Sukacita yang Penuh

Percik Firman: Sukacita yang Penuh
Sabtu, 23 Mei 2020
Novena Roh Kudus Hari ke-2
Bacaan Injil: Yoh 16: 23b-28

“Mintalah maka kamu akan menerima, supaya penuhlah sukacitamu” (Yoh 16:24)

Sdri/a yang terkasih,
Kalau Anda berdoa, biasanya apa yang Anda ungkapkan? Ungkapan syukur, memuji Tuhan atau memohon? Kalau memohon, apa yang Anda mohon? Biasanya untuk siapa permohonan Anda itu? Apa makna doa bagi Anda?

Santa Theresia dari Kanak-kanak Yesus mengungkapkan bahwa “Bagiku doa adalah ayunan hati, satu pandangan sederhana ke surga, satu seruan syukur dan cinta kasih di tengah pencobaan dan di tengah kegembiraan”.

Sedangkan Katekismus Gereja Katolik (KGK) mengajarkan bahwa Doa berarti mengangkat hati dan budi menuju Allah, atau memohon hal-hal baik kepada-Nya sesuai dengan kehendak-Nya. Doa selalu merupakan rahmat Allah yang datang untuk berjumpa dengan manusia. Doa Kristen ialah relasi anak-anak Allah yang personal dan hidup dengan Bapa mereka yang maha baik, dengan Putra-Nya Yesus Kristus, dan dengan Roh Kudus yang tinggal dalam hati mereka. (Bdk. KGK 2558-2565).

Dalam bacaan Injil pada Novena Roh Kudus hari ke-2 ini, Tuhan Yesus menasihati kita untuk berani meminta kepada Bapa. “Mintalah maka kamu akan menerima, supaya penuhlah sukacitamu”, pinta Yesus. Sabda Yesus hari ini memberikan kita kelegaan, rasa ayem, dan sukacita. Allah Bapa kita adalah sumber segala rahmat. Dia adalah Bapa yang peduli dan mengerti kebutuhan dan kerinduan kita anak-anak-Nya.

Dengan berdoa, kita menyadari bahwa kita membutuhkan Tuhan. Kita juga menyadari kerapuhan dan keterbatasan kita. Kadang kala persoalannya terletak pada kita.

Bunda Theresa dari Kalkuta sendiri pernah mengungkapkan, ”Berdoa itu amat sulit apabila orang tidak tahu bagaimana ia sebaiknya berdoa, maka kita harus saling membantu untuk belajar doa. Apa yang paling penting adalah keheningan. Kita tidak akan dapat menyadari kehadiran Allah tanpa menjadi hening. Maka, kita harus membiasakan diri dengan suatu keheningan roh, keheningan mata, dan keheningan lidah. Keheningan memberi kita suatu pandangan baru tentang segala sesuatu”.

Kemajuan atau kemunduran kita dalam hidup rohani ditentukan sejauh mana relasi dan kedekatan kita dengan Tuhan. Hal ini dipengaruhi oleh beberapa faktor. Kardinal Carlo Martini mengungkapkan ada 5 penyebab kemunduran atau krisis dalam hidup rohani.

Kelima penyebab kemunduran atau krisis dalam hidup rohani, yaitu: Kemalasan dalam doa dan menjalani doa hanya sebagai rutinitas (tidak dihayati); Kurangnya disiplin dalam pengendalian diri (askese/mati raga) terhadap hal-hal lahiriah/duniawi; Kurangnya pendidikan atau bina lanjut dan merasa puas diri; Adanya kemunafikan/kebohongan; dan Kurangnya keyakinan tentang pentingnya hidup pewartaan.

Pertanyaan refleksinya, bagaimana relasi Anda dengan Tuhan akhir-akhir ini? Adakah pengalaman doa yang mengesan bagi Anda? Berkah Dalem dan Salam Teplok dari Bumi Mertoyudan.

# Y. Gunawan, Pr

Similar Posts

  • Wani Gupak Lemah

    Percik Firman : Wani Gupak LemahSenin, 28 Juni 2021PW St. Ireneus, Uskup dan MartirBacaan Injil : Mat 8:18-22 Saudari/a ku ytk.,Dalam kesempatan liburan musim panas, kami berkesempatan pergi ke Perancis. Di sana kami berziarah ke desa Ars, makam Santo Yohanes Maria Vianey. Kemudian berlanjut menikmati persaudaraan ekumene di komunitas Taize di Perancis Selatan. Pada hari…

  • Setia dan Bijaksana

    Percik Firman : Setia dan BijaksanaKamis, 27 Agustus 2020PW Santa MonikaBacaan Injil: Mat 24:42-51 “Siapakah hamba yang setia dan bijaksana, yang diangkat oleh tuannya atas orang-orangnya untuk memberikan mereka makanan pada waktunya?” (Mat 24:45) Saudari/a ku ytk.,Tentu saja orang akan senang jika mempunyai karyawan yang baik dan jujur. Mereka akan dipuji oleh tuannya, bahkan diberi…

  • Belaskasih dan Peduli di Tengah Pandemi

    Percik Firman : Belaskasih dan Peduli di Tengah PandemiSelasa, 6 Juli 2021Bacaan Injil: Mat. 9: 32-38 “Melihat orang banyak itu, tergeraklah hati Yesus oleh belas kasihan kepada mereka” (Mat 9:36) Saudari/a ku ytk.,Pesan utama sabda Tuhan hari ini mengajak kita untuk memancarkan belaskasih dan kepedulian kepada sesama. Tuhan Yesus sudah memberikan contoh dan teladan nyata….

  • Inisiatif Panggilan dari Tuhan

    Percik Firman: Inisiatif Panggilan dari TuhanKamis, 30 November 2023Pesta St. Andreas RasulBacaan Injil: Mat. 4:18-22 “Mari, ikutlah Aku, dan kamu akan Kujadikan penjala manusia” (Mat 4:19) Sdri/a ku ytk.,Inisiatif panggilan kemuridan berasal dari Tuhan. Dalam bacaan Injil pada pesta Santo Andreas Rasul hari ini, Tuhan Yesus pertama-tama melihat dan memanggil para murid pertama saat bekerja…

  • Tahu tetapi Tidak Mengimani

    Percik Firman : Tahu tetapi Tidak MengimaniSelasa, 31 Agustus 2021Bacaan Injil: Luk 4:31-37 “Aku tahu siapa Engkau: Yang Kudus dari Allah” (Luk 4:34) Saudari/a ku ytk.,Pernahkah Anda tahu dan mengenal Medali dan Salib St. Benediktus? Di bagian atas salib tertulis PAX yang berarti “damai”. Kadang juga tertulis IHS, singkatan dari Iesus hominum salvator (Yesus penyelamat…

  • Makna Sahabat

    Percik Firman : Makna SahabatJumat, 14 Mei 2021Pesta Santo Matias, RasulNovena Roh Kudus hari ke-1Bacaan Injil: Yoh 15:9-17 “Kamu adalah sahabat-Ku, jikalau kamu berbuat apa yang Kuperintahkan kepadamu” (Yoh 15:14) Saudari/a ku ytk.,Merenungkan sabda Tuhan pada pesta Santo Matias Rasul dan Hari pertama Novena Roh Kudus hari ini, saya teringat akan dua buah ungkapan tentang…