Jangan Menyerah

Percik Firman: Jangan Menyerah
Rabu, 7 Agustus 2024
Bacaan Injil: Mat 15:21-28

”Wanita Kanaan itu mendekat dan menyembah Dia sambil berkata: ‘Tuhan, tolonglah aku’” (Mat 15:25)

Saudari/a ku ytk.,
Barangkali Anda mengenal lagu yang berjudul “Jangan Menyerah”. Lagu ini dinyanyikan oleh D’Masiv. Syairnya terasa pas dengan sabda Tuhan pada hari ini. Berikut ini salah satu penggalan syairnya:

Tuhan pasti kan menunjukkan kebesaran dan kuasanya
Bagi hambanya yang sabar dan tak kenal putus asa
Jangan menyerah / Jangan menyerah
Jangan menyerah / Jangan menyerah .

Kata kunci pesan Tuhan Yesus dalam bacaan Injil hari ini adalah Jangan menyerah. Dikisahkan ada seorang wanita kafir dari Kanaan, kaum marginal (terpinggirkan) yang direndahkan, tetapi ia beriman sejati. Dia punya ketangguhan yang luar biasa.

Ibu ini memiliki anak perempuan yang kerasukan setan dan sangat menderita. Dia sepertinya tidak memiliki harapan lagi bagi anaknya. Maka saat ia mendengar Tuhan Yesus berada di daerahnya, ia sangat menaruh harapan pada Yesus untuk menyembuhkan anaknya.

Ibu itu mendatangi Yesus dengan membawa masalahnya karena ia percaya Yesus dapat menolongnya. Ia berseru kepada Yesus walaupun tampaknya semua orang menghina, mencibir, dan merendahkan dia.

Wanita Kanaan itu mendekat dan menyembah Dia sambil berkata: “Tuhan, tolonglah aku”. Ia menghadapi banyak rintangan, tetapi ia tidak menyerah.

Bahkan Yesus pun terkesan menghinanya dan menyamakan dia dengan anjing: “Tidak patut mengambil roti yang disediakan bagi anak-anak dan melemparkannya kepada anjing.“ Sangat menyakitkan komentar Yesus.

Si ibu itu semakin dihina, ia justru semakin merendah di hadapan Tuhan. Dia kembali memohon belas kasih Tuhan. Kata perempuan itu: “Benar Tuhan, namun anjing itu makan remah-remah yang jatuh dari meja tuannya.”

Sungguh sangatlah mengharukan dan luar biasa iman si ibu ini. Dia rela di-anjing-anjing-kan demi cintanya dan kesembuhan buah hatinya. Ia tidak marah, tidak tersinggung, dan tidak sakit hati. Ia menerima dengan hati yang tabah dan kuat.

Akhirnya, Tuhan Yesus memuji pengorbanan, ketangguhan, dan kasih ibu itu pada anaknya. Tuhan Yesus menyembuhkan anak itu seketika.

Dalam kehidupan ini saat menghadapi masalah dalam keluarga atau pekerjaan, apakah Anda berani datang kepada Tuhan Yesus? Wanita Kanaan itu memberikan kita teladan untuk datang mohon pertolongan Tuhan.

“Tuhan, tolonglah aku”, pinta wanita itu. Ungkapan hati yang sederhana itu menunjukkan kerendahanhatinya dan keyakinannnya akan pertolongan Tuhan bagi hidupnya.

Santo Yohanes Maria Vianey yang kita peringati kemarin tanggal 4 Agustus, pernah memberikan nasihat kepada kita, “Segala masalah kita akan mencair di hadapan doa yang tekun, laksana salju di hadapan matahari”.

Doa menjadi kekuatan kita. Mengapa? Karena di dalam doa, menurut Santo Yohanes Maria Vianey, kita yang adalah pengemis dapat meminta segala sesuatu kepada Allah. Kita percaya, bahwa kita akan mendapatkan apa yang kita inginkan jika kita memintanya dengan iman yang hidup dan hati yang suci.

Pertanyaan refleksinya, apakah Anda pernah direndahkan dan dicemooh demi buah hati Anda? Bagaimana usaha Anda agar mempunyai ketangguhan seperti wanita Kanaan itu pada zaman ini? Berkah Dalem dan salam teplok dari Bujang Semar (Bumi Jangli Semarang).# Y. Gunawan, Pr

Similar Posts

  • Hiburan Rohani atau Kekeringan Rohani?

    Percik Firman: Hiburan Rohani atau Kekeringan Rohani?Jumat, 9 Oktober 2020Bacaan Injil : Lukas 11:15-26 “Apabila roh jahat keluar dari manusia, ia pun mengembara ke tempat-tempat yang tandus mencari perhentian” (Luk 11:24) Sdri/a ku ytk.,Pernahkah dalam satu hari Anda malas melakukan apapun? Mau berdoa malas. Mau makan malas. Mau mandi malas. Mau bekerja malas. Mau misa…

  • Kekuatan Sabda

    Percik Firman : Kekuatan SabdaSenin, 26 Oktober 2020Bacaan Injil : Lukas 13:10-17 “Yesus memanggil dia dan berkata kepadanya: ‘Hai ibu, penyakitmu telah sembuh.” (Luk 13: 12) Saudari/a ku ytk,.Merenungkan sabda Tuhan hari ini, saya teringat akan sharing seorang ibu. Ada seorang ibu lektor bercerita kepada saya. Sebelum maju ke panti imam, ia merasa gugup dan…

  • Hati yang Berbelaskasih

    Percik Firman : Hati yang BerbelaskasihSenin, 5 Oktober 2020PF Santa FaustinaBacaan Injil : Luk 10:25-37 “Orang yang telah menunjukkan belas kasihan kepadanya” (Luk 10:37) Sdri/a ku ytk.,Apakah Anda punya pengalaman menolong dan berbelaskasih pada orang yang tidak dikenal? Atau pernahkah Anda ditolong oleh orang yang tidak Anda kenal? Hari ini ada peringatan fakultatif Santa Faustina,…

  • Ketidaksempurnaan

    Percik Firman: KetidaksempurnaanJumat, 19 Januari 2024Hari ke-2 Pekan Doa untuk Kesatuan Umat KristianiBacaan Injil: Mrk 3:13-19 “Ia menetapkan dua belas orang untuk menyertai Dia dan untuk diutus-Nya memberitakan Injil” (Mrk 3:14) Saudari/a ku ytk.,Proses panggilan setiap orang untuk menjadi imam itu sangat unik. Setiap imam bisa berbeda-beda. Tuhan memanggilnya. Manusia menanggapi panggilan itu dengan masuk…

  • Kuasa Tuhan Luar Biasa

    Percik Firman: Kuasa Tuhan Luar BiasaKamis, 23 Desember 2021Bacaan Injil: Luk 1:57-66 Saudari/a ku ytk.,Pengalaman menjadi formator di seminari selama ini cukup mengasyikkan. Setiap tahun saya dituntut terus belajar dan mengenal setiap pribadi dalam Angkatan. Setiap Angkatan mempunyai keunikan dan kekhasannya. Ketika sudah akrab dan mengenal satu angkatan, mereka naik kelas. Saya harus memulai lagi…

  • Pribadi yang Bertanggungjawab

    Percik Firman : Pribadi yang BertanggungjawabKamis, 26 Agustus 2021Bacaan Injil: Mat. 24: 42-51 “Siapakah hamba yang setia dan bijaksana, yang diangkat oleh tuannya atas orang-orangnya untuk memberikan mereka makanan pada waktunya?” (Mat 24: 45) Saudari/a ku ytk.,Di Seminari Menengah Santo Petrus Canisius Mertoyudan, ada tiga nilai dasar pembinaan atau formatio calon imam, yaitu kedisipinan, kejujuran,…