Perlindungan Tuhan

Percik Firman: Perlindungan Tuhan
Rabu, 27 Mei 2020
Novena Roh Kudus Hari ke-6
Bacaan Injil: Yoh 17:11b-19

“….supaya Engkau melindungi mereka dari pada yang jahat” (Yoh 17:15)

Sdri/a yang terkasih,
Ada seorang seminaris yang bersharing bagaimana Tuhan melindunginya saat masih SMP. Sepulang sekolah, dia diajak teman-temannya pergi ke warnet (warung internet). Dengan masih memakai baju seragam SMP, hatinya sebenarnya tidak nyaman. Baru beberapa menit di dalam warnet, ibunya sudah menelponnya untuk pulang. Awalnya dia tidak menghiraukan telpon ibunya. Sampai ditelpon tiga kali, ia akhirnya pulang meninggalkan teman-temannnya.

Pada hari berikutnya dia baru tahu bahwa tak lama setelah dia meninggalkan warnet itu, satu group polisi berpatroli dan ‘menggebrek’ warnet itu. Teman-temannya ditangkap dan dibawa ke kantor polisi. Bahkan sampai masuk berita di koran Kompas. Dia merasa bersyukur bahwa dia dilindungi Tuhan lewat ibunya yang memintanya segera pulang waktu itu. Singkat cerita, pengalaman itu menggerakkan dia masuk seminari Mertoyudan untuk menjadi seorang imam.

Ya, itulah perlindungan Tuhan. Perlindungan Tuhan seringkali di luar dugaan kita. Tuhan dapat melindungi diri kita melalui banyak cara dan siapa saja. Sabda Tuhan pada Novena Roh Kudus hari ke-6 ini memberikan rasa ayem dalam diri kita, karena Yesus mendoakan kita para murid-Nya agar selalu dalam perlindungan Allah. “….supaya Engkau melindungi mereka dari pada yang jahat”, begitu doa Yesus kepada Bapa-Nya.

Tuhan melindungi kita agar kita hidup dalam kesucian sesuai dengan kehendak-Nya. Kita semua dipanggil untuk hidup suci, kudus, dan baik. Dalam Injil hari ini, Tuhan Yesus juga memohonkan rahmat kekudusan bagi kita, “Bapa, kuduskanlah mereka dalam kebenaran”.

Pada tanggal 19 Maret 2018, di Hari Raya Santo Yoseph, Paus Fransiskus mengeluarkan Seruan Apostolik “Gaudete et Exsultate”, yang berbicara tentang panggilan akan kesucian pada zaman modern ini. Panggilan tersebut melekat pada diri semua, berkat rahmat baptisan yang kita terima, di mana Roh Kudus yang tercurah mendorong semua orang menapaki jalan kekudusan.

Semua orang dipanggil kepada kesucian. Allah menghendaki kita semua menjadi orang suci, dan tidak tinggal diam dalam sikap tawar hati dan suam-suam kuku. Panggilan akan kesucian diperlihatkan dalam berbagai cara sejak dari halaman-halaman pertama Kitab Suci. Kita melihatnya dalam ungkapan akan sabda Tuhan kepada Abraham, “Hiduplah di hadapanKu dengan tidak bercela” (Kej 17:1).

Paus Fransiskus juga menegaskan bahwa kesucian tersebut sekaligus merupakan panggilan akan kesaksian dan cara hidup Gereja. Umat Kristiani diutus untuk memberikan kesaksian akan kesucian, sebab kekudusan tersebut merupakan panggilan sebagai cara hidup yang hendaknya ditapaki oleh semua umat beriman.
Orang-orang kudus bukanlah orang-orang yang sempurna, tetapi mereka adalah orang-orang yang bergumul dalam hidupnya, yang senantiasa terus-menerus mengarahkan diri kepada Allah.

Dikatakannya bahwa kehidupan mereka memang tidak selalu sempurna, walaupun demikian betapapun di tengah kerapuhan dan kegagalan mereka, mereka tetap berjalan terus dan berusaha melakukan sesuatu yang berkenan kepada Allah. Mereka selalu mengandalkan Allah. Mereka peka akan bimbingan Allah dalam hidup ini.

Jalan kesucian menurut “Gaudete et Exsultate” merupakan suatu undangan yang tumbuh lewat tanda-tanda sikap yang sederhana, antara lain: tidak terpancing untuk bergosip, sikap mau mendengarkan sesama meskipun lelah, peduli dan mau menjumpai mereka yang miskin atau menghibur mereka yang sedang sedih, serta bertekun dalam doa-doa sederhana di saat-saat cemas, gelisah dan menghadapi persoalan.

Pertanyaan refleksi, kapan Anda merasa dilindungi Tuhan? Apa saja yang akan Anda usahakan agar dapat hidup suci dan baik dalam hidup ini? Berkah Dalem dan Salam Teplok dari Bumi Mertoyudan.

# Y. Gunawan, Pr

Similar Posts

  • Praksis Kesalehan Hidup

    Percik Firman: Praksis Kesalehan HidupRabu, 17 Juni 2020Bacaan Injil: Mat 6:1-6.16-18 “Jika engkau memberi sedekah, janganlah diketahui tangan kirimu apa yang diperbuat tangan kananmu.” (Mat 6:3) Saudari/a ku ytk.,Kehidupan di seminari sering kali ditopang oleh kebaikan banyak orang. Mereka mempunyai hati dan kepeduliaan terhadap pendidikan calon imam. Mereka memberikan donasi atau derma dengan berbagai macam…

  • Lepas Tanggung Jawab atau Berbelaskasih?

    Percik Firman : Lepas Tanggung Jawab atau Berbelaskasih?Senin, 2 Agustus 2021Bacaan Injil: Mat 14:13-21 Sdri/a ku ytk.,Hari Rabu kemarin saya diminta untuk mengisi pengajaran di Sekolah Evangelisasi Pribadi 8. Saya menyampaikan Ajaran Gereja tentang Evangelii Nuntiandi (Mewartakan Injil dalam Dunia Modern) lewat media zoom. Seusai acara zoom itu, ada seorang bapak menghubungi WA saya yang…

  • Duabelas

    Duabelas (Mt. 10:1-7) Pada awal 2023, Seminari menanam duabelas pohon Norfolk. Itu atas usulan benefaktor yang menyumbang. Mengapa duabelas? Katanya, “Itu melambangkan duabelas rasul, fondasi Gereja”. Sangat masuk akal. Lalu disetujui bahwa duabelas pohon Norfolk itu ditanam di taman Domus Patrum. Harapannya, formasi di Seminari sungguh menggambarkan formasi iman yang kokoh. Angka duabelas dalam Alkitab…

  • Kekuatan Sabda

    Percik Firman : Kekuatan SabdaSenin, 26 Oktober 2020Bacaan Injil : Lukas 13:10-17 “Yesus memanggil dia dan berkata kepadanya: ‘Hai ibu, penyakitmu telah sembuh.” (Luk 13: 12) Saudari/a ku ytk,.Merenungkan sabda Tuhan hari ini, saya teringat akan sharing seorang ibu. Ada seorang ibu lektor bercerita kepada saya. Sebelum maju ke panti imam, ia merasa gugup dan…

  • Jangan Ada Yang Hilang

    Percik Firman : Jangan Ada Yang HilangSenin, 2 November 2020PW Arwah Semua Orang BerimanBacaan Injil: Yoh 6:37-40 “Inilah kehendak Dia yang telah mengutus Aku, yaitu supaya dari semua yang telah diberikan-Nya kepada-Ku jangan ada yang hilang, tetapi supaya Kubangkitkan pada akhir zaman” (Yoh 6:39) Saudari/a ku ytk,.Dalam salah satu audiensinya, Paus Fransiskus berbicara tentang kekudusan….