Ketulusan Hati

Percik Firman: Ketulusan Hati
Jumat, 29 Desember 2023
Bacaan Injil: Luk. 2:22-35

“Mereka mempersembahkan korban menurut apa yang difirmankan dalam hukum Tuhan, yaitu sepasang burung tekukur atau dua ekor anak burung merpati” (Luk 2:24)

Saudari/a ku ytk.,
Kata kunci permenungan yang saya tawarkan hari ini adalah ketulusan hati. Saat merenungkan sabda Tuhan hari ini, memori saya tertuju pada dua kisah ini.

Saat saya berkarya di salah satu paroki, ada seorang bapak yang setiap saat membawakan beberapa iris ketela goreng ke pastoran. “Romo, ini hasil kebun sendiri. Berkenan diterima njih”.

Ada juga sebuah keluarga yang setiap bulan seusai misa Minggu sore memberikan dana untuk seminari. “Romo, titip njih. Ini rezeki keluarga untuk dana seminari”.

Saya kagum dan salut dengan keluarga itu. Hati mereka tulus. Mereka berjiwa sosial. Mereka tidak berasal dari keluarga yang kaya raya. Tetapi mereka tulus memberikan sesuatu kepada Gereja untuk ungkapan syukur kepada Tuhan.

Dalam hal persembahan, yang penting bukan banyak sedikitnya yang dipersembahkan, tetapi ketulusan dan keikhlasan mempersembahkannya kepada Tuhan.

Keluarga Nazareth adalah keluarga sederhana dan tulus. Saat mempersembahkan kanak-kanak Yesus ke Bait Allah, mereka membawa sepasang burung tekukur atau dua ekor anak burung merpati. Ini menjadi tanda pasutri Yusuf-Maria dari keluarga sederhana (miskin).

Dalam tradisi Yahudi, jika seseorang itu berasal dari keluarga menengah, mereka akan mempersembahkan seekor domba (Im 12:8). Jika berasal dari keluarga kaya, mereka akan mempersembahkan seekor lembu jantan, tepung, dan anggur (1 Sam 1:24).

Bagi Tuhan yang penting bukan banyak sedikitnya yang dipersembahkan, tetapi ketulusan mempersembahkannya kepada Tuhan. Sedikit ikhlas, syukurlah. Banyak ikhlas, puji Tuhan. Sithik ora ditampik, akeh saya pikoleh, begitu sesanti Bapak Kardinal Darmojuwono.

Mari kita ikhlas memberi, dan tidak pelit untuk memberikan persembahan bagi Tuhan dan GerejaNya. Semakin banyak memberi, semakin banyak menerima. Mari juga tulus iklas mempersembahkan anak atau cucu kepada Tuhan untuk menjadi imam, suster atau bruder pada zaman sekarang ini. Berkah Dalem dan salam teplok dari Bujang Semar (Bumi Jangli Semarang).# (Y. Gunawan, Pr)

Similar Posts

  • Dari Mata Keledai

    Minggu Palma: “Dari Mata Keledai” (Bacaan:Lk.19:28-40) Dari ikatan ini, aku sudah menunggu lama rasanya. Ingin aku segera dilepaskan dari ikatan yang membosankan. Tiba-tiba kulihat ada orang mendekatiku, melepaskan tali ikatan. Tuanku melihatnya. Tuanku berteriak dari halaman rumah, “Mengapa melepaskan Keledai itu?” Kata orang itu, “Guru memerlukannya.” Lalu dibiarkannya aku lepas dari tambatan ikatan itu. Kini…

  • Aura Kasih

    Percik Firman: Aura KasihJumat, 6 Agustus 2021Pesta Yesus Menampakkan Kemuliaan-Nya (Transfigurasi)Bacaan Injil: Mrk 9:2-10 “Rabi, betapa bahagianya kami berada di tempat ini” (Mrk. 9:5) Saudari/a ku ytk.,Pernahkah Anda melihat orang yang selalu memancarkan sukacita meskipun mempunyai masalah? Apakah Anda menyadari bahwa doa Anda bisa memancarkan aura kasih dan kedamaian bagi orang lain di sekitar? Kalau…

  • Nutrisi Rohani

    Percik Firman : Nutrisi RohaniMinggu Biasa XIX, 8 Agustus 2021Bacaan Injil : Yoh. 6:44-51 Saudari/a ku ytk.,Bacaan Injil hari ini mengingatkan kita semua untuk percaya pada kasih Tuhan. Kasih Tuhan hadir dalam diri Yesus Sang Roti Hidup dari surga. Dialah Nutrisi Rohani bagi kita. Setiap kali kita merayakan Ekaristi kita merayakan kasih Tuhan. Yesus sungguh…

  • Pertolongan Tuhan Datang Pada Waktunya

    Percik Firman : Pertolongan Tuhan Datang Pada WaktunyaRabu, 6 Januari 2021Bacaan Injil: Mrk 6:45-52 “Ketika Ia melihat betapa payahnya mereka mendayung karena angin sakal, maka kira-kira jam tiga malam Yesus datang kepada mereka berjalan di atas air” (Mrk 6:48) Saudari/a ku ytk.,Ada yang mengibaratkan bahwa hidup manusia di dunia ini seperti mengarungi samudera atau lautan….

  • Mengandalkan Tuhan

    Percik Firman : Mengandalkan TuhanRabu, 23 September 2020PW St. Padre Pio (imam)Bacaan Injil: Luk 9:1-6 “Jangan membawa apa-apa dalam perjalanan, jangan membawa tongkat atau bekal, roti atau uang, atau dua helai baju” (Luk 9:3) Saudari/a ku ytk.,Adanya masalah dalam kehidupan ini dapat membentuk kita menjadi pribadi yang tangguh. Ketidaknyamanan dapat menempa kita menjadi pribadi yang…

  • Pertobatan dan Pengampunan

    “Dalam nama-Nya berita tentang pertobatan dan pengampunan dosa harus disampaikan kepada segala bangsa, mulai dari Yerusalem” (Luk 24:47) Saudari/a ku ytk., Orang akan bersukacita dan lega jika diampuni atau dimaafkan kesalahannya. Orang juga akan bersukacita jika utangnya dinyatakan lunas. Pengampunan dan penebusan memberikan kelegaan. Yang perlu dilakukan agar diampuni dan hati lega adalah seseorang perlu…