Percik Firman: Godaan Iri Hati
Senin, 29 Maret 2021
Bacaan Injil: Yoh 12:1-11

“Imam-imam kepala bermupakat untuk membunuh Lazarus juga, sebab karena dia banyak orang Yahudi meninggalkan mereka dan percaya kepada Yesus” (Yoh 12:10-11)

Saudari/a ku ytk.,
Pernahkah Anda iri hati? Hati-hati lho yaaa…Iri hati ternyata dapat berefek panjang dan merembet ke orang yang tidak bersalah. Bahkan sikap iri hati bisa menimbulkan tindakan jahat atau dosa yang lain. Misalnya: karena iri hati, seseorang bisa tega membunuh saudaranya sendiri.

Pada suatu hari ada seseorang yang iri hati akan keberhasilan dan karier temannya di kantor. Dia tidak terima dengan kesuksesan karier temannya itu. Dengan berbagai cara ia berusaha menjatuhkan karier temannya itu.

Cara yang dipakai pun tidak wajar. Tidak hanya teman itu yang diserang, anggota keluarga temannya itu pun juga diserang dengan sesuatu yang tidak masuk akal, seperti santet.

Dalam ajaran Gereja Katolik ada yang namanya dosa pokok. Dosa pokok adalah dosa yang mengakibatkan dosa-dosa lain dan kebiasaan-kebiasaan buruk lainnnya. Menurut Santo Gregorius Agung, dalam Katekismus Gereja Katolik (KGK) no. 1866, dosa-dosa pokok itu, meliputi: kesombongan, ketamakan, kemarahan, hawa nafsu, kerakusan, kemalasan, dan iri hati.

Iri hati adalah suatu kekecewaan atau kecemburuan atas keuntungan atau kesuksesan orang lain dan menghendakinya untuk dimiliki sendiri dengan cara yang tidak adil. Santo Gregorius Agung mengatakan bahwa iri hati menimbulkan kedengkian, fitnah, dan gembira atas kesengsaraan sesama. Lawannya adalah kebaikan hati.

Bacaan Injil hari ini mengisahkan sikap orang Farisi yang iri hati akan karya Yesus yang moncer dan berhasil. Bahkan Yesus dapat membangkitkan Lazarus. Akibatnya, orang banyak tertarik dan kagum pada Yesus. Mereka meninggalkan imam-imam kepala dan orang Farisi. Kemudian Imam-imam kepala bermufakat untuk membunuh Lazarus juga, sebab karena dia banyak orang Yahudi meninggalkan mereka dan percaya kepada Yesus.

Marilah kita berusaha menghilangkan sikap iri hati dalam diri kita. Mari kita belajar ikut gembira dan bangga atas kesuksesan orang lain.

Pada masa Pekan Suci ini, mari kita mohon rahmat kebaikan hati dan kerendahan hati. Sekaligus mari kita berdoa untuk para korban ledakan bom bunuh diri di Makassar Minggu pagi kemarin. Semoga mereka dikuatkan dan lekas sembuh. Berkah Dalem dan Salam Teplok dari Bumi Mertoyudan. # Y. Gunawan, Pr