Tumbuh dari Keragu-raguan

Percik Firman : Tumbuh dari Keragu-raguan
Jumat Pertama, 3 Juli 2020
Pesta Santo Tomas, Rasul
Bacaan Injil : Yoh 20:24-29

“Tomas menjawab Dia: ‘Ya Tuhanku dan Allahku’!” (Yoh 20:28)

Saudari/a ku ytk.,
Apakah Anda pernah mendengar dan membaca kisah-kisah mukjizat Ekaristi dari masa ke masa, dimana roti berubah menjadi daging/tubuh Kristus dan anggur berubah menjadi darah Kristus? Barangkali Anda pernah menonton video mukjizat Ekaristi. Atau malah Anda pernah berziarah ke gereja atau basilica tempat untuk menyimpan mukjizat Ekaristi di Italia.

Salah satu mukjizat Ekaristi yang tua ada di kota Lanciano, kota kecil di pesisir Laut Adriatic di Italia. Ada seorang imam yang tidak percaya atau meragukan roti anggur berubah menjadi Tubuh dan Darah Kristus. Beberapa kali ia memimpin misa, ia meragukan kehadiran nyata Yesus dalam Ekaristi. Sekitar tahun 700 M di sebuah gereja kecil, Gereja Santo Legontian, Tuhan membuka mata hatinya dengan peristiwa yang menakjubkan indah.

Pada waktu Misa Kudus, setelah konsekrasi roti dan anggur, Hosti berubah menjadi Daging yang hidup dan Anggur menjadi Darah yang hidup, yang mengental menjadi lima gumpalan yang tak beraturan dan berbeda dalam bentuk dan ukurannya. Hosti berdarah itu sekarang disimpan di Gereja Lanciano dan banyak umat yang berziarah dan berdoa di sana.

Sekitar tahun 1970-an dilakukan penelitian dan hasilnya membuktikan bahwa daging tersebut adalah jaringan jantung manusia dan darahnya adalah darah manusia, keduanya memiliki golongan darah AB.

Bergulat dalam iman akan keragu-raguan terhadap kehadiran Tuhan Yesus ini juga pernah dialami Santo Tomas yang kita rayakan pestanya hari ini. Ia tidak percaya akan Yesus yang bangkit. Sampai akhirnya Yesus datang dan berkata kepada Tomas: “Taruhlah jarimu di sini dan lihatlah tangan-Ku, ulurkanlah tanganmu dan cucukkan ke dalam lambung-Ku dan jangan engkau tidak percaya lagi, melainkan percayalah”.

Dengan penuh keyakinan, Santo Tomas mengatakan, “Ya Tuhanku dan Allahku”. Jawaban Santo Tomas ini selalu kita ulangi dalam Ekaristi setiap kali imam mengangkat Tubuh dan Darah Kristus setelah bagian ‘Anak Domba Allah’.

Potongan jari Santo Tomas itu menjadi relikwi dan sekarang disimpan di basilika/gereja Santa Croce (Salib Suci) di Roma. Di basilika itu juga tersimpan relikwi potongan kayu salib Yesus, potongan tulisan INRI, sepotong kuku, dua potong duri dari mahkota yang dikenakan Yesus, dan potongan kayu salib penjahat yang bertobat.

Santo Agustinus pernah menulis refleksi yang menarik tentang Santo Tomas. Diungkapkan, “Dengan pengakuannya dan dengan menjamah luka Tuhan, ia sudah mengajarkan kepada kita apa yang harus dan patut kita percayai. Ia melihat sesuatu dan percaya sesuatu yang lain. Matanya memandang kemanusiaan Yesus, namun imannya mengakui Ke-Allah-an Yesus, sehingga dengan suara penuh gembira tercampur penyesalan mendalam, ia berseru: Ya Tuhanku dan Allahku”.

Santo Tomas jatuh tersungkur di kaki Sang Guru dan mengucapkan ungkapan imannya yang indah, yang terus kita ulangi sampai hari ini dalam doa-doa kita; “Ya Tuhanku dan Allahku!” Pengalaman disentuh Tuhan membuat Tomas menjadi pewarta ulung dan diyakini berlayar ke India pada tahun 52 M untuk mengabarkan Injil kepada orang Yahudi diaspora di Kerala. Ia mendarat di pelabuhan kuno Muziri. Menurut tradisi, Santo Tomas mati sebagai martir di India pada tahun 72 M dan dimakamkan di Gereja Katedral Santo Thomas.

Pertanyaan refleksinya, apakah Anda pernah meragukan Tuhan dalam hidup ini? Apakah Anda punya pengalaman personal disentuh oleh Tuhan, lalu Anda menjadi bersemangat dalam hidup ini?

Hati Yesus yang Mahakudus, jadikanlah hati kami seperti Hati-Mu yang lemah lembut, murah hati dan rendah hati. Santo Tomas, doakanlah kami. Berkah Dalem dan Salam Teplok dari bumi Mertoyudan.

# Y. Gunawan, Pr

Similar Posts

  • Menjual Tuhan

    Percik Firman : Menjual TuhanRabu, 31 Maret 2021Bacaan Injil: Mat 26:14-25 “Yudas berkata: ‘Apa yang hendak kamu berikan kepadaku, supaya aku menyerahkan Dia kepada kamu?” (Mat 26:15) Saudari/a ku ytk.,Ada orang yang berpindah agama demi mendapat promosi jabatan. Ada pula yang demi karier berpindah agama. Ada orang yang berkomentar, “Tuhan ditukar dengan sepiring nasi”. Atau…

  • Sambutan yang Ramah

    Percik Firman: Sambutan yang RamahRabu, 29 Juli 2020PW Santa MartaBacaan : Lukas 10:38-42 “Ketika Yesus dan murid-murid-Nya dalam perjalanan ke Yerusalem, tibalah Ia di sebuah kampung. Seorang perempuan yang bernama Marta menerima Dia di rumahnya” (Luk 10:38) Saudari/a ku ytk.,Pada suatu hari kami para rama yang berkarya di Paroki Banyumanik meluangkan waktu pergi berziarah ke…

  • Harta untuk Hidup Baik

    Percik Firman : Harta untuk Hidup BaikKamis, 29 Feb 2024Bacaan Injil: Luk. 16: 19-31 Saudari/a ku ytk.,Kekayaan adalah anugerah Allah. Harta kekayaan bukan penghalang, tetapi bisa menjadi sarana untuk hidup baik dan suci. Bahkan bisa menjadi sarana keselamatan dan berbagi pada sesama. Dalam bacaan Injil hari ini Tuhan Yesus mengkritik sikap orang kaya yang egois…

  • Menemukan Pengalaman “Galilea”

    Percik Firman: Menemukan Pengalaman “Galilea”Senin, 5 April 2021Bacaan Injil: Mat 28:8-15 Saudari/a ku ytk.,Bacaan Injil pada Senin Oktaf Paskah hari ini mengisahkan kebangkitan Yesus. Yesus menampakkan diri kepada para perempuan (Maria Magdalena, dkk). Mereka menjadi saksi kebangkitan yang pertama. Yesus memberikan kepercayaan dan tangggung jawab yang penting dan besar kepada para perempuan. Yesus meminta agar…

  • Menjadi Teladan di Masa Krisis

    Percik Firman: Menjadi Teladan di Masa KrisisJumat, 19 Maret 2021HR Santo Yusuf, Suami SP MariaBacaan Injil: Mat 1:16.18-21.24a Sdri/a yang terkasih,Di masa Pandemi Covid-19 ini Paus Fransiskus menetapkan tahun 2020-2021 sebagai Tahun Santo Yusuf, tepatnya mulai 8 Desember 2020 s/d. 8 Desember 2021. Hal ini ditandai dengan dikeluarkannya Surat Apostolik “Patris Corde” (Dengan Sebuah Hati…

  • Bukan Lewat Peristiwa Spektakuler

    Percik Firman: Bukan Lewat Peristiwa SpektakulerSenin, 30 November 2020Pesta St. Andreas RasulBacaan Injil: Mat. 4:18-22 “Mari, ikutlah Aku, dan kamu akan Kujadikan penjala manusia” (Mat 4:19) Sdri/a ku ytk.,Dalam pengalaman hidup panggilan, Tuhan seringkali memilih dan memanggil seseorang melalui peristiwa sederhana, pengalaman sehari-hari. Bukan melalui peristiwa yang spektakuler dan gegap gempita. Bahkan tak jarang Tuhan…