Buah Perjuangan

Percik Firman : Buah Perjuangan
Jumat, 22 Mei 2020.
Novena Roh Kudus hari ke-1
Bacaan Injil: Yoh 16:20-23a

“Seorang perempuan berdukacita pada saat ia melahirkan, tetapi sesudah ia melahirkan anaknya, ia tidak ingat lagi penderitaannya” (Yoh 16:21)

Saudari/a ku ytk.,
Merenungkan sabda Tuhan pada Novena Roh Kudus hari pertama, saya teringat akan nasihat dan kearifan hidup dari nenek moyang kita. Ada pepatah Jawa : “Sing sapa obah bisa mamah, sing sapa ubet bisa ngliwet. Ana dina ana sega. Ana awan ana pangan”. (Barangsiapa bergerak bisa makan, barangsiapa bekerja tekun bisa memasak. Ada hari pasti ada rejeki).

Ada pula pepatah lain “Jer basuki mawa beya”. Artinya, untuk bisa hidup bahagia, kita harus tekun berjuang dan berkorban. Hal ini senada dengan ungkapan Indonesia: “Berakit-rakit ke hulu, berenang-renang ke tepian, bersakit-sakit dahulu, bersenang-senang kemudian”.

Baru saja kemarin kita merayakan Hari Raya Yesus naik ke surga setelah 40 hari Paskah. Tidak ada Paskah tanpa Jumat Agung. Tidak ada kebangkitan tanpa wafat disalib. Iya khan?

Untuk bahagia, bersukacita atau sukses butuh proses, perjuangan dan ketekunan. Sabda Tuhan Yesus hari ini menegaskan: “Seorang perempuan berdukacita pada saat ia melahirkan, tetapi sesudah ia melahirkan anaknya, ia tidak ingat lagi akan penderitaannya, karena kegembiraan bahwa seorang manusia telah dilahirkan ke dunia”.

Tuhan Yesus menjelaskan dengan contoh yang sangat konkret, terkait pengalaman para ibu yang melahirkan anaknya. Saya yakin para ibu dapat lebih mudah memahami sabda Tuhan hari ini.

Ibu mengandung dan melahirkan anak dengan penuh perjuangan – pengorbanan. Dukacita dan sakit sang ibu tidak diingatnya lagi, begitu buah hatinya lahir ke dunia. Kehadiran sang bayi menghibur dan memberi energi positif bagi sang ibu.

Selama 9 bulan lebih seorang ibu harus “menggendong” janin ke mana-mana, tidur kurang nyaman, harus serba hati-hati, makan juga selektif demi kesehatan si janin, dsb.

Mamakku pernah bercerita, saat melahirkan saya dan kedua saudara saya, harus sampai “toh pati” demi bisa melahirkan dengan selamat. Kami bertiga lahir secara alami, tanpa operasi caesar.

Lalu keutamaan-keutamaan macam apa yang dihayati para ibu yang sedang mengandung dan melahirkan anaknya? Menurut saya, keutamaan tersebut di antaranya Pengorbanan, Ketekunan, dan Kasih (PKK).

Semoga ibu-ibu yang sedang mengandung dan menanti kelahiran sang buah hati diberkati Tuhan dan dibimbing Roh Kudus. Semoga Anda dan janin sehat. Saatnya nanti bayi Anda bisa ‘turas’ (metu waras-lahir sehat dan selamat). Berkah Dalem dan Salam Teplok dari Bumi Mertoyudan

#. (Y. Gunawan Pr)

Similar Posts

  • Mutiara yang Berharga

    Percik Firman : Mutiara yang BerhargaMinggu Biasa XVII, 26 Juli 2020Bacaan Injil: Mat 13:44-52 “Setelah ditemukannya mutiara yang sangat berharga, ia pun pergi menjual seluruh miliknya lalu membeli mutiara itu” (Mat 13:46) Saudari/a ku ytk.,Pada tahun ini ada beberapa seminaris Mertoyudan yang merupakan anak tunggal. Sejauh saya tahu, orangtuanya pun mendukung anaknya masuk seminari untuk…

  • Hidup seperti Kuburan

    Percik Firman : Hidup seperti KuburanRabu, 26 Agustus 2020Bacaan Injil: Mat 23:27-32 “…kamu sama seperti kuburan yang dilabur putih, yang sebelah luarnya memang bersih tampaknya, tetapi yang sebelah dalamnya penuh tulang belulang dan pelbagai jenis kotoran” (Mat 23:27) Saudari/a ku ytk.,Bagaimana gambaran Anda tentang kuburan atau makam? Pada zaman saya kecil, kuburan di desa itu…

  • Tangguh bersama ”Lalang”

    Percik Firman : Tangguh bersama ”Lalang”Sabtu, 24 Juli 2021Bacaan Injil: Mat. 13: 24-30 ”Tuan, bukankah benih baik, yang tuan taburkan di ladang tuan? Dari manakah lalang itu?” (Mat 13:27) Saudari/a ku ytk.,Di dalam kehidupan sehari-hari sering dijumpai kebaikan dan kejahatan hidup bersama. Roh baik dan roh jahat sepertinya selalu ada di sekitar kita. Mungkin kita…

  • Prioritas Nilai

    Percik Firman : Prioritas NilaiSelasa, 19 Januari 2021Bacaan Injil: Mrk 2:23-28 “Hari Sabat diadakan untuk manusia dan bukan manusia untuk hari Sabat” (Mrk 2:27) Saudari/a ku ytk.,Ketika orang Katolik menikah di gereja, ia akan mengucapkan janji nikah di hadapan imam dan dua orang saksi. Janji nikah itu berisi akan setia dan mencintai pasangannya dalam suka…

  • Paskahan Bareng Maria Magdalena

    Nganti sepréné rasané riyaya Paskah, wungu Dalem Sang Kristus kalah regeng katimbang pahargyan Natal, Wiyosan Dalem Sang Timur. Kamangka sejatiné Paskah iku kekeran sing dadi dhasaring pengandel kita. Ewasemono, rasaku malah ana apiké, amarga ateges during patia diceclonèh dening gebyaring donya sing kaya-kaya ngajani lan ngajari blanja ora kira-kira. Basa populèré, konsumtif sing ateges “mengonsumsi…

  • Panggilan Kekudusan

    Percik Firman : Panggilan KekudusanSenin, 1 November 2021HR Semua Orang KudusBacaan Injil: Mat 6:1-12a “Berbahagialah orang yang membawa damai, karena mereka akan disebut anak-anak Allah” (Mat 5:9) Saudari/a ku ytk,.Merenungkan bacaan Injil pada Hari Raya Semua Orang Kudus hari ini, saya teringat Tanya Jawab seorang wartawan kepada Sri Paus. Ketika Yohanes Paulus II menjadi Paus…