Bertobat, Sukacita, dan Berharap

Percik Firman: Bertobat, Sukacita, dan Berharap
Minggu Adven I, 28 November 2021
Bacaan Injil : Lukas 21:25-28.34-36

Saudari/a ku ytk.,
Dalam tradisi masyarakat kita, sebuah pesta atau perayaan biasanya dipersiapkan dengan sebaik-baiknya. Iya nggak? Harapannya, agar pesta itu berjalan dengan lancar dan makin memberi makna bagi yang merayakannya. Misalnya, jika sebuah keluarga mau “mantu” (hajatan menikahkan anaknya), pasti ada aneka persiapan lahir dan batin.

Misalnya: membentuk panitia, mengadakan rapat, bersih-bersih rumah, menyiapkan petugas liturgi untuk misa pernikahan di gereja, merancang acara resepsi, si calon manten biasanya diminta untuk menerima Sakramen Tobat dulu beberapa minggu sebelum pernikahan, dsb.

Demikian pula dengan perayaan kelahiran Tuhan Yesus atau yang kita kenal dengan Natal. Perayaan Natal perlu kita persiapkan secara lahir dan batin dengan masa Adven. Kita tahu bahwa kata “adven” itu berasal dari bahasa Latin yaitu adventus (ad artinya “ke arah” dan ventus dari kata kerja veno artinya “yang datang”). Secara harafiah adventus berarti ke arah yang datang atau kedatangan.

Mulai hari ini kita memasuki Tahun Liturgi C, yang dibuka dengan Minggu Adven Pertama. Masa Adven merupakan masa penantian penuh harapan dan sukacita akan kedatangan Tuhan, sekaligus masa persiapan Natal dengan sikap pertobatan. Masa ini penting supaya kita semua layak merayakan Natal sekaligus dapat menikmati berkat Tuhan dari perayaan Natal nantinya.

Terkait masa persiapan Natal ini, Katekismus Gereja Katolik (KGK) menyampaikan ajaran Gereja secara panjang lebar dari no. 522-524.

Misalnya, dalam KGK no. 524 ditegaskan, “Dalam perayaan liturgi Adven, Gereja menghidupkan lagi penantian akan Mesias; dengan demikian umat beriman mengambil bagian dalam persiapan yang lama menjelang kedatangan pertama Penebus dan membarui di dalamnya kerinduan akan kedatangan-Nya yang kedua (Bdk. Why 22:17.).”

Pada masa Adven, umat Katolik sering melakukan ulah kesalehan yang baik, yang berakar selama berabad-abad. Ulah kesalehan ini bertujuan untuk membantu mempersiapkan kita dalam menyambut kedatangan Sang Mesias. Dalam bacaan Injil hari ini, Tuhan Yesus mengingatkan kita untuk berjaga-jaga sambil berdoa.

Diungkapkan demikian, “Berjaga-jagalah senantiasa sambil berdoa, supaya kamu beroleh kekuatan untuk luput dari semua yang akan terjadi itu, dan supaya kamu tahan berdiri di hadapan Anak Manusia”. Berjaga-jaga pada zaman sekarang ini bisa dimaknai dengan Bertobat, Sukacita, dan Berharap (BSB).

Sikap itulah yang perlu kita bangun dalam berjaga-jaga menyongsong kedatangan Tuhan. Pesan Adven untuk berjaga-jaga senantiasa relevan sepanjang zaman, karena kita tidak pernah tahu kapan hari Tuhan tiba.

Selama masa Adven, secara khusus kita diajak untuk mengembangkan hidup beriman dan sosialnya dengan berbagai kegiatan. Maka, sangat penting sebagai persiapan batin, secara khusus kita menerima Sakramen Tobat agar hati kita bersih, sehingga Yesus Sang Raja Damai berkenan lahir di ‘palungan hati’ kita. Jika Yesus lahir di hati kita, maka kita akan menjadi pribadi yang memancarkan kedamaian bagi orang-orang di sekitar kita. Kita bisa memancarkan aura kasih dan aura kedamaian bagi keluarga, komunitas, tempat kerja dan masyarakat kita.

Pertanyaan refleksinya, bagaimana situasi batin Anda memasuki masa Adven tahun ini? Apa saja persiapan yang akan Anda lakukan selama masa Adven ini untuk merayakan kelahiran Yesus Sang Imanuel? Berkah Dalem dan Salam Teplok dari Bumi Mertoyudan.# Y. Gunawan, Pr

Similar Posts

  • Totalitas Hidup

    Selasa, 25 April 2023Pesta Santo Markus, Pengarang InjilBacaan : Mrk 16:15-20 “Tuhan turut bekerja dan meneguhkan firman itu dengan tanda-tanda yang menyertainya” (Mrk 16:20) Saudari/a ku ytk.,Panggilan Tuhan itu misteri. Cara penyertaan Tuhan bagi kita umatNya itu luar biasa. Seringkali tak bisa kita duga dan tebak. Dia begitu kreatif. Kadang kita tidak bisa memahaminya. Kalau…

  • Bertekun dalam Pertumbuhan

    Percik Firman : Bertekun dalam PertumbuhanSenin, 27 Juli 2020Bacaan Injil: Mat 13:31-35 “Memang biji sesawi itu yang paling kecil dari segala jenis benih, tetapi apabila sudah tumbuh, sesawi itu lebih besar dari pada sayuran yang lain” (Mat 13:32) Saudari/a ku ytk.,Ada ungkapan dalam bahasa Jawa yang berbunyi demikian, “Teteken kanthi tekun apa sing digayuh bakal…

  • Bunda Maria Ratu

    Anda perlu Tahu Percik Katekese tgl 22 Agustus : Bunda Maria Ratu Pada masa Biasa, kita selalu mendoakan Doa Malaikat Tuhan pada jam 6 pagi, 12 siang dan 6 sore. Tetapi saat masa Paskah, dalam tradisi Gereja Katolik kita biasanya mendaraskan doa Ratu Surga, sebagai pengganti doa Malaikat Tuhan. Doa Ratu Surga (Regina Caeli atau…

  • Pengampunan Tak Terbatas

    Percik Firman: Pengampunan Tak TerbatasKamis, 12 Agustus 2021Bacaan Injil: Mat 18:21-19:1 Saudari/a ku ytk.,Merenungkan bacaan Injil hari ini, saya teringat akan sharing salah seorang umat. Beliau memberi kesaksian untuk mengampuni suaminya. Mereka dulu menikah di Gereja katolik dengan dispensasi beda agama. Dalam perjalanan waktu, mereka dianugerahi anak. Sang suami selingkuh dan menikah lagi. Padahal biaya…

  • Dapat Dipercaya dan Diandalkan

    Percik Firman: Dapat Dipercaya dan DiandalkanMinggu Biasa XXXIII, 15 November 2020Hari Orang Miskin Sedunia ke-4Bacaan Injil : Matius 25:14-30 “Engkau telah setia dalam perkara kecil, aku akan memberikan kepadamu tanggung jawab dalam perkara yang besar” (Mat 25:21) Saudari/a ku ytk.,Hari ini tidak terasa kita sudah memasuki Hari Minggu Biasa ke-33 sekaligus Hari Orang Miskin Sedunia…

  • Perjumpaan yang Mengubah Hidup

    Percik Firman : Perjumpaan yang Mengubah HidupSenin, 7 Februari 2022Bacaan Injil: Mrk. 6: 53-56 Saudari/a ku ytk.,Setiap perjumpaan dengan Tuhan bisa membawa perubahan hidup manusia, baik secara lahir maupun batin. Perjumpaan dengan Yesus yang sungguh-sungguh terjadi dalam iman. Ekaristi adalah wujud nyata perjumpaan kita dengan Yesus. Bahkan kita bisa menyentuh dan bersatu dengan Kristus lewat…