Siniram Banyu Sewindu

Percik Firman : Siniram Banyu Sewindu
Minggu Biasa XIV, 5 Juli 2020
Bacaan Injil : Mat 11:25-30

“Marilah kepada-Ku, semua yang letih lesu dan berbeban berat, Aku akan memberi kelegaan kepadamu” (Mat 11:28)

Saudari/a ku ytk.,
Adanya wabah Covid-19 ini tak sedikit orang yang terkena dampaknya, baik secara langsung maupun tidak langsung. Usahanya menjadi seret. Warungnya menjadi sepi pembeli. Pendapatan menurun drastis. Sekolah atau kampus menjadi sepi. Gereja atau paroki sangat dibatasi dalam kegiatan peribadatan dan pertemuan.

Situasi yang demikian bisa memunculkan berbagai reaksi, yaitu mengeluh, protes, peduli, bersolider, terus berharap, terus berjuang, berserah pada Tuhan, dan tertantang untuk beradaptasi dengan tata kehidupan yang baru.

Bacaan Injil pada hari Minggu ini mengundang kita untuk datang dan berserah diri pada Tuhan Yesus. “Marilah kepada-Ku, semua yang letih lesu dan berbeban berat, Aku akan memberi kelegaan kepadamu”, undang Tuhan Yesus. Tuhan selalu menawarkan rahmatNya dan bantuannya kepada kita yang mau datang dan berkeluh kesah kepada-Nya. Dia membuka Hati-Nya untuk meringankan beban kita dan memberikan kelegaan.

Beberapa bulan yang lalu, saya pernah memikirkan beberapa seminaris yang hidupnya baik, studinya bagus, panggilannya mantap, tetapi keluarganya mengalami kesulitan dalam ekononi. Ada yang sudah yatim, ada yang piatu, ada yang kena dampak covid-19, dan ada yang yatim piatu. Saya berdoa pada Tuhan agar ada donatur yang siap membantu biaya mereka di seminari.

Dan Tuhan suatu hari mengirim seorang donatur. Ada seorang umat dari Semarang mengontak nomer WA saya: “Pagi Rama…apa kabar? Masih ingat saya? Sehat ya Rama? Rama, saya kok berniat jadi ibu angkat kalau ada calon rama yang niat tapi terbentur biaya. Kebetulan anak saya yang pertama sudah kerja dan yang kedua kuliah di UI sudah separoh jalan”.

Hari itu saya merasa “kadyo siniram banyu wayu sewindu lawase”, laksana disiram air yang sudah dibiarkan dingin sewindu. Maknyesss…lega…segar….dan damai. Ada kelegaan dan terharu bercampur rasa syukur pada Tuhan. Doaku dijawab Tuhan lewat ibu tersebut. Saya pun menjawab WAnya, “Puji Tuhan, bu…kabar kula sae, sehat. Doaku hari-hari ini ternyata didengarkan Tuhan lewat njenengan”.

Beliau pun menanggapi, “Sendhika dhawuh, Rama. Monggo saya nenggo kemawon harus bagaimana…sekarang saya khan tinggal berdua dengan suami. Anak-anak di Jakarta semua. Waktu saya hanya untuk kerja dan pelayanan. Mohon doanya agar saya selalu sehat. Suwun”.

Dan mulai per Juli 2020 keluarga ibu itu akan membantu ikut berdonasi untuk 4 seminaris sampai mereka nanti selesai pembinaan di Seminari Mertoyudan. Sabda Tuhan hari ini tidak bohong. Terjadi dalam hidup sehari-hari sampai zaman ini. Dia sungguh memberikan kita kelegaan dan jalan keluar dari setiap beban hidup dan permasalahan yang kita hadapi.

Tuhan selalu berusaha menemui dan mencari kita, anak-anak-Nya. Tetapi kadangkala justru kita yang lelah dan malas datang menemui Allah. Kita juga diundang untuk berbagi kasih kepada sesama kita yang sedang berbeban berat dalam hidupnya.

Pertanyaan refleksinya, bersediakah Anda datang pada Tuhan Yesus untuk menyerahkan beban hidup kepada-Nya dan belajar dari-Nya? Kita doakan semoga saudara kita yang berbeban berat, agar diberi kekuatan dan mempunyai ketangguhan dan daya tahan banting.

Doaku untuk Anda yang sedang letih lesu, dan berbeban berat. Selamat berhari Minggu. Jangan lupa bahagia dan terus berharap! Berkah Dalem dan Salam Teplok dari bumi Mertoyudan.

# Y. Gunawan, Pr

Similar Posts

  • Tetesan Darah Kristus

    Percik Firman: Tetesan Darah KristusMinggu, 14 Juni 2020HR Tubuh dan Darah KristusBacaan Injil: Yoh 6:51-56 “Barangsiapa makan daging-Ku dan minum darah-Ku, ia mempunyai hidup yang kekal dan Aku akan membangkitkan dia pada akhir zaman” (Yoh 6:54) Saudari/a ku ytk.,Biasanya pada saat Hari Raya Tubuh dan Darah Kristus, diadakan penerimaan komuni pertama bagi anak-anak. Tetapi tahun…

  • Maneges Kersa Dalem Gusti

    Percik Firman: Maneges Kersa Dalem GustiSabtu, 19 Maret 2022HR Santo Yusuf, Suami SP MariaBacaan Injil: Mat 1:16.18-21.24a Sdri/a yang terkasih,Pada hari ini tanggal 19 Maret kita merayakan Hari Raya Santo Yusuf, suami Santa Perawan Maria. Sejak abad ke-8, Gereja menetapkan tanggal 19 Maret sebagai hari raya utama Santo Yusuf. Santo Yusuf adalah tokoh teladan dalam…

  • Menjadi Tanda Keselamatan

    Percik Firman: Menjadi Tanda KeselamatanSenin, 12 Oktober 2020Bacaan Injil : Luk 11: 29-32 “Angkatan ini adalah angkatan yang jahat. Mereka menghendaki suatu tanda, tetapi kepada mereka tidak akan diberikan tanda selain tanda nabi Yunus” (Luk 11:29) Sdri/a ku ytk.,Dalam hidup sehari-hari kita mengenal banyak tanda. Ada tanda penunjuk arah. Ada tanda lampu merah. Ada tanda…

  • Menjadi Pribadi yang Ceria

    Percik Firman: Menjadi Pribadi yang CeriaSelasa, 26 Mei 2020PW. Santo Filipus Neri (imam)Novena Roh Kudus Hari ke-5Bacaan Injil: Yoh 17:1-11 “Mereka itu milik-Mu dan Engkau telah memberikan mereka kepada-Ku dan mereka telah menuruti firman-Mu ” (Yoh 17:6) Sdri/a yang terkasih,Bacaan Injil pada Novena Roh Kudus hari ke-5 hari ini adalah bagian dari doa imami Yesus yang diucapkan-Nya pada…

  • Bersatu dan Bangkit

    Percik Firman : Bersatu dan BangkitRabu, 28 Oktober 2020Pesta St. Simon Zelot dan St. Yudas Tadeus (Rasul)Bacaan Injil: Lukas 6:12-19 “Pada waktu itu pergilah Yesus ke bukit untuk berdoa dan semalam-malaman Ia berdoa kepada Allah” (Luk 6:12) Saudari/a ku ytk,.Bersamaan dengan Pesta dua rasul Santo Simon Zelot dan Santo Yudas Tadeus pada hari ini, bangsa…