Maneges Kersa Dalem Gusti

Percik Firman: Maneges Kersa Dalem Gusti
Sabtu, 19 Maret 2022
HR Santo Yusuf, Suami SP Maria
Bacaan Injil: Mat 1:16.18-21.24a

Sdri/a yang terkasih,
Pada hari ini tanggal 19 Maret kita merayakan Hari Raya Santo Yusuf, suami Santa Perawan Maria. Sejak abad ke-8, Gereja menetapkan tanggal 19 Maret sebagai hari raya utama Santo Yusuf. Santo Yusuf adalah tokoh teladan dalam beriman di tengah masa krisis, sekaligus pribadi yang peka memahami kehendak Allah (maneges kersa Dalem Gusti) lewat mimpi.

Mimpi bisa menjadi cara Tuhan untuk memberikan pesan penting kepada umat-Nya. Ada seorang mistikus modern dari Amerika Serikat, Edgar Cayce (1877-1945) yang berpendapat bahwa mimpi yang diterima dan dipahami akan mengubah sikap dan perilaku manusia. Dia menyebut bahwa mimpi sebagai “bahasa sandi Tuhan” yang hendak mengubah kita menjadi pribadi yang semakin baik, semakin agung dan mulia.

Beberapa tahun terakhir ini makin dikenal devosi kepada Santo Yusuf Tidur. Pernahkah Anda melihat teks doa dan patung Santo Yusuf Tidur (Italy: San Giuseppe Dormiente)? Kenapa kok ada patung Santo Yusuf yang sedang tidur diizinkan Gereja sebagai sarana doa? Saya baru melihat langsung patung ini pertama kali tahun 2017 saat studi di Italia.

Saat saya mencoba mencari sumber tradisi devosi ini, ternyata inspirasinya berasal dari bacaan Injil pada Hari Raya Santo Yusuf, yaitu Matius 1:16,18-21,24a. Mulai abad ke-8, Gereja Katolik Roma menetapkan tanggal 19 Maret sebagai Hari Raya utama Santo Yusuf. Konon devosi ini juga menjadi devosi pribadi dari Paus Fransiskus.

Dalam bacaan Injil hari ini dikisahkan, “Malaikat Tuhan nampak kepada Yusuf dalam mimpi dan berkata: ‘Yusuf, anak Daud, janganlah engkau takut mengambil Maria sebagai isterimu!’” (Mat. 1:20). Ternyata saat tidur, Yusuf bermimpi. Dan Tuhan menyatakan kehendak-Nya lewat mimpi. Dalam mimpinya, Yusuf menemukan jawaban dari masalah yang sedang dihadapi.

Pada waktu itu Yusuf sedang mempertimbangkan maksudnya yang ingin diam-diam menceraikan Maria tunangannya yang hamil. Kata “mempertimbangkan” sangat mendalam maknanya.

Kata ini menunjukkan bahwa keputusan Yusuf yang mau meninggalkan Maria dengan diam-diam bukanlah sebuah keputusan yang spontan, asal-asalan, penuh emosi dan amarah. Tetapi telah dipikirkan dengan matang.

Dia ingin menjaga nama baik Maria di muka umum. Dia tahu betul Maria tidak bersalah. Pergi secara diam-diam (tidak menuntut apa yang menjadi haknya) adalah jalan keluar yang terbaik. Kenapa? Dia ingin melindungi Maria. Dia siap dipersalahkan oleh orang banyak sebagai laki-laki yang tidak bertanggungjawab, asal Maria tidak dihukum dengan dirajam (dilempari batu sampai mati).

Pada zaman sekarang ini sepertinya jarang ada laki-laki yang mau menanggung kesalahan, mau dipersalahkan, dan mau berkorban sedemikian rupa untuk membela kehormatan orang yang tidak bersalah.

Santo Yusuf sungguh bertanggungjawab atas situasi Maria setelah Maria menerima kabar dari Malaikat Gabriel. Karena kasihnya kepada Maria, Yusuf mendengarkan dan melaksanakan kehendak Tuhan. Ia berusaha maneges kersa Dalem Gusti yang ia terima melalui mimpinya, yaitu “mengambil Maria menjadi isterinya” (Mat 1:20).

Paus Fransiskus menyebut Santo Yusuf sebagai seorang bapak yang taat. Ketaatan Yusuf terhadap kehendak Allah sudah teruji sejak awal mau memperisteri Maria sampai akhir hayatnya. Yusuf menjadi teladan dalam ketaatan melaksanakan kehendak Allah.

Paus Yohanes Paulus II pernah mengungkapkan bahwa Santo Yusuf ini sebagai orang kudus dengan aura keheningan (aura of silence). Keutamaan dan kedalaman hidup Yusuf tampak dari ketersembunyian hidupnya.

Dalam sikapnya yang banyak diam dan hening, Yusuf berusaha memahami dan mencerna kehendak Tuhan. Maka, tepatlah jika ungkapan “in silentio et in spe erit fortitude vestra” (dalam diam dan percaya, di situlah terletak kekuatanmu) dikenakan kepada pribadi Santo Yusuf ini.

Jika Anda tertarik untuk lebih mendalami makna mimpi, spiritualitas dan inspirasi Santo Yusuf untuk zaman sekarang, Anda bisa membaca buku “Memaknai Mimpi Bersama Santo Yusuf”, Kanisius, 2021.

Pertanyaan refleksinya, apakah selama ini kita peka akan kehendak Allah dalam pergulatan hidup kita? Apakah kita memperhatikan mimpi-mimpi selama ini? Bagaimana sikap kita dalam menghadapi situasi yang sulit: terburu-buru (grusa-grusu) atau mempertimbangkan dengan matang?

Santo Yusuf, doakanlah kami yang masih berjuang di masa pandemi saat ini. Berkah Dalem dan Salam Teplok dari bumi MeSRA (Mertoyudan Spiritual Rest Area). # Y. Gunawan, Pr

Similar Posts

  • Sebaiknya Anda tahu

    Sebaiknya Anda tahu: Tahukah kamu kenapa doa Ratu Surga didoakan menggantikan doa Malaikat Tuhan selama Masa Paskah? Mulai kapan? Siapa yang menetapkan?Bunda Mari teladan beriman di tengah ketidakpastian, terlebih pandemi. Koq bisa?Mari klik aja percik katekese di sini…

  • Tuhan, Tolonglah Aku

    Percik Firman: Tuhan, Tolonglah AkuRabu, 5 Agustus 2020Bacaan Injil: Mat 15:21-28 ”Wanita Kanaan itu mendekat dan menyembah Dia sambil berkata: ‘Tuhan, tolonglah aku’” (Mat 15:25) Saudari/a ku ytk.,Barangkali Anda mengenal lagu yang berjudul “Jangan Menyerah”. Lagu ini dinyanyikan oleh D’Masiv. Syairnya terasa pas dengan sabda Tuhan pada hari ini. Berikut ini salah satu penggalan syairnya:…

  • Ibuku Sayang

    Percik Firman : Ibuku SayangSabtu, 25 Juli 2020Pesta Santo Yakobus, RasulBacaan Injil: Mat 20:20-28 “Datanglah ibu Zebedeus serta anak-anaknya kepada Yesus, lalu sujud di hadapan-Nya untuk meminta sesuatu” (Mat 20:20) Saudari/a ku ytk.,Merenungkan bacaan Injil pada pesta Santo Yakobus Rasul hari ini, saya teringat akan sebuah lagu berjudul “Ibu”, yang diciptakan dan dipopulerkan oleh Iwan…

  • Memohon Belaskasih Tuhan

    Percik Firman: Memohon Belaskasih TuhanJumat Pertama, 4 Desember 2020Bacaan Injil: Mat 9: 27-31 ”Dua orang buta mengikuti Yesus sambil berseru-seru dan berkata: Kasihanilah kami, hai Anak Daud” (Mat 9:27) Sdri/a ku ytk.,Hari ini hari Jumat Pertama yang terakhir di tahun 2020 ini. Setiap hari Jumat kita diajak untuk berdevosi pada Hati Kudus Yesus. Devosi ini…

  • Perlindungan Tuhan

    Percik Firman: Perlindungan TuhanRabu, 27 Mei 2020Novena Roh Kudus Hari ke-6Bacaan Injil: Yoh 17:11b-19 “….supaya Engkau melindungi mereka dari pada yang jahat” (Yoh 17:15) Sdri/a yang terkasih,Ada seorang seminaris yang bersharing bagaimana Tuhan melindunginya saat masih SMP. Sepulang sekolah, dia diajak teman-temannya pergi ke warnet (warung internet). Dengan masih memakai baju seragam SMP, hatinya sebenarnya…

  • Ajakan Bersyukur

    Percik Firman : Ajakan BersyukurRabu, 15 Juli 2020PW Santo Bonaventura, Uskup dan Pujangga GerejaBacaan Injil: Mat 11:25-27 ”Aku bersyukur kepada-Mu, ya Bapa, Tuhan langit dan bumi!” (Mat 11: 25) Saudari/a ku ytk.,Orang yang bersyukur adalah orang yang beriman. Bersyukur menjadi tanda bahwa seseorang itu beriman. Bersyukur bisa membuat orang bahagia. Rasa syukur itu membahagiakan. Saat…