Nutrisi Rohani

Percik Firman: Nutrisi Rohani
Rabu, 29 April 2020
Peringatan Wajib Santa Katarina dari Siena (Perawan dan Pujangga Gereja)
Bacaan Injil: Yoh 6: 35-40

“Akulah roti hidup; barangsiapa datang kepada-Ku, ia tidak akan lapar lagi, dan barangsiapa percaya kepada-Ku, ia tidak akan haus lagi” (Yoh 6:35)

Saudari/a ku ytk.,
Setiap kali kita merayakan Ekaristi kita menerima nutrisi rohani, dalam rupa sabda Tuhan dan Tubuh Kristus. Hal itu menjadi kekuatan dan santapan bagi jiwa kita. Maka, sebelum menerimakan Tubuh Kristus, seorang imam akan mengangkat Tubuh Kristus dan piala berisi Darah Kristus seraya berkata, “Kecaplah dan lihat, betapa baiknya Tuhan. Dialah santapan jiwa, daya ilahi melawan dosa. Berbahagialah kita yang diundang ke perjamuan Tuhan”.

Dalam bacaan Injil pada peringatan wajib Santa Katarina dari Siena hari ini, Tuhan Yesus mewahyukan diri-Nya: “Akulah roti hidup; barangsiapa datang kepada-Ku ia tidak akan lapar lagi, barangsiapa percaya kepada-Ku tidak akan haus lagi.” Yesus mewahyukan diri-Nya sebagai Roti Hidup.

Pemberian diri Yesus ini sebagai cara Allah untuk membawa manusia kepada kehidupan kekal. Roti yang dimaksud di sini adalah perlambang dari salah satu materi yang membuat orang dapat hidup. Namun Yesus masih menambah aspek lain yang membawa kepada hidup yaitu iman kepercayaan kepada-Nya.

Dengan menyambut komuni, kita menerima Kristus dan bersatu dengan-Nya. Dia tinggal dan meraja dalam hati kita. Tetapi kadang kala kita bergulat dan protes pada Tuhan saat mengalami penderitaan dan masalah. Kita merasa ditinggalkan Tuhan. Pergulatan seperti ini juga pernah dialami oleh Santa Katarina.

Pada suatu hari ia bertanya kepada Tuhan, “Di manakah Engkau, Tuhan, ketika aku mengalami cobaan yang begitu mengerikan?” Yesus menjawab, “Puteri-Ku, Aku ada dalam hatimu. Aku membuatmu menang dengan rahmat-Ku.”
Santa Katarina adalah pelindung Italia. Ia berasal dari keluarga besar. Ayah dan ibunya menghendaki agar ia menikah dan hidup bahagia. Tetapi, Katarina hanya ingin menjadi seorang biarawati. Untuk menyatakan tekadnya, ia memotong rambutnya yang panjang dan indah. Ia ingin menjadikan dirinya tidak menarik.

Orangtuanya amat jengkel, mengancam dan seringkali memarahinya. Mereka juga menghukumnya dengan memberi pekerjaan rumah tangga yang paling berat. Tetapi Katarina tidak takut dan tidak gentar. Ia maju terus dengan niatnya. Pada akhirnya, orangtuanya mengizinkan menjadi biarawati. Ia dipakai Tuhan membawa pulang Paus Gregorius XI dari pembuangan di Avignon (Prancis) ke Roma. Bahkan ia diberi anugerah stigmata luka-luka Yesus.

Dia meninggal dunia dalam usia 33 tahun. Dia dimakamkan di gereja Santa Maria Sopra Minerva, Roma, Italia. Lokasi gereja itu di belakang Pantheon di Roma. Saya bersyukur bisa beberapa kali berziarah dan berdoa di makamnya. Bahkan bisa diberi kesempatan berziarah ke kota Siena, tempat dia dilahirkan dan hidup membiara. Di Siena juga terjadi mukjizat Ekaristi tahun 1730.

Dia dinyatakan kudus oleh Paus Pius II pada tahun 1461. Pada tahun 1970, Paus Paulus VI mengangkatnya sebagai Pujangga Gereja. Santa Katarina menerima kehormatan besar ini karena ia melayani Gereja Kristus dengan gagah berani. Bukan umur panjang yang menentukan kesucian seseorang, tetapi kualitas hidup dan iman yang ditampakkan dalam hidup kesehariannya.

Pertanyaannya, percayakah Anda menerima nutrisi rohani yang menyelamatkan setiap kali menyambut komuni? Bagaimana penghayatanmu terhadap Ekaristi selama ini? Berkah Dalem dan Salam Teplok dari Bumi Mertoyudan. Selamat berpesta pelindung bagi Anda atau lingkungan Anda yang bernaung pada Santa Katarina.

# Y. Gunawan, Pr

Similar Posts

  • Kemarahan Tak Terkendali

    Percik Firman: Kemarahan Tak TerkendaliSenin, 31 Agustus 2020Bacaan Injil: Luk 4:16-30 “Mendengar itu sangat marahlah semua orang yang di rumah ibadat itu” (Luk 4:28) Saudari/a ku ytk.,Ada suami-isteri yang berkonflik. Mereka saling marah dan beradu mulut. Anaknya masih kecil. Saat suami-isteri itu bertengkar, sampai keluar kata-kata si suami, “Kubunuh kamu”. Dalam kemarahannya itu, si suami…

  • Kepo atau Ndableg?

    Percik Firman: Kepo atau Ndableg?Selasa, 5 Mei 2020Bacaan Injil: Yoh. 10:22-30 “Berapa lama lagi Engkau membiarkan kami hidup dalam kebimbangan? Jikalau Engkau Mesias, katakanlah terus terang kepada kami.” (Yoh 10: 24) Saudari/a ku ytk.,Pada suatu hari saya menengok saudara. Ada kesempatan untuk berekreasi di Kebun Raya. Saat menemani keponakan rekreasi di Kebun Raya, sepanjang perjalanan…

  • Gusti Mesthi Paring Dalan

    Percik Firman: Gusti Mesthi Paring DalanSelasa, 29 Maret 2022Bacaan Injil : Yoh 5:1-16 Saudari/a ku ytk.,Merenungkan bacaan Injil hari ini, saya teringatkan akan pengalaman seorang pasutri yang lama berdoa dan mengharapkan belaskasih Tuhan dalam hidup rumah tangganya. Pasutri itu sudah beberapa tahun menikah dan belum diberi keturunan. Siang malam mereka berdoa pada Tuhan. Aneka usaha…

  • Menembus Ruang dan Waktu

    Percik Firman: Menembus Ruang dan WaktuMinggu Paskah III, 18 April 2021Bacaan Injil : Luk 24: 35-48 Saudari/a ku ytk.,Ada orang yang diberi anugerah Tuhan untuk bisa melihat roh atau arwah orang yang sudah meninggal dunia. Ada yang bisa melihat roh itu ada di rumah, di jalan tol, di gereja, dan di makam. Bahkan ada orang…

  • Siapakah Yesus Bagiku?

    Percik Firman : Siapakah Yesus Bagiku?Jumat, 27 September 2024Peringatan Wajib Santo Vinsensius A Paulo (imam)Bacaan Injil: Luk 9:18-22 Saudari/a ku ytk.,Pengalaman pribadi kita dengan Tuhan Yesus akan menentukan pemahaman dan gambaran siapa Tuhan Yesus bagi kita. Pemahaman seseorang akan Yesus dipengaruhi oleh latar belakang hidupnya, sudut pandangnya, dan pengalaman personal dengan Yesus. Setiap orang bisa…

  • Makna Keluarga secara Baru

    Percik Firman : Makna Keluarga secara BaruSelasa, 24 September 2024Bacaan Injil: Luk 8:19-21 “Ibu-Ku dan saudara-saudara-Ku ialah mereka, yang mendengarkan firman Allah dan melakukannya” (Luk 8:21) Saudari/a ku ytk.,Pernahkah Anda tidak diakui sebagai anggota keluarga? Bagaimana perasaannya saat diperlakukan demikian? Mungkin ada yang sakit hati, sedih, marah, mangkel, dsb. Dalam bacaan Injil hari ini, sepertinya…