusan St. Petrus Canisius serta dengan mempelajari doa yang dipraktekkan dan diajarkan, kita bisa mendekati St. Petrus Canisius ini dengan mengikuti cara doa serta isi permohonannya. Dari “Doa Lima Tarikan Nafas Menjelang Tidur” kita diajak mensyukuri rahmat Tuhan setiap hari sekaligus menyesali saat-saat kita tidak menyambut-Nya di dalam peristiwa dan aktivitas hidup ini. Dari kebiasaan berdoa demikian ini, kita menatap masa depan dengan energi dan harapan baru. Membangun habitus seperti ini membantu kita meniti hidup sehari-hari salam semangat Routine YES, Boring No! Sementara itu, dari “Permohonan untuk Diri Sendiri dan Sesama” kita diingatkan akan perlunya setiap kali memohon rahmat untuk menghayati panggilan serta terus meresapkan dalam-dalam dengan doa peromohan betapa panggilan ini adalah sebuah rahmat. Untuk sanggup menghayatinya seraya memelihara idealisme panggilan, tersebut seseorang membutuhkan rahmat Tuhan. Di sisi lain, perhatian terhadap sesama yang kita bawa di dalam doa permohonan dari waktu ke waktu membentuk ikatan kesatuan dengan sesama orang terpanggil dan bahkan lebih daripada itu, dirawat dan dekembangkan juga di dalam doa itu perhatian dan kepedulian kepada yang rapuh dan jatuh. Dalam arti ini, melalui pembelajaran dari dua warisan doanya, St. Petrus Canisius yang demikian luar biasanya jasa pemberian dirinya untuk Gereja, bisa didekati secara sederhana. Saya katakan sederhana, karena bila kita perhatikan isi dan maksudnya, dua cara doa tersebut bisa dibuat oleh siapa pun: mengingat dan memanggil kembali dalam doa pengalaman seluruh hari menjelang tidur serta mengajukan permohonan untuk diri sendiri dan sesama berkenaan dengan perjalanan penghayatan panggilan dari waktu ke waktu.

Seminari Menengah  St. Petrus Canisius Mertoyudan

Pada Peringatan, St. Perawan Maria Bunda Serikat Jesus, 22 April 2020

  • A. Sardi S. J.

[1] Lih. https://seminarimertoyudan.sch.id/inspirasi-hidup-rohani-santo-petrus-kanisius/

[2] Pedro Canisio, Autobiografía y Otros Escritos, (Versión y comentarios: Benigno Hernández Montes, S.J.) Mensajero/Sal Terrae, Bilbao/Santander, 2004. Buku ini menyajikan riwayat hidup serta tulisan-tulisannya, terutama tulisan mengenai doa dan hidup rohani yang disampaikan dalam beberapa konferensi maupun surat kepada orang-orang tertentu.

[3] Hilmar M. Pabel, “Peter Canisius and The ‘Truly Catholic’ Augustine” Theological Studies 71 (2010) 903-925.

[4] Bdk. Hilmar M. Pabel, “Peter Canisius and the Protestants A Model of Ecumenical Dialogue?”, dalam Journal of Jesuit Studies 1 (2014), 373-399.

[5] Pedro Canisio, Autobiografía y Otros Escritos, (Versión y comentarios: Benigno Hernández Montes, S.J.) Mensajero/Sal Terrae, Bilbao/Santander, 2004, 26.

[6] Arturo Sosa, “Our life is mission, mission is our life” 2017/08).

[7] San Pedro Canisio, “En el lecho cuando vas a dormir, di” en Autobiografía y Otros Escritos (Versión y comentarios: Benigno Hernánez Montes, S. J., ) Bilbao-Santander: Mensajero- Sal Terrae, 2004, 133-134.

[8] San Pedro Canisio, “Oración de san Pedro Canisio para rogar por sí y por los prójimos”, en  Autobiografía y Otros Escritos (Versión y comentarios: Benigno Hernánez Montes, S. J., ) Bilbao-Santander: Mensajero- Sal Terrae, 2004, 134-136.

[9] Bdk. Latihan Rohani St. Ignatius Loyola 43.

[10] “Tujuan Serikat ini didirikan tidak hanya mengusahakan keselamatan dan kesempurnaan jiw akita sendiri dengan rahmat Ilahi, tetapi juga, dengan rahmat itu juga, mencurahkan segenap enaga untuk mengushaakan keselamatan dan kesempurnaan sesama manusia” (Examen Generale 2).

[11] Diterjemahkan oleh L. A. Sardi S. J. dari San Pedro Canisio, Autobiografía y Otros Escritos (Versión y comentarios: Benigno Hernánez Montes, S. J., ) Bilbao-Santander: Mensajero- Sal Terrae, 2004, 133-134.

[12] Diterjemahkan oleh L. A. Sardi S. J. dari San Pedro Canisio, Autobiografía y Otros Escritos (Versión y comentarios: Benigno Hernánez Montes, S. J., ) Bilbao-Santander: Mensajero- Sal Terrae, 2004, 134-136.

Similar Posts