Tanda-Tanda Zaman

Percik Firman: Tanda-Tanda Zaman
Jumat, 23 Oktober 2020
Bacaan Injil : Lukas 12:54-59

“Hai orang-orang munafik, rupa bumi dan langit kamu tahu menilainya, mengapakah kamu tidak dapat menilai zaman ini?” (Luk 12:56)

Saudari/a ku ytk.,
Orang bijaksana tak jarang digambarkan sebagai orang yang peka dan memahami tanda-tanda zaman. Di dalam masyaraka Jawa dikenal ramalan Jayabaya. Dalam situasi yang kacau, penuh penderitaan, orang mengharapkan datangnya tokoh sang penyelamat, yaitu Ratu Adil. Sosok penyelamat tersebut akan membangun suatu tata pemerintahan yang adil-makmur dan damai (gemah ripah loh jinawi tata tentrem karta raharja).

Raden Ngabehi Ranggawarsita, Sastrawan besar Jawa abad ke-19 menggambarkan Zaman Edan sebagai ”Kalatida” dan ”Kalabendu”. ”Kalatida”merupakan zaman ketika akal sehat diremehkan. Perbedaan antara yang benar dan salah, adil dan tidak adil, baik dan buruk tidak lagi digubris. Penyalahgunaan kekuasaan merajalela karena terjadi erosi tata nilai di semua lapisan masyarakat.

Sedangkan ”Kalabendu” adalah zaman yang mantap stabilitasnya, tetapi alat stabilitasnya tak lain tak bukan penindasan. Ketidakadilan justru didewakan. Kemewahan dipertontonkan, sementara itu jeritan orang miskin dan kaum tertindas tidak dihiraukan. Penjahat dipandang sebagai pahlawan dan orang jujur malah ditertawakan dan disingkirkan. Singkatnya, ”Kalabendu” adalah zaman hancur dan rusaknya kehidupan karena tata nilai dan tata kebenaran dijungkir-balikkan.

Keadaan Zaman Edan tersebut digambarkan dalam gejala-gejala alam, keadaan menderita dan kehidupan manusia yang semakin merosot. Digambarkan:

”Lindhu ping pitu sedina; gawé susahing manungsa; lemah bengkah; akeh udan salah mangsa; ….manungsa pating galuruh; akeh kang nandhang lara; pageblug rupa-rupa; mung sethithik kang mari; akèh-akèhé padha mati….

wong bener thenger-thenger; wong salah bungah-bungah; wong apik ditampik-tampik; wong bejat munggah pangkat; akèh dhandhang diunèkaké kunthul; wong salah dianggep bener; wong lugu keblenggu; wong mulya dikunjara; sing culika mulya; sing jujur ajur; linak lijo linggo lica, lali anak lali bojo lali tangga lali kanca”.

Menurut R. Ng. Ranggawarsita, setelah terjadi ”Kalatida” dan ”Kalabendu” pasti akan muncul zaman ”Kalasuba”, yaitu zaman stabilitas dan kemakmuran. Pada zaman ”Kalasuba” akan muncul seorang tokoh yang akan hadir sebagai penyelamat, Ratu Adil. Supaya dapat selamat dari zaman ”Kalatida” dan ”Kalabendu”, orang harus selalu bersikap sadar dan waspada (eling lan waspada).

Dalam bacaan Injil hari ini Tuhan Yesus mengingatkan kita untuk menjadi orang yang peka dan memahami tanda-tanda zaman. Ketika melihat awan gelap mulai berarak, dengan mudah kita menyimpulkan bahwa hujan akan segera tiba.

Menurut Yesus, mengambil kesimpulan bahwa Yesus adalah Mesias juga merupakan hal mudah, bila orang mau melihat berbagai perbuatan kemesiasan-Nya. Sama mudahnya seperti ketika orang melihat tanda-tanda cuaca dan kemudian menyimpulkan bahwa hari akan terang atau turun hujan.

Banyak orang Yahudi yang tidak mau atau tidak berani mengakui bahwa Yesus adalah Mesias. Padahal mereka telah menyaksikan dengan mata kepala sendiri tanda-tanda ajaib yang telah dilakukan Yesus Sang Mesias.

Yesus mengkritik sikap mereka. “Hai orang-orang munafik, rupa bumi dan langit kamu tahu menilainya, mengapakah kamu tidak dapat menilai zaman ini?”, tegas Yesus.

Kita yang hidup pada masa kini tidak lagi secara langsung melihat karya Yesus. Tetapi semua kisah itu dapat kita “lihat” melalui kesaksian Kitab Suci. Melalui kesaksian dalam Kitab Suci kita dapat melihat bagaimana Tuhan menyatakan diri dan kebenaran-Nya. Dialah Sang Mesias yang dijanjikan Allah untuk menyelamatkan dunia ini. Dialah Sang Penyelamat dunia lewat hidup, karya dan wafatNya di salib.

Pertanyaan refleksinya, apakah Anda peka menangkap tanda-tanda zaman saat ini? Seberapa yakin Anda mengimani Yesus sebagai Sang Mesias Penyelamat hidup manusia? Berkah Dalem dan Salam Teplok dari Bumi Mertoyudan.

#Y. Gunawan, Pr.

Similar Posts

  • Yesuslah Mutiara Berharga

    Percik Firman : Yesuslah Mutiara BerhargaRabu, 28 Juli 2021Bacaan Injil: Mat. 13:44-46 ”Setelah ditemukannya mutiara yang sangat berharga, iapun pergi menjual seluruh miliknya lalu membeli mutiara itu” (Mat. 13:46) Saudari/a ku ytk.,Saya mengenal salah satu keluarga yang aktif dalam kegiatan Gereja. Saya pun akrab dengan mereka. Pernah suatu hari mereka bercerita ke saya bahwa anaknya…

  • Pribadi yang STMJ

    Senin, 20 Maret 2023HR Santo Yusuf, Suami SP MariaBacaan Injil: Mat 1:16.18-21.24a Sdri/a yang terkasih,Pada hari ini kita merayakan Hari Raya Santo Yusuf, suami Santa Perawan Maria. Sebenarnya perayaannya kemarin, tanggal 19 Maret, tetapi karena kemarin hari Minggu, lalu perayaannya digeser hari Senin. Sejak abad ke-8, Gereja menetapkan tanggal 19 Maret sebagai hari raya utama…

  • Menjadi Kudus dalam Hidup Sehari-hari

    Percik Firman : Menjadi Kudus dalam Hidup Sehari-hariMinggu, 1 November 2020HR Semua Orang KudusBacaan Injil: Mat 6:1-12a “Berbahagialah orang yang membawa damai, karena mereka akan disebut anak-anak Allah” (Mat 5:9) Saudari/a ku ytk,.Merenungkan bacaan Injil pada Hari Raya Semua Orang Kudus hari ini, saya teringat Tanya Jawab seorang wartawan kepada Sri Paus. Ketika Yohanes Paulus…

  • Diberi Kesempatan Hidup Lebih Baik

    Percik Firman: Diberi Kesempatan Hidup Lebih BaikSabtu, 24 Oktober 2020Bacaan Injil : Lukas 13:1-9 “Tuan, biarkanlah dia tumbuh tahun ini lagi, aku akan mencangkul tanah sekelilingnya dan memberi pupuk kepadanya” (Luk 13:8) Saudari/a ku ytk.,Ada seorang yang hidupnya pernah tidak baik, ugal-ugalan, dan suka mabuk. Orangtuanya sudah mengingatkan berkali-kali. Tetapi tidak digubris. Suatu kali dia…

  • Menjadi “Ksatria” Masa Kini

    Percik Firman: Menjadi “Ksatria” Masa KiniSenin, 20 April 2020Bacaan Injil: Yoh 3:1-8 “Rabi, kami tahu, bahwa Engkau datang sebagai guru yang diutus Allah” (Yoh 3:2) Saudari/a ku ytk.,Pada suatu hari ada seorang seminaris yang meminjam sepeda saya untuk berolahraga mengelilingi kompleks Seminari Mertoyudan. Saking semangatnya dalam menggenjot pedal sampai bagian gir rantai rusak dan patah….

  • Pengampunan Tak Terbatas

    Percik Firman: Pengampunan Tak TerbatasKamis, 12 Agustus 2021Bacaan Injil: Mat 18:21-19:1 Saudari/a ku ytk.,Merenungkan bacaan Injil hari ini, saya teringat akan sharing salah seorang umat. Beliau memberi kesaksian untuk mengampuni suaminya. Mereka dulu menikah di Gereja katolik dengan dispensasi beda agama. Dalam perjalanan waktu, mereka dianugerahi anak. Sang suami selingkuh dan menikah lagi. Padahal biaya…