Cerdik dan Tulus di Masa Pandemi

Percik Firman : Cerdik dan Tulus di Masa Pandemi
Jumat, 9 Juli 2021
Bacaan Injil: Mat. 10:16-23

“Janganlah kamu khawatir akan bagaimana dan akan apa yang harus kamu katakan, karena semuanya itu akan dikaruniakan kepadamu pada saat itu juga” (Mat. 10:19)

Saudari/a ku ytk.,
Sabda Tuhan hari ini mengingatkan kita sebagai orang beriman untuk tidak khawatir. Mengapa? Gusti ora sare. Ia akan menjaga dan melindungi kita.

Kasih karuniaNya akan diberikan kepada kita pada waktu yang tepat. Maka, don’t worry, be happy. Jangan khawatir! Mari terus mempunyai hati yang bergembira atau sukacita. Termasuk saat kita mengalami penderitaan, penolakan, penganiayaan dan pandemi saat ini.

Tuhan Yesus mengingatkan kita untuk tidak khawatir dalam hidup ini. Diungkapkan, “Janganlah kamu khawatir akan bagaimana dan akan apa yang harus kamu katakan, karena semuanya itu akan dikaruniakan kepadamu pada saat itu juga.”

Tuhan akan membimbing. Dia tidak akan membiarkan kita sendirian. Pertolongan-Nya pasti akan diberikan tepat pada waktunya.

Dalam situasi pandemi saat ini, kita dipanggil untuk menjadi duta-duta pengharapan dan sukacita bagi orang-orang yang ada di sekitar kita, maupun yang membutuhkan bantuan kita, baik doa, obat, masker, makanan maupun derma.

Kita perlu menjadi “tulus seperti merpati” dan “cerdik seperti ular” di masa pandemi ini. Tulus untuk memberikan bantuan dan perhatian bagi mereka yang terpapar covid. Cerdik untuk mencegah, menangani dan memutus rantai penyebaran virus corona.

Sabda Tuhan hari ini mengingatkan saya akan pesan Paus Fransiskus dalam pesan Natalnya kala itu. Dalam pesan Natal tersebut, Paus Fransiskus mengingatkan kita bahwa kita bisa menjadi terang, malaikat dan bintang.

Dikatakannya, “Kamu juga adalah Terang Natal, ketika kamu menerangi jalan hidupmu dan hidup sesamamu dengan kebaikan, kesabaran, kegembiraan dan kemurahan hatimu. Malaikat Natal adalah kamu, ketika kamu menyanyi untuk dunia dengan Pesan perdamaian, keadilan dan cinta kasih. Bintang Natal itu kamu, ketika engkau mengarahkan seseorang untuk bertemu dalam perjumpaan pribadi dengan Tuhan”.

Marilah di masa pandemi saat ini kita berjuang menjadi saksi Kristus yang membawa pengharapan dan sukacita dengan menjadi terang, malaikat dan bintang bagi saudara-saudari kita. Berkah Dalem dan Salam Teplok dari MeSRA (Merto Spiritual Rest Area). # Y. Gunawan, Pr

Similar Posts

  • Mengandalkan Tuhan

    Percik Firman: Mengandalkan TuhanSelasa, 11 Agustus 2020PW Santa Klara dari Assisi, PerawanBacaan Injil: Mat 18: 1-5.10,12-14 “Aku berkata kepadamu, sesungguhnya jika kamu tidak bertobat dan menjadi seperti anak kecil ini, kamu tidak akan masuk ke dalam Kerajaan Sorga” (Mat 18:3) Saudari/a ku ytk.,Bacaan Injil pada peringatan wajib Santa Klara hari ini mengingatkan kita untuk membangun…

  • Ketangguhan dalam Menghadapi Persoalan Hidup

    Sdri/a ku ytk.,Percik Firman hari ini bertemakan “Ketangguhan dalam Menghadapi Persoalan Hidup”. Kita belajar dari ketangguhan Nabi Nuh yang tegar dan setia mengalami “karantina” atau “lockdown” di dalam bahtera selama air bah. Nabi Nuh taat pada perintah demi keselamatan dirinya dan keluarga. Karena ketaatannya ini, dia dan keluarganya selamat. Demikian juga Musa menjadi teladan kita…

  • Ketangguhan Seorang Ibu

    Percik Firman : Ketangguhan Seorang IbuKamis, 11 Februari 2021Hari Orang Sakit Sedunia ke-29Bacaan Injil: Mrk 7:24-30 Perempuan itu menjawab: “Benar, Tuhan. Tetapi anjing yang di bawah meja juga makan remah-remah yang dijatuhkan anak-anak” (Mrk 7:28) Saudari/a ku ytk.,Merenungkan bacaan Injil pada hari Orang Sakit Sedunia ke-29 hari ini, saya teringat akan kiriman kisah inspiratif dari…

  • Diberi Sang Penolong

    Percik Firman: Diberi Sang PenolongMinggu Paskah VI, 17 Mei 2020Bacaan Injil: Yoh 14:15-21 “Aku tidak akan meninggalkan kamu sebagai yatim piatu” (Yoh 14:18) Saudari/a ytk.,Ada seminaris di Seminari Mertoyudan yang sudah yatim piatu. Kedua orangtuanya sudah meninggal dunia. Saya kenal dia sebagai seorang seminaris yang sopan, rajin, ramah dan multitalent. Niatnya untuk menjadi imam cukup…

  • Menyuap Tuhan?

    Menyuap Tuhan? Baca: Sir. 35:1-12; Mrk. 10:28-31 “Jangan mencoba menyuap Tuhan, sebab tidak diterimaNya, dan janganlah percaya pada korban kelaliman!” (Sir.35:11) Masihkah ayat itu bergema di hati manusia, dimana agama hanyalah topeng mengejar untung dan kuasa? Korupsi dan suap mungkin dianggap minyak pelumas, ketika itu sekedar pemerlancar urusan. Persembahan bukanlah minyak pelumas permohonan kita pada…

  • Gerakan 3 M ala Yesus

    Percik Firman : Gerakan 3 M ala YesusSenin, 11 Januari 2021Bacaan Injil: Mrk 1:14-20 “Yesus segera memanggil mereka dan mereka meninggalkan ayahnya, Zebedeus, di dalam perahu bersama orang-orang upahannya lalu mengikuti Dia” (Mrk 1:20) Saudari/a ku ytk.,Selama pandemi Covid-19 kita sering mendengar dan membaca gerakan 3 M. Pemerintah, tim Satgas Covid, para tokoh agama dan…