Pemersatu Gereja

Percik Firman : Pemersatu Gereja
Kamis, 9 November 2023
Pesta Pemberkatan Gereja Basilika Lateran
Bacaan: Yoh 2:13-22

“Cinta untuk rumah-Mu menghanguskan Aku” (Yoh 2: 17)

Saudari/a ku ytk.,
Pada hari ini Gereja merayakan Pesta Pemberkatan Gereja Basilika Lateran. Basilika Yohanes Lateran ini didirikan oleh kaisar Konstantinus Agung, putera Santa Helena, tahun 324. Basilika agung pertama ini melambangkan kemerdekaan dan perdamaian.

Basilika ini menjadi gereja katedral untuk Uskup Agung Roma sekaligus Sri Paus. Maka basilika ini disebut “induk semua gereja”, baik di Roma maupun di seluruh dunia. Letaknya di dekat Scala Sancta (Tangga Suci), di mana situ disimpan tangga suci yang pernah dilewati Yesus saat disesah di Istana Pilatus.

Dalam pesta ini, selain memperingati kemerdekaan dan perdamaian yang dialami Gereja setelah 3 abad dianiaya, kita juga mau mengungkapkan cinta dan kesatuan kita dengan Uskup Agung Roma, yakni Paus. Dialah pemersatu seluruh Gereja dalam cinta kasih Kristus.

Melalui sabda Tuhan pada pesta pemberkatan Gereja Basilika Yohanes Lateran hari ini, kita diingatkan untuk memaknai tempat ibadat secara baik dan benar. Kita perlu memberikan penghormatan dan menjaga kebersihan atau kekudusan tempat ibadah.

Bacaan Injil pada pesta pemberkatan Gereja Basilika Yohanes Lateran hari ini mengisahkan bagaimana Tuhan Yesus bersikap tegas dalam memperjuangkan prinsip “Bait Allah adalah rumah doa, bukan rumah jualan atau sarang penyamun”. Dia membersihkan atau menyucikan Bait Allah.

Yesus mengkritik dan marah atas penyalahgunaan Bait Allah. Bait Allah yang seharusnya menjadi tempat orang beribadah kepada Allah, justru menjadi sarang penyamun (versi Injil Matius) atau rumah jualan (versi Injil Yohanes).

Bait Allah dijadikan ajang komersialisme. Mereka kongkalikong (bekerjasama) dengan pemimpin agama Yahudi mengadakan jual beli binatang kurban (merpati, kambing-domba dan lembu), penukar uang. Harga binatang korban dinaikan berlipat-lipat. Bait Allah menjadi tempat mengeruk keuntungan pribadi dan menyengsarakan umat yang mau beribadah. Para pemimpin agama Yahudi mengubah keheningan tempat ibadah menjadi hiruk- pikuk pasar.

Dalam bahasa Latin ada ungkapan, “suaviter in modo, fortiter in re”. Lembut dalam cara penyampaian, tegas dalam tindakan/prinsip. Seorang pemimpin atau pendidik diharapkan bisa menghayati ungkapan itu. Ketegasan dalam prinsip itu sangat penting dalam hidup bersama.

Seorang pemimpin atau pendidik harus bisa membawa orang-orang yang dipimpinnya pada nilai dan arah yang jelas. Gaya penyampaiannya pun diharapkan lembut, humanis dan penuh kehangatan. Hal ini tidak mudah. Tetapi perlu diperjuangkan terus-menerus. Sebagai seorang pendidik (formator) di Seminari, prinsip tersebut terus saya usahakan dalam mendampingi para calon imam.

Pertanyaan refleksinya, Bagaimana penghayatan Anda menjadikan gereja sebagai rumah doa? Bagaimana sikap Anda untuk menumbuhkan merasa ‘handarbeni’ (memiliki) gereja paroki Anda? Apa tantangan yang Anda hadapi untuk menghidupi prinsip hidup sebagai pemimpin? Berkah Dalem dan Salam Teplok dari Bujang Semar (Bumi Jangli Semarang).# Y. Gunawan, Pr

Similar Posts

  • Kekuataan Pujian

    Percik Firman : Kekuataan PujianSabtu/Minggu, 15-16 Agustus 2020Hari Raya Maria Diangkat ke SurgaBacaan Injil: Lukas 1:39-56 “Elisabet berseru dengan suara nyaring: ‘Diberkatilah engkau di antara semua wanita dan diberkatilah buah rahimmu” (Luk 1:42) Saudari/a ku ytk.,Merenungkan bacaan Injil “Perjumpaan Maria dan Elisabeth yang sedang hamil” pada Hari Raya Santa Perawan Maria Diangkat ke Surga (Maria…

  • Sikap yang Benar dalam Berdoa

    Percik Firman : Sikap yang Benar dalam BerdoaSabtu, 13 Maret 2021Bacaan Injil: Luk 18:9-14 “Dia tidak berani menengadah ke langit, melainkan ia memukul diri dan berkata: ‘Ya Allah, kasihanilah aku orang berdosa ini” (Luk 18:13) Saudari/a ku ytk.,Melalui sabda Tuhan hari ini, kita disadarkan akan sikap yang benar dalam berdoa. Yang dituntut pertama-tama dalam berdoa…

  • Menjadi Saksi Kristus

    Percik Firman: Menjadi Saksi KristusSenin, 18 Mei 2020Bacaan Injil: Yoh 15:26-16:4a “Kamu juga harus bersaksi, karena kamu dari semula bersama-sama dengan Aku” (Yoh 15:27) Saudari/a ytk.,Hari ini tanggal 18 Mei. Mengingatkan saya akan Paus Yohanes Paulus II. Paus asli Polandia ini lahir tanggal 18 Mei 1920. Hari ini tepat peringatan Hari Ulang Tahunnya ke-100 atau…

  • Kidung Syukur

    Percik Firman: Kidung SyukurKamis, 24 Desember 2020Bacaan Injil: Luk 1:67-79 “Supaya kita, terlepas dari tangan musuh, dapat beribadah kepada-Nya tanpa takut” (Luk 1:74) Saudari/a ku ytk.,Tak terasa kita sudah mengakhiri masa Adven. Nanti malam kita merayakan Perayaan Vigili Natal yaitu perayaan malam Natal. Parayaan Natal adalah perayaan sukacita dan syukur karena Sang Pembawa Damai lahir…

  • Tetap Tangguh dan Berserah Diri

    Percik Firman: Tetap Tangguh dan Berserah DiriSelasa, 22 Desember 2020Bacaan Injil: Luk 1:46-56 “Jiwaku memuliakan Tuhan, dan hatiku bergembira karena Allah, Juruselamatku” (Luk 1:46) Saudari/a ku ytk.,Setiap tanggal 22 Desember kita merayakan hari Ibu. Tanggal ini diresmikan oleh Presiden Soekarno di bawah Keputusan Presiden Republik Indonesia No. 316 Tahun 1959 tanggal 16 Desember 1959, pada…