Memori dan Misteri

Sabtu, 31 Desember 2022
Bacaan Injil : Yoh 1:1-18

“Terang itu bercahaya di dalam kegelapan dan kegelapan itu tidak menguasainya” (Yoh 1:5)

Saudari/a ku ytk.,
Ketika mati lampu, orang bisa bingung. Suasana gelap. Mungkin juga takut. Kegelapan terjadi saat tidak ada cahaya. Hati dan pikiran pun akan bisa terasa “gelap” saat masalah datang bertubi-tubi.

Mungkin adanya virus corona (covid-19) di Indonesia sejak Maret 2020 membuat hidup kita gelap. Pergerakan kita dibatasi. Perjumpaan secara langsung dibatasi. Beribadah di gereja dibatasi. Piknik dibatasi. Jam kerja dan sekolah tidak normal. Usaha dan rejeki pun tidak lancar.

Banyak rencana dan acara ditunda atau malah batal. Perkawinan ditunda atau dibuat lebih sederhana (climen). Kuliah dan sekolah dikemas secara online atau jarak jauh. Seminar dibuat online (webinar).

Pada hari ini kita berada di penghujung tahun 2022. Tak terasa kita sudah menjalani hari-hari yang tidak mudah selama setahun ini.

Orang bijak mengatakan, ”Kemarin adalah memori, Hari ini adalah anugerah ilahi, dan Besok adalah misteri.” Tiga kurun waktu itu (kemarin, hari ini, dan besok) selalu menghiasi perjalanan hidup kita manusia sepanjang zaman.

Sabda Tuhan hari ini memberi kita bekal dan kekuatan untuk memasuki Tahun Baru 2023. Diungkapkan, “Terang itu bercahaya di dalam kegelapan dan kegelapan itu tidak menguasainya”.

Tuhan memberi kita terang untuk menghalau kegelapan dunia. Yesus Sang Imanuel adalah Sang Terang yang membawa harapan itu. Dia selalu menyertai kita. Tak pernah meninggalkan kita.

Adanya vaksin virus corona menjadi terang di tengah kegelapan masa pandemi setahun ini. Apalagi vaksin diberikan secara gratis oleh pemerintah. Bahkan sudah ada vaksin booster (penguat).

Syukur adalah sikap iman yang pantas kita hidupi di akhir tahun 2022 ini. Kita sebagai orang beriman harus memiliki semangat “gaudium et spes”, artinya memiliki kegembiraan dan harapan, untuk menyongsong hari-hari ke depan.

Paus Pius XII pernah mengungkapkan, “Masa depan adalah kepunyaan orang-orang yang berpengharapan kuat dan yang bertahan, bukan kepunyaan orang-orang yang berkecil hati”.

Pertanyaan refleksinya, sebagai memori tahun 2022 apa yang Anda syukuri pada akhir tahun ini? Sebagai sebuah misteri, apa harapan dan niat Anda untuk tahun 2023 nanti agar hidup Anda lebih baik? Berkah Dalem dan salam teplok dari Bujang Semar (Bumi Jangli, Semarang). # Y. Gunawan, Pr

Similar Posts

  • Gusti Mesthi Paring Dalan

    Percik Firman: Gusti Mesthi Paring DalanSelasa, 29 Maret 2022Bacaan Injil : Yoh 5:1-16 Saudari/a ku ytk.,Merenungkan bacaan Injil hari ini, saya teringatkan akan pengalaman seorang pasutri yang lama berdoa dan mengharapkan belaskasih Tuhan dalam hidup rumah tangganya. Pasutri itu sudah beberapa tahun menikah dan belum diberi keturunan. Siang malam mereka berdoa pada Tuhan. Aneka usaha…

  • Tersungkur atau Bersyukur?

    Percik Firman: Tersungkur atau Bersyukur?Kamis, 18 Januari 2024Hari ke-1 Pekan Doa untuk Kesatuan Umat KristianiBacaan Injil: Mrk 3: 7-12 “Bilamana roh-roh jahat melihat Yesus, mereka jatuh tersungkur di hadapan-Nya dan berteriak: ‘Engkaulah Anak Allah” (Mrk 3:11) Saudari/a ku ytk.,Kalau mau jujur, sebagian besar orang ingin populer, dipuji, dinilai penting dan dikagumi. Ya, setiap orang punya…

  • Api Penyucian dan Mendoakan Arwah

    Percik Katekese: Api Penyucian dan Mendoakan Arwah Suatu kali ada seorang ibu yang bercerita kepada saya tentang pengalamannya mengikuti Ekaristi hari Minggu di gereja parokinya di Semarang. Saat perayaan Ekaristi, ibu tersebut dapat melihat roh atau jiwa ayahnya yang sudah meninggal dunia berada di dalam gereja itu. Jiwa ayahnya ikut Ekaristi pada hari itu. Ayahnya…

  • Tuhan Menjamah

    Percik Firman : Tuhan MenjamahKamis, 14 Januari 2021Bacaan Injil: Mrk 1:40-45 “Yesus mengulurkan tangan-Nya, menjamah orang itu dan berkata kepadanya: ‘Aku mau, jadilah engkau tahir”(Mrk 1:37) Saudari/a ku ytk.,Dalam liturgi Gereja Katolik ada kekayaan tata gerak liturgi yang bermakna dan penuh simbolis. Ada tata gerak duduk, berdiri, menyembah, membuat tanda salib, berjalan, berlutut, membungkuk, bertiarap,…

  • Setia Merawat

    Percik Firman : Setia MerawatMinggu Biasa XVI, 19 Juli 2020Bacaan Injil: Mat 13:24-43 “Memang biji sesawi itu yang paling kecil dari segala jenis benih, tetapi… Burung-burung di udara datang bersarang pada cabang-cabangnya” (Mat 13:32) Saudari/a ku ytk.,Pada tahun ajaran baru ini Seminari Menengah Mertoyudan mendidik 238 seminaris dari berbagai keuskupan. Mereka datang dari berbagai tempat…