Memberikan Kelegaan

Percik Firman: Memberikan Kelegaan
Jumat, 3 Mei 2024
Pesta Santo Filipus dan Yakobus muda (rasul)
Bacaan Injil: Yoh 14:6-14

Saudari/a ku ytk.,
Hari ini tanggal 3 Mei Gereja merayakan pesta dua rasul, yaitu Santo Filipus dan Yakobus muda. Makam (Italia: tomba) kedua rasul ini ada di bawah altar utama Basilika Dua Belas Rasul, Roma. Basilika ini berada di samping Generalat OFM Conventual. Sekaligus dekat Kampus Universitas Kepausan Gregoriana dan Biblicum, Roma.

Setiap kali masuk kuliah di Gregoriana waktu itu, saya sering melewati basilika itu dan mampir berdoa di basilika itu. Siapapun yang datang bisa turun ke bawah altar dan berdoa di depan makam kedua rasul tersebut.

Sabda Tuhan pada pesta kedua rasul hari ini memberikan kita kelegaan dan rasa ayem. Kenapa? Karena Tuhan Yesus memberi jaminan dan kelegaan pada para murid yang percaya kepada-Nya. Ditegaskan Tuhan Yesus: “Jika kamu meminta sesuatu kepada-Ku dalam nama-Ku, Aku akan melakukannya.” Dari pihak kita dituntut percaya dan beriman kepada Yesus Sang Juru Selamat, yang diutus oleh Allah ke dunia ini.

Santo Filipus dan Santo Yakobus adalah teladan orang beriman sampai akhir hayat. Dalam beriman, butuh proses dan perjuangan. Kadang jatuh dan gagal. Lalu bangun dan bangkit lagi untuk bergerak ke depan. Beriman itu ibarat meraba-raba dalam kegelapan. Meskipun suasananya gelap dan kadang tidak pasti saat itu, tetapi iman memungkinkan kita untuk terus melangkah maju menerobos kegelapan itu.

Filipus dikenal sebagai pribadi yang spontan. Dia mewartakan Injil sampai di Frigia, sebuah kota tua di Asia Kecil. Ia gigih mewartakan Kristus, sampai menderita penganiayaan hebat. Bahkan ia disalibkan dengan kepala di bawah, sebagaimana dialami Santo Petrus di Roma.

Sedangkan Santo Yakobus muda, anak Alfeus ini, adalah Uskup pertama di Yerusalem. Pada Konsili pertama di Yerusalem tahun 49, dia tampil berbicara dengan penuh wibawa dan kebijaksanaan. Santo Paulus menyebut Santo Yakobus sebagai “Sokoguru” Gereja sejajar dengan santo Petrus dan Yohanes (Gal 2:9).

Dalam masa kepemimpinannya sebagai Uskup Yerusalem, Yakobus berhasil mempertobatkan banyak orang Yahudi di Palestina. Dia dikenal bijaksana dan berwibawa. Termasuk dia membela dan mendukung Paulus untuk naik banding ke Roma. Akibatnya, Yakobus meninggal dunia sebagai martir dengan dirajam oleh orang Yahudi.

Kedua rasul ini memberikan contoh bagaimana kita sebagai murid Yesus harus berani dan “wani nggetih” beriman dan mengikutiNya sampai akhir hayat.

Pertanyaan refleksinya, bagaimana kata-kata Anda akhir-akhir ini? Lebih banyak memberikan kelegaan atau ancaman? Bersediakah Anda berkomitmen untuk beriman dan mengikuti Yesus sampai akhir hayat seperti Santo Filipus dan Yakobus? Berkah Dalem dan Salam Teplok dari Bujang Semar (Bumi Jangli Semarang). # Y. Gunawan, Pr

Similar Posts

  • Bangga dengan Salib

    Percik Firman : Bangga dengan SalibSenin, 14 September 2020Pesta Salib SuciBacaan Injil: Yoh 3:13-17 “Allah mengutus Anak-Nya ke dalam dunia bukan untuk menghakimi dunia, melainkan untuk menyelamatkannya oleh Dia” (Yoh 3:17) Saudari/a ku ytk.,Beberapa waktu yang lalu di tengah masyarakat kita ada semacam “ketakutan” dari sekelompok orang. Mereka takut akan gambar atau benda yang berbentuk…

  • Siapakah Yesus bagiku?

    Percik Firman : Siapakah Yesus bagiku?Selasa, 29 Juni 2021HR Santo Petrus dan Paulus, RasulBacaan Injil: Mat. 16:13-19 Saudari/a ku ytk.,Setiap orang biasanya mempunyai barang kekhasan yang dimiliki. Barang itu bisa menjadi ciri khas orang tersebut. Jika melihat barang itu, kita langsung kenal atau ingat pribadi yang bersangkutan. Misal, Santo Yusuf dengan peralatan tukangnya, Santo Paulus…

  • Menentukan Skala Prioritas

    Percik Firman: Menentukan Skala PrioritasSelasa, 16 Januari 2024Bacaan Injil: Mrk 2:23-28 “Hari Sabat diadakan untuk manusia dan bukan manusia untuk hari Sabat” (Mrk 2:27) Saudari/a ku ytk.,Salus animarum suprema lex. Artinya, Keselamatan jiwa adalah hukum yang tertinggi. Prinsip utama dari hukum Gereja Katolik adalah keselamatan jiwa. Itulah skala prioritas nilai. Maka ditegaskan dalam Kitab Hukum…

  • Kamis Putih: “Anamnesis”

    Kamis Putih: “Anamnesis” Bacaan: 1Kor.11:23-26 Kata “anamnesis” Dalam bahasa Yunani berarti “mengingat atau mengenang kembali”. Perayaan Ekaristi merupakan anamnesis. Dalam bagian Doa Syukur Agung, setelah konsekrasi ada yang disebut bagian “anamnesis”. Artinya mengingat kembali misteri iman yang dirayakan dalam roti dan anggur yang telah menjadi tubuh dan darah Kristus. Itu untuk mengenangkan dan menghadirkan kembali…

  • Ketekunan dalam Bertumbuh

    Percik Firman : Ketekunan dalam BertumbuhSenin, 26 Juli 2021PW Santo Yoakim dan Santa AnnaBacaan Injil: Mat. 13:31-35 ”Memang biji sesawi itu yang paling kecil dari segala jenis benih, tetapi apabila sudah tumbuh, sesawi itu lebih besar daripada sayuran yang lain” (Mat. 13:32) Saudari/a ku ytk.,Pada hari ini 26 Juli Gereja merayakan peringatan wajib Santo Yoakim dan Santa…

  • Tuhan Andalan Kita

    Percik Firman : Tuhan Andalan KitaRabu, 25 September 2024Bacaan Injil: Luk 9:1-6 “Jangan membawa apa-apa dalam perjalanan, jangan membawa tongkat atau bekal, roti atau uang, atau dua helai baju” (Luk 9:3) Saudari/a ku ytk.,Adanya masalah dalam kehidupan ini dapat membentuk kita menjadi pribadi yang tangguh. Ketidaknyamanan dapat menempa kita menjadi pribadi yang tahan banting. Keadaan…