Kemarahan Tak Terkendali

Percik Firman: Kemarahan Tak Terkendali
Senin, 31 Agustus 2020
Bacaan Injil: Luk 4:16-30

“Mendengar itu sangat marahlah semua orang yang di rumah ibadat itu” (Luk 4:28)

Saudari/a ku ytk.,
Ada suami-isteri yang berkonflik. Mereka saling marah dan beradu mulut. Anaknya masih kecil. Saat suami-isteri itu bertengkar, sampai keluar kata-kata si suami, “Kubunuh kamu”. Dalam kemarahannya itu, si suami membawa senjata tajam di tangannya.

Anaknya yang masih kecil itu melihat dan mendengarkan pertengkaran tersebut. Terekam dalam ingatan anak itu kata-kata bapaknya itu. Saat anak itu berkelahi dengan temannya di sekolah, dia mengatakan kepada temannya, “Kubunuh kamu”.

Hati-hati dengan kemarahan dan perkataan kita sebagai orang dewasa. Kemarahan bisa berakibat fatal. Kemarahan adalah salah satu dosa pokok. Kita mengenal ada tujuh dosa pokok dalam ajaran Gereja Katolik.

Ke-7 dosa pokok tersebut, yaitu: ketamakan, kesombongan, iri hati, hawa nafsu, kerakusan (terkait makanan-minuman), kemalasan, dan kemarahan. Kita harus hati-hati terhadap sikap marah, karena kemarahan adalah salah satu dosa pokok.

Dosa pokok adalah dosa yang bisa menyebabkan dosa-dosa yang lain dan keburukan-keburukan yang lain (KGK, no. 1866). Kemarahan bisa menyebabkan dosa dan keburukan yang lain. Misalnya, ketika orang marah, dia bisa kemudian memusuhi teman, membenci teman, memukul, merusak barang, bahkan bisa sampai membunuh orang yang dimarahi.

Dalam bacaan Injil di penghujung Agustus 2020 hari ini, kita mengetahui bagaimana sikap orang-orang Nazaret terhadap Yesus di Bait Allah pada hari Sabat. Pada awalnya, mereka mengagumi Yesus, membenarkan kata-kata Yesus dan heran akan kata-kata yang indah yang diucapkan-Nya. Kemudian berubah menjadi merendahkan Yesus.

Ketika dikritik Yesus, mereka tersinggung dan marah. Dikisahkan dalam Injil, mendengar itu sangat marahlah semua orang yang di rumah ibadat itu. Mereka bangun, lalu menghalau Yesus ke luar kota dan membawa Dia ke tebing gunung, tempat kota itu terletak, untuk melemparkan Dia dari tebing itu. Kemarahan bisa menyebabkan keburukan-keburukan yang lain.

Secara manusiawi, perasaan adalah sesuatu yang netral. Marah adalah perasaan yang wajar dan normal dalam hidup kita. Yang penting, bagaimana perasaan itu disadari, diolah dan dikendalikan dengan baik. Kalau sudah sampai berlanjut dengan tindakan yang anarkis atau merusak, bisa dinilai secara moral.

Pertanyaan refleksinya, bagaimana situasi batin Anda akhir-akhir ini? Bagaimana cara Anda untuk mengolah dan mengendalikan kemarahan yang muncul? Berkah Dalem dan Salam Teplok dari Bumi Mertoyudan.

# Y. Gunawan, Pr

Similar Posts

  • Allah Memberi Tanda

    Allah Memberi Tanda Baca: Kej. 4:1-15; Mrk. 8:11-13 Dalam Kisah Kain yang membunuh Abil, adiknya, Allah telah mengingatkan akan godaan setan yang mengincar Kain untuk melakukan kejahatan. Dan setelah Kain toh akhirnya membunuh saudaranya, Allah memberi tanda (Ibr. “semeion”) pada Kain agar ia tidak mati dibunuh juga. Betapa dahsyatnya akibat dosa iri hati karena tiadanya…

  • Betapa Berharganya Kita

    Percik Firman: Betapa Berharganya KitaMinggu, 21 Juni 2020Minggu Biasa XIIBacaan Injil: Mat 10:26-33 “Janganlah kamu takut, karena kamu lebih berharga daripada banyak burung pipit” (Mat 10:31) Saudari/a ku ytk.,Merenungkan sabda Tuhan pada Minggu Biasa ke-12 hari ini, saya ingat akan sebuah lagu yang dinyanyikan Maria Shandi. Judulnya “Kasih Setia-Mu”. Berikut ini liriknya: Kasih setia-Mu yang…

  • Rabu Abu di Masa Pandemi

    Percik Firman : Rabu Abu di Masa PandemiRabu Abu, 17 Februari 2021Bacaan Injil: Mat 6:1-6.16-18 “Apabila engkau berpuasa, minyakilah kepalamu dan cucilah mukamu, supaya jangan dilihat oleh orang bahwa engkau sedang berpuasa” (Mat 6:17-18) Saudari/a ku ytk.,Hari Rabu Abu tahun 2021 ini kita rayakan dalam situasi Pandemi Covid-19. Untuk menghindari banyak kerumunan, beberapa paroki melayani…

  • Berada dalam Persimpangan Jalan

    Percik Firman : Berada dalam Persimpangan JalanSenin, 16 Agustus 2021Bacaan Injil : Mat 19:16-22 “Jikalau engkau hendak sempurna, pergilah, juallah segala milikmu dan berikanlah itu kepada orang-orang miskin, maka engkau akan beroleh harta di sorga” (Mat 19:21) Saudari/a ku ytk.,Bacaan Injil hari ini mengisahkan seorang pemuda kaya yang bingung mengenai hidupnya di dunia ini. Dia…

  • Berani Jujur

    Percik Firman: Berani JujurSabtu, 13 Juni 2020PW Santo Antonius PaduaBacaan Injil: Mat 5:33-37 “Jika ya, hendaklah kamu katakan: ya, jika tidak, hendaklah kamu katakan: tidak ” (Mat 5:37) Saudari/a ku ytk.,Pada suatu hari ada seorang seminaris yang berkali-kali tidak mengakui bahwa rokok yang ada di saku bajunya itu miliknya. Saat ada sidak di dormit, salah…