Diberi Kesempatan Hidup Lebih Baik

Percik Firman: Diberi Kesempatan Hidup Lebih Baik
Sabtu, 24 Oktober 2020
Bacaan Injil : Lukas 13:1-9

“Tuan, biarkanlah dia tumbuh tahun ini lagi, aku akan mencangkul tanah sekelilingnya dan memberi pupuk kepadanya” (Luk 13:8)

Saudari/a ku ytk.,
Ada seorang yang hidupnya pernah tidak baik, ugal-ugalan, dan suka mabuk. Orangtuanya sudah mengingatkan berkali-kali. Tetapi tidak digubris. Suatu kali dia mengalami kecelakaan yang hebat. Dia dirawat di rumah sakit berbulan-bulan. Selama dirawat, dia sering dikunjungi seorang pastor yang bertugas pastoral care di rumah sakit itu.

Sang pastor menyapa dengan penuh kasih, menyemangati dan mendoakannya setiap hari. Lama kelamaan orang itu tersentuh dengan pastor itu. Hatinya terbuka. Dia berjanji akan hidup lebih baik setelah dia sembuh. Dia tidak akan mengulangi kebiasaannya yang lama. Dia akan menggunakan kesempatan yang ada untuk berbuat baik.

Hidup ini adalah kesempatan. Kesempatan untuk apa? Kesempatan untuk berbuat baik, kesempatan untuk bertobat, kesempatan untuk mengembangkan bakat, kesempatan untuk mengabdi Tuhan, kesempatan untuk melayani Tuhan, dsb.

Sampai ada lagu “Hidup Ini adalah Kesempatan”. Berikut ini penggalan syairnya:
“Hidup ini adalah kesempatan/ Hidup ini untuk melayani Tuhan/ Jangan sia-siakan waktu yang Tuhan bri/ Hidup ini harus jadi berkat.
Oh Tuhan pakailah hidupku/ Selagi aku masih kuat/ Bila saatnya nanti/ Ku tak berdaya lagi/ Hidup ini sudah jadi berkat”.

Ada ungkapan inspiratif yang mengingatkan kita, “Luwih becik dadi bekas wong elek, tinimbang dadi bekas wong apik”.

Bacaan Injil ini hari ini mengisahkan bagaimana orang diajak untuk bertobat dan diberi kesempatan untuk hidup lebih baik lagi. Hal ini ditegaskan Tuhan Yesus dengan perumpamaan pohon Ara yang tidak berbuah.

Santo Lukas mewartakan bahwa seruan bertobat bernada keras dengan perumpamaan yang menjelaskan bagaimana kerahiman Tuhan bisa menjadi kenyataan. Pohon Ara yang tidak berbuah selama tiga tahun itu masih mendapat kesempatan setahun lagi. Harapannya, tahun depan akan menjadi pohon yang baik dan bisa berbuah.

Perumpamaan tersebut uga memperlihatkan betapa besarnya peran pengurus kebun. Ia memintakan kelonggaran. Ia juga bersedia mengusahakan agar pohon Ara yang mandul itu bisa menjadi baik. Dia menggemburkan tanah sekeliling dan memberi pupuk. Hati sang empunya kebun melunak melihat kecintaan pemelihara kebun terhadap pohon yang naas itu.

Pengurus kebun itu bukan administrator yang bekerja atas dasar kalkulasi untung rugi melulu. Tetapi pengurus kebun itu adalah orang yang mencari mereka yang sulit, yang sudah tanpa harapan lagi. Pengurus kebun itu adalah orang yang masih berani mendekati mereka yang menjengkelkan Tuhan sendiri.

Perumpamaan itu disampaikan Tuhan Yesus untuk menyadarkan dan mengkritik sikap orang-orang Yahudi, baik yang tinggal di Galilea maupun Yerusalem. Masalah di Galilea ialah perbedaan antara orang kaya dan orang miskin, adanya ketakadilan sosial yang makin memojokkan orang miskin. Masalah orang Yerusalem ialah sikap saleh tapi sombong, merasa aman, mau mengatur Tuhan.

Dua wilayah itu melambangkan dua tipe kedosaan yang perlu dijauhi, yaitu: (1) kelekatan pada kekayaan, sehingga melupakan sesama (“dosa orang Galilea”), dan (2) sikap merasa diri sudah jadi orang lurus, sehingga berlaku munafik dan bahkan memusuhi Yesus sebagai utusan Tuhan sendiri (“dosa orang Yerusalem”).

Pertanyaan refleksinya, bagaimana hidup Anda akhir-akhir ini: lebih banyak berbuat baik atau berbuat dosa? Selagi masih diberi kesempatan hidup oleh Tuhan, marilah kita menyadari dan menyesali kesalahan, lalu bertobat dan membangun niat untuk hidup lebih baik, agar hidup kita berbuah berkat bagi keluarga dan sesama.

Selamat berakhir pekan. Jangan lupa bahagia dan tetap semangat. Berkah Dalem dan Salam Teplok dari Bumi Mertoyudan.

#Y. Gunawan, Pr.

Similar Posts

  • Tuhan Turut Bekerja

    Percik Firman: Tuhan Turut BekerjaKamis, 3 Desember 2020Pesta St. Fransiskus XaveriusBacaan Injil: Mrk 16: 15-20 “Merekapun pergilah memberitakan Injil ke segala penjuru, dan Tuhan turut bekerja” (Mrk 16:20) Sdri/a ku ytk.,Dalam pengalaman menjalani tugas perutusan dari Bapak Uskup selama ini, saya sampai pada kesadaran akan sebuah refleksi: “Jika Tuhan mengutus, Dia pasti menyertai saya dengan…

  • Berdoa dengan Tidak Bertele-tele

    Percik Firman : Berdoa dengan Tidak Bertele-teleSelasa, 23 Februari 2021Bacaan Injil : Mat 6:7-15 “Dalam doamu itu janganlah kamu bertele-tele seperti kebiasaan orang yang tidak mengenal Allah” (Mat 6:7) Saudari/a ku ytk.,Ketika merenungkan sabda Tuhan hari ini, saya teringat akan sharing seorang calon baptis yang sudah tua. Ia bersemangat mengimani Yesus sebagai Juru Selamat. Dengan…

  • Pengorbanan Sang Ibu

    Rabu, 8 Maret 2023Bacaan Injil: Mat 20:17-28 “Datanglah ibu Zebedeus serta anak-anaknya kepada Yesus, lalu sujud di hadapan-Nya untuk meminta sesuatu” (Mat 20:20) Saudari/a ku ytk.,Setiap orang biasanya mempunyai kenangan akan sosok ibu. Seorang ibu pasti mau berkorban demi anak-anaknya. Pengorbanannya pun tidak tanggung-tanggung. Apapun dilakukan demi kebahagiaan anak-anaknya, sampai “sikil dienggo sirah, sirah dienggo…

  • Pertobatan dan Pengampunan

    “Dalam nama-Nya berita tentang pertobatan dan pengampunan dosa harus disampaikan kepada segala bangsa, mulai dari Yerusalem” (Luk 24:47) Saudari/a ku ytk., Orang akan bersukacita dan lega jika diampuni atau dimaafkan kesalahannya. Orang juga akan bersukacita jika utangnya dinyatakan lunas. Pengampunan dan penebusan memberikan kelegaan. Yang perlu dilakukan agar diampuni dan hati lega adalah seseorang perlu…

  • Setia Merawat

    Percik Firman : Setia MerawatMinggu Biasa XVI, 19 Juli 2020Bacaan Injil: Mat 13:24-43 “Memang biji sesawi itu yang paling kecil dari segala jenis benih, tetapi… Burung-burung di udara datang bersarang pada cabang-cabangnya” (Mat 13:32) Saudari/a ku ytk.,Pada tahun ajaran baru ini Seminari Menengah Mertoyudan mendidik 238 seminaris dari berbagai keuskupan. Mereka datang dari berbagai tempat…

  • Memuliakan Allah

    Percik Firman: Memuliakan AllahRabu, 22 Desember 2021Bacaan Injil: Luk 1:46-56 Saudari/a ku ytk.,Dalam bacaan Injil, dikisahkan bagaimana Bunda Maria memuliakan Allah dengan kidung Magnificat (Jiwaku memuliakan Tuhan). Dia adalah contoh seorang ibu dalam menghayati hidup doa. Kebiasaan doa ini tentu juga diwariskan kepada kanak-kanak Yesus. Menjelang Natal ini, kita diberi contoh teladan sosok seorang ibu…