Membanding-bandingkan

Percik Firman: Membanding-bandingkan
Jumat I, 4 September 2020
Bacaan Injil: Luk 5:33-39

“Murid-murid Yohanes sering berpuasa dan sembahyang, demikian juga murid-murid orang Farisi, tetapi murid-murid-Mu makan dan minum” (Luk 5:33)

Saudari/a ku ytk.,
Hari ini adalah hari Jumat Pertama dalam bulan September. Biasanya di beberapa tempat umat merayakan misa Jumper (Jumat Pertama), baik pagi, siang atau sore. Tetapi karena masih ada “mbak corona” atau Covid-19, Misa Jumper masih dibatasi, bahkan masih ada juga yang Misa online. Jumper dikhususkan untuk menghidupi devosi kepada Hati Kudus Yesus.

Salah satu rasul ‘Hati Kudus Yesus’ adalah Santa Margareta Maria Alacoque (1647-1690). Dia menerima tugas dari Tuhan Yesus yang menampakkan diri-Nya beberapa kali kepadanya, untuk menyebarluaskan devosi Hati Kudus Yesus ini.

Santa Margareta melihat Hati Yesus itu terluka dan meneteskan darah segar. Darah itu jatuh ke lengan baju-Nya yang bercahaya. Sementara itu, tangan kanan Yesus menunjuk ke arah Hati-Nya. Tangan kiri-Nya seolah-olah memberkati Margareta. Dari telapak tangan-Nya terpancar cahaya yang kudus.

“Dengarlah, Marga! Hati kudus-Ku bernyala-nyala karena cinta kasih-Ku kepada semua orang. Aku memilih kamu sebagai juru warta-Ku. Sebarkanlah kepada semua orang bahwa Akulah sumber karunia,” sabda Yesus.

Sejak penampakan itu, Tuhan Yesus selalu mendatangi Suster Margareta setiap Jumat pertama. Kadang-kadang Yesus menunjukkan luka-luka-Nya yang lain.

Kita semua diundang untuk membuka diri pada Hati-Nya dan juga menerima orang lain apa adanya, termasuk orang yang membenci kita. Buah dari tinggal dalam Yesus adalah hati kita damai. Lalu kedamaian itu jangan dimiliki sendiri. Harus kita pancarkan dan bagikan kepada orang lain.

Dalam bacaan Injil hari ini Tuhan Yesus diundang ke suatu perjamuan makan oleh orang Lewi. Yesus makan bersama dengan pemungut cukai dan orang berdosa. Para ahli Kitab dan orang Farisi juga ikut datang. Mereka mengamat-amati Yesus dan para murid-Nya. Mengapa? Karena mereka mewaspadai ajaran-Nya yang tidak sesuai dengan hukum dan peraturan standard mereka.

Mereka berkata kepada Yesus dengan membanding-bandingkan antara para murid Yohanes, para murid orang Farisi dengan para murid-Nya. “Murid-murid Yohanes sering berpuasa dan sembahyang, demikian juga murid orang-orang Farisi, tetapi murid-murid-Mu makan dan minum”.

Pernyataan mereka tentang “puasa” ini secara tidak langsung berisi penghakiman. Mereka mengatakan hal itu bukan sebagai pertanyaan, tetapi sebagai sebuah pernyataan atau tuduhan. Mereka tidak terbuka untuk melihat peristiwa itu dengan cara yang baru.

Mereka sudah membanding-bandingkan dan menuduh lagi. Dibanding-bandingkan memang tidak enak dan bisa menyakitkan hati, apalagi sampai dituduh. Jujur, kita juga tidak suka jika dibanding-bandingkan dan dituduh yang tidak mendasar. Iya nggak?

Menghadapi pernyataan dan tuduhan itu, Yesus memberikan teladan kepada kita. Dia bersikap tenang dan tidak emosional. Dia menjawab, “Akan datang waktunya, apabila mempelai itu diambil dari mereka, pada waktu itulah mereka akan berpuasa”. Sebagai orang Katolik, kita punya tradisi berpuasa pada masa Prapaskah.

Pertanyaan refleksinya, bagaimana relasi Anda dengan teman-teman selama ini? Apakah ada kecenderungan Anda membanding-bandingkan dan menuduh? Semoga Hati Yesus yang Maha kudus menginspirasi kita untuk bersikap empatik dan tulus dalam berelasi. Berkah Dalem dan Salam Teplok dari Bumi Mertoyudan.

# Y. Gunawan, Pr

Similar Posts

  • Peka akan Mimpi

    Percik Firman: Peka akan MimpiRabu, 19 Maret 2025HR Santo Yusuf, Suami SP MariaBacaan Injil: Mat 1:16.18-21.24a Sdri/a yang terkasih,Dalam Doa Litani Santo Yusuf, Yusuf dilukiskan sebagai pelindung bagi para buruh / karyawan, keluarga, para perawan, orang – orang sakit dan orang – orang yang telah meninggal. Ia juga dihormati sebagai tokoh doa dan kehidupan rohani,…

  • Kekuatan Pujian

    Percik Firman: Kekuatan PujianKamis, 10 Desember 2020Bacaan Injil: Mat 11:11-15 “Sesungguhnya di antara mereka yang dilahirkan oleh perempuan tidak pernah tampil seorang yang lebih besar dari pada Yohanes Pembaptis” (Mat 11:11) Sdri/a ku ytk.,Bagaimana rasanya jika dipuji? Pada umumnya orang akan merasa senang saat mendapat pujian. Pujian yang tulus dapat memberikan kekuatan dan energi yang…

  • Bertekun dalam Kesetiaan

    Percik Firman : Bertekun dalam KesetiaanSabtu, 11 November 2023PW St. Martinus dari Tours (uskup)Bacaan Injil: Luk 16:9-15 “Barangsiapa setia dalam perkara-perkara kecil, ia setia juga dalam perkara-perkara besar” (Luk 16:10) Saudari/a ku ytk,.Santa Teresa dari Kalkuta pernah berkata: “Kita dipanggil tidak untuk sukses, tetapi untuk setia”. Setia pada apa? Setia pada hal-hal yang kecil dan…

  • Iblis Sungguh Ada

    Percik Firman : Iblis Sungguh AdaMinggu Prapaskah I, 21 Februari 2021Bacaan Injil : Mrk 1:12-15 “Di padang gurun itu Yesus tinggal empat puluh hari lamanya, dicobai oleh Iblis” (Mrk 1:13) Saudari/a ku ytk.,Godaan dapat dialami oleh siapa pun, kapan pun, di mana pun, dan dalam situasi apa pun. Iblis bisa menggoda siapa pun. Coba Anda…

  • Memurnikan motivasi

    Percik Firman : Memurnikan motivasiSenin, 15 April 2024Bacaan Injil : Yoh 6: 22-29 Saudari/a ku ytk.,Saat kecil, saya senang jika diajak orang tua ke gereja pada hari minggu. Karena apa? Bukan karena mau mendengarkan homilinya rama. Bukan pula karena mau terima komuni bathuk. Tetapi karena setelah selesai misa sering mampir ke warung dekat gereja untuk…

  • Kuatkanlah Hatimu

    Percik Firman: Kuatkanlah HatimuSenin, 25 Mei 2020Novena Roh Kudus Hari ke-4Bacaan : Yoh 16:29-33 “Dalam dunia kamu menderita penganiayaan, tetapi kuatkanlah hatimu, Aku telah mengalahkan dunia” (Yoh 16:33) Sdri/a yang terkasih,Secara psikologis setiap orang membutuhkan rasa nyaman dalam hidup ini. Kebutuhan rasa nyaman menjadi salah satu kebutuhan dasar yang penting. Di sana orang merasakan pengalaman…