Belajar pada Yesus

Percik Firman: Belajar pada Yesus
Rabu, 9 Desember 2020
Bacaan Injil: Mat 11:28-30

“Pikullah kuk yang Kupasang dan belajarlah pada-Ku, karena Aku lemah lembut dan rendah hati dan jiwamu akan mendapat ketenangan” (Mat 11:29)

Sdri/a ku ytk.,
Pada zaman sekarang ini, tak jarang orang sulit meluangkan dan menyediakan diri dan waktu untuk berdoa. Diduga, orang zaman modern saat ini semakin menjauh dari Allah. Orang semakin asyik dengan dirinya sendiri dan peralatan teknologi (HP, internet, media sosial, dsb).

Orang tak jarang mengesampingkan Allah, tidak memberi tempat lagi kepada Allah dalam hidupnya. Orang sulit memfokuskan perhatian dan waktunya. Sebagai orang beriman Kristiani, kita menghadapi tantangan yang tidak mudah. Padahal, kita dipanggil untuk menjadi manusia pendoa (man of God).

Dua situasi yang bertolak belakang ini menumbuhkan tegangan dalam hidup kita. Tegangan itu adalah tegangan yang kreatif. Lantas, bagaimana kita menghadapi tegangan yang kreatif tersebut? Salah satu tindakan yang penting dilakukan adalah menyediakan waktu hening. Tidak menunggu dan mengharapkan keheningan dari orang lain, tetapi kita sendiri yang menciptakannya.

Orang Jawa menyebut: Neng (meneng-diam), Ning (Wening-hening), dan Nung (Dunung-kesejatian hidup). Meneng dan wening merupakan usaha disiplin diri supaya kita bisa menemukan dunung, yaitu kesejatian hidup.

Santa Teresa dari Kalkuta-India pernah mengungkapkan, ”Berdoa itu amat sulit apabila orang tidak tahu bagaimana ia sebaiknya berdoa, maka kita harus saling membantu untuk belajar doa. Apa yang paling penting adalah keheningan. Kita tidak akan dapat menyadari kehadiran Allah tanpa menjadi hening. Maka, kita harus membiasakan diri dengan suatu keheningan roh, keheningan mata, dan keheningan lidah. Keheningan memberi kita suatu pandangan baru tentang segala sesuatu”.

Di dalam Bacaan Injil hari ini Tuhan Yesus mengundang kita untuk datang kepada-Nya. Siapa pun yang sedang letih lesu dan berbeban berat diundang datang kepada-Nya. Dia menjanjikan kelegaan dan ketenangan. Datang kepada-Nya berarti berdoa memohon kekuatan dan rahmat kepada-Nya.

Bahkan Dia juga mengajarkan kepada kita, agar kita memikul kuk yang dipasangkan-Nya atas kita, bersama dengan Dia. Apa itu kuk? Dalam kehidupan sehari-hari kita mengenal kuk. Kuk adalah kayu lengkung yang dipasang di tengkuk kerbau atau sapi untuk menarik bajak, pedati, dan sebagainya.

Sedangkan kata ‘kuk’ di dalam Alkitab memiliki makna yang sangat menarik. Kata ‘kuk’ ini bisa berarti banyak hal, antara lain: bermakna ‘penindasan’, berada ‘di bawah suatu kekuasaan’, bergabungnya dua orang menjadi satu seperti halnya dengan menggabungkan dua hewan menjadi satu. Kuk diletakkan di pundak kedua hewan tersebut dan bajak dipasang di antara keduanya.

Yesus menegaskan, “Pikullah kuk yang Kupasang dan belajarlah pada-Ku, karena Aku lemah lembut dan rendah hati dan jiwamu akan mendapat ketenangan”. Kuk yang dimaksudkan Tuhan Yesus tersebut bisa diartikan sebagai hukum yang baru, yang diberikan oleh Yesus kepada kita, ataupun sebagai beban hidup akibat dosa kita manusia, yang kita alami atas izin Tuhan.

Tuhan Yesus mengajarkan kepada kita agar kita memikul beban kuk ini bersama-Nya agar kita beroleh kelegaan. Sebab sama seperti dahulu bangsa Yahudi menerima pertolongan Tuhan, demikianlah kini kita pun dapat memperoleh pertolongan-Nya, asalkan kita mau datang kepada-Nya, dan mau mengikuti semua perintah-Nya.

Dengan kesetiaan kita mengikuti hukum dan perintah Kristus, dan memohon belas kasihan-Nya, kita akan memperoleh pertolongan dan kelegaan, sehingga apapun yang kita hadapi akan menjadi lebih ringan.

Pertanyaan refleksi, apakah hari-hari ini Anda sedang letih lesu, berbeban berat dan memikul kuk yang berat? Apa kuk yang sedang Anda hadapi? Berkah Dalem dan Salam Teplok dari bumi Mertoyudan.

# Y. Gunawan, Pr

Similar Posts

  • Bertumbuh dan Berbuah

    Percik Firman : Bertumbuh dan BerbuahJumat, 23 Juli 2021Bacaan Injil: Mat. 13:18-23 “Ia berbuah, ada yang seratus, ada yang enam puluh, dan ada yang tiga puluh ganda” (Mat 13:23) Saudari/a ku ytk.,Dunia pertanian sering dipakai Tuhan Yesus untuk ilustrasi atau contoh dalam pengajaran-Nya. Dia memahami dan menguasai cara mengajar yang menarik dan mudah ditangkap oleh…

  • Kekuatan Pujian

    Percik Firman : Kekuatan PujianRabu, 29 September 2021Pesta Malaikat Mikael, Rafael, dan Gabriel (Malaikat Agung)Bacaan Injil: Yoh 1: 47-51 “Sebelum Filipus memanggil engkau, Aku telah melihat engkau di bawah pohon ara” (Yoh 1:48) Saudara/i ku yang terkasih,Hari ini tanggal 29 September kita merayakan pesta Malaikat agung, yaitu Malaikat agung Mikael, Gabriel dan Rafael. Mereka disebut…

  • Kekuatan Sabda

    Percik Firman : Kekuatan SabdaSenin, 26 Oktober 2020Bacaan Injil : Lukas 13:10-17 “Yesus memanggil dia dan berkata kepadanya: ‘Hai ibu, penyakitmu telah sembuh.” (Luk 13: 12) Saudari/a ku ytk,.Merenungkan sabda Tuhan hari ini, saya teringat akan sharing seorang ibu. Ada seorang ibu lektor bercerita kepada saya. Sebelum maju ke panti imam, ia merasa gugup dan…

  • Ketangguhan Seorang Ibu

    Percik Firman : Ketangguhan Seorang IbuKamis, 11 Februari 2021Hari Orang Sakit Sedunia ke-29Bacaan Injil: Mrk 7:24-30 Perempuan itu menjawab: “Benar, Tuhan. Tetapi anjing yang di bawah meja juga makan remah-remah yang dijatuhkan anak-anak” (Mrk 7:28) Saudari/a ku ytk.,Merenungkan bacaan Injil pada hari Orang Sakit Sedunia ke-29 hari ini, saya teringat akan kiriman kisah inspiratif dari…

  • Tradisi Gereja Mendoakan Arwah

    Percik Firman: Tradisi Gereja Mendoakan ArwahJumat Pertama, 6 November 2020 Sdri/a ku ytk.,Hari ini hari Jumat Pertama di bulan November, bulan Arwah. Semoga Hati Kudus Yesus berbelaskasih kepada arwah atau jiwa-jiwa saudari/a kita yang belum bahagia di surga. Saat berkunjung di kompleks gereja Santa Maria di Roma, saya melihat ada ornamen aneka tulang di kapel-kapel…

  • Memancarkan Pengharapan

    Percik Firman : Memancarkan PengharapanKamis, 1 Februari 2024Bacaan Injil: Mrk. 6:7-13 Saudari/a ku ytk.,Sabda Tuhan hari ini mengajak kita untuk menjadi pribadi yang siap sedia mewartakan dan memancarkan pengharapan. Para murid dipanggil, diberkati dan diutus membawa kabar sukacita dan pengharapan bagi siapa saja. Para murid pergi memberitakan bahwa orang harus bertobat dan mereka mengusir banyak…