Percik Firman : Makna Olah Kesalehan
Sabtu Imam, 4 Juli 2020
Bacaan Injil : Mat 9:14-17

“Waktunya akan datang mempelai itu diambil dari mereka dan pada waktu itulah mereka akan berpuasa” (Mat 9:15)

Saudari/a ku ytk.,
Dalam masyarakat Yahudi zaman Yesus ada tiga olah kesalehan yang diwariskan turun temurun yakni berdoa, berderma dan berpuasa. Berdoa adalah salah satu keutamaan dan olah kesalehan dalam hidup beriman sampai sekarang.

Hari ini dalam tradisi Gereja, hari Sabtu Pertama dalam bulan dirayakan sebagai hari Sabtu Imam. Hari yang secara khusus didedikasikan untuk berdoa bagi panggilan menjadi imam dan mendoakan para imam serta calon imam.

Dalam salah satu rumusan doa Senakel (Gerakan Imam Maria), diungkapkan bagaimana umat memohon berkat Tuhan bagi para imam melalui Yesus Sang Imam Abadi.

Berikut ini kutipan doanya: “Yesus, Allah Putra, Imam Agung Abadi, jadilah Pengantara kami untuk berdoa: Bagi para imam-Mu, yang setia dan gigih dalam pelayanan di tengah umat-Mu; Bagi para imam-Mu, yang hidup tegar maupun yang bergulat dengan pelbagai godaan; Bagi para imam-Mu, yang berkarya dengan penuh hiburan maupun yang berkarya dalam kesepian.

Lebih lanjut diungkapkan, “Bagi para imam-Mu, yang melayani di tengah keramaian kota maupun yang di pelosok-pelosok; Bagi para imam-Mu, yang masih muda, yang tengah umur maupun yang sudah lanjut usia; Bagi para imam-Mu, yang sehat maupun yang sedang sakit, bahkan yang menghadapi ajalnya; dan Bagi para imam-Mu, dalam keadaan apapun juga”.

Kemudian umat melanjutkan mohonkan damai Paskah dan kasih Pentakosta kepada para imam yang pernah menjadi ‘bagian’ dari sejarah perjalanan hidupnya. Diungkapkan, “Roh Kudus, Roh Penghibur, Roh Kebijaksanaan dan Roh Pengudus, curahkanlah damai Paskah dan kasih Pentakosta dalam para imam kami; terutama imam yang mengantar kami pada Sakramen Baptis untuk bersatu dalam Gereja-Mu.

Para imam yang mengajak kami senantiasa berbalik kepada-Mu dan merayakan Sakramen Tobat. Juga Imam yang mengumpulkan kami di sekeliling altar untuk merayakan Ekaristi, Santapan kami. Imam yang dalam Krisma dan pendampingannya menolong kami menjadi dewasa dalam iman.

Imam yang menyiapkan dan memberkati Perkawinan keluarga-keluarga kami. Imam yang membantu kami merasakan kasih-Mu, juga waktu sakit dan menyiapkan kami menghadapi saat-saat terakhir kami dengan Sakramen Pengurapan Orang Sakit. Semua imam yang bersama kami berusaha menjadi tanda dan sarana hadirnya Kerajaan Surga di tengah masyarakat kami”.

Dalam bacaan Injil hari ini, Tuhan Yesus menggambarkan diri-Nya sebagai mempelai laki-laki dan umat-Nya adalah sebagai mempelai wanita. Dia sedang menjelaskan bahwa puasa bukanlah kegiatan agamawi belaka. Bukan pula mencari kesaktian diri. Puasa bukanlah sekedar melakukan apa yg ditulis oleh Hukum Taurat tanpa mengerti mengenai maknanya. Tetapi, puasa adalah salah satu cara agar kita dapat lebih akrab dengan Tuhan.

Sayangnya, ada banyak orang yg menjadikan puasa sebagai aksi mogok makan di hadapan Tuhan. Dengan lain kata, kalau saya berdoa, dan saya belum mendapatkan jawaban doa, maka saya akan puasa di hadapan Tuhan, sampai saya dapat jawaban. Sepertinya dengan berpuasa, kita memaksa Tuhan.

Puasa bukanlah memaksa Tuhan untuk melakukan apa yg saya mau. Tetapi dengan berpuasa itu memaksa saya untuk berjalan lebih dekat dengan Tuhan, memaksa saya agar tidak terikat dengan hal-hal duniawi. Memaksa saya agar tidak terikat dengan kesenangan-kesenangan daging. Tetapi sebaliknya kesenangan daging tunduk pada Kuasa Allah, dan mengalami kasih Allah.

Mari dalam hidup ini kita menari bersama Roh Allah. Kita biarkan diri kita dibentuk dan dituntun Allah. Jangan mendikte Allah. Jangan memaksa Allah. Jika niat kita baik, pasti Allah akan memberikan kelancaran pada kita. Demikian juga alam semesta akan mendukung kita. Mestakung alias Semesta mendukung.

Pertanyaan refleksinya, bagaimana relasi Anda dengan romo paroki Anda akhir-akhir ini? Adakah pengalaman yang menyentuh dari pelayanan seorang imam yang Anda kenal selama ini?

Terimakasih atas doa dan dukungan Anda untuk para imam dan calon imam. Berkah Dalem dan Salam Teplok dari bumi Mertoyudan. # Y. Gunawan, Pr