Rendah Hati di Hadapan Tuhan

Percik Firman : Rendah Hati di Hadapan Tuhan
Jumat, 8 Januari 2021
Bacaan Injil: Luk 5:12-16

“Ketika ia melihat Yesus, tersungkurlah ia dan memohon: ‘Tuan, jika Tuan mau, Tuan dapat mentahirkan aku” (Luk 5:12)

Saudari/a ku ytk.,
Dalam sejarah hidup manusia, ada beberapa penyakit yang menakutkan dan dianggap najis. Bahkan orang yang menderita sakit itu biasanya dijauhi dan dicap negatif oleh masyarakat. Salah satunya adalah sakit kusta.

Dalam Kitab Suci juga diungkapkan bahwa orang yang sakit kusta dijauhi dan dicap negatif oleh masyarakat sekitarnya. Pada masa itu, orang Israel sangat takut terhadap kusta karena sifatnya yang begitu merusak fisik. Karena itulah penderitanya harus menjalani hukuman isolasi bahkan dibuang. Hal inilah yang membuat penderita merasa dikucilkan dan terbuang.

Penderita kusta sendiri muncul dalam dua bentuk yaitu kusta yang bersifat sangat berbahaya (lepromatosa) dan kusta yang terbilang sebagai kusta jinak (tuberculoid). Sakit kusta bisa disembuhkan. Melalui nabi Elisa, misalnya, Tuhan memampukannya untuk menyembuhkan penyakit kusta Naaman.

Dalam bacaan Injil hari ini Tuhan Yesus juga menyembuhkan orang sakit kusta. Jenis kusta yang disembuhkan Yesus mirip dengan penyakit yang sekarang kita sebut dengan Hansen atau infeksi kulit yang bisa merusak dan menghancurkan tubuh perlahan-lahan.

Orang yang sakit kusta datang kepada Yesus. Dengan rendah hati dia memohon kepada Yesus agar disembuhkan. Santo Lukas mengisahkan dengan sangat bagus: Ketika ia melihat Yesus, tersungkurlah ia dan memohon: “Tuan, jika Tuan mau, Tuan dapat mentahirkan aku”.

Si kusta mempunyai keutamaan rendah hati. Hal ini tampak dari sikapnya yang tersungkur di hadapan Yesus dan memohon kepada-Nya. Selain itu, dia juga mempunyai keyakinan bahwa Tuhan Yesus dapat mentahirkannya (menyembuhkannya).

Bagi Yesus orang kusta bukanlah orang yang kotor dan najis. Ketika tangan-Nya yang kudus menjamahnya, yang terjadi bukan Ia tertular kusta dan kenajisannya, tetapi si kusta ketularan kekudusan-Nya dan menjadi sembuh atau tahir.

Menurut kesaksian dari beberapa orang yang pernah dinyatakan ‘positif covid-19’, mereka merasa seperti orang yang sakit kusta. Mereka merasa terasing, dijauhi dan dianggap najis. Rasanya sangat tidak nyaman dan tidak mengenakan. Secara lahiriah dia sudah sakit karena virus korona, dan secara psikis dia merasa tertekan dan dianggap ‘najis’.

Apakah kita sakit kusta? Secara fisik, kita tidak sakit kusta, kulit kita normal. Mungkin iya hati atau pikiran. Amat mudah kita berpikiran, berperasaan, berprasangka dan berkata negatif terhadap orang lain. Dengan demikian, kita sebenarnya menderita “kusta”, bukan kusta di kulit tetapi kusta dalam hati dan pikiran kita. Dengan menyimpan dendam di hati, dengan berpikiran kotor dan negatif tentang orang lain, kita mengalami sakit kusta.

Maka, marilah kita mohon kepada Tuhan agar Ia berkenan mengulurkan tangan-Nya untuk menjamah pikiran dan hati kita. Supaya kita tidak mudah berpikiran, berperasaan, berprasangka dan berkata negatif terhadap orang lain dan tentang orang lain (suami, isteri, anak, orangtua, rekan kerja, pimpinan, guru/pendidik, sahabat, dsb).

Pertanyaan refleksinya, bersediakah Anda rendah hati datang dan memohon kepada Tuhan? Semoga saudara/i kita yang hari-hari ini sedang sakit dikuatkan Tuhan dan segera disembuhkan. Berkah Dalem dan Salam Teplok dari Seminari Mertoyudan.

# Y. Gunawan, Pr

Similar Posts

  • Yudas bin Simon Iskariot

    Yudas bin Simon Iskariot Bacaan: Yoh. 13:21-38 Yudas dalam Injil Yohanes ditampilkan sebagai murid yang dipercaya Yesus (dalam pengelolaan keuangan), tetapi sekaligus sebagai pengkhianat. Maka, Yesus yang mengerti hati Yudas, memandang Yudas dengan pandangan belas kasih. Ketika Yesus membuka perkataan bahwa ada yang akan mengkhianati Dia, dalam kacamata belas kasih, itu adalah peringatan yang masih…

  • Datang pada Tuhan

    Percik Firman : Datang pada TuhanRabu, 13 Desember 2023Peringatan Wajib Santa Lusia (Perawan dan Martir)Bacaan Injil : Mat 11:28-30 Saudari/a ku ytk.,Apakah Anda pernah takut dan khawatir dalam hidup ini? Atau hari-hari ini perasaan takut dan khawatir itu sedang Anda alami? Adakah beban berat yang sedang dipikul? Pada peringatan Wajib Santa Lusia hari ini Tuhan…

  • Siap Sedia dan Bertanggungjawab

    Percik Firman : Siap Sedia dan BertanggungjawabMinggu Biasa XXVI, 27 September 2020Bacaan Injil: Mat 21:28-32 “Anak itu menjawab: Aku tidak mau. Tetapi kemudian ia menyesal lalu pergi juga” (Mat 21:30) Saudari/a ku ytk.,Dalam Perumpamaan Injil hari Minggu ini ditampilkan tiga tokoh, yakni ayah, anak sulung dan anak bungsu. Tokoh ayah mendatangi dua orang anaknya dan…

  • Sabda Celaka

    Percik Firman: Sabda CelakaRabu, 14 Oktober 2020Bacaan Injil : Luk 11:42-46 “Celakalah kamu, hai orang-orang Farisi, sebab kamu membayar persepuluhan dari selasih, inggu dan segala jenis sayuran, tetapi kamu mengabaikan keadilan dan kasih Allah” (Luk 11:42) Sdri/a ku ytk.,Gus Dur dikenal sebagai salah satu pribadi yang punya prinsip. Dia berani mengkritik siapa pun jika apa…

  • Setia Menunggu

    Percik Firman : Setia MenungguSelasa, 20 Oktober 2020Bacaan Injil : Lukas 12:35-38“Hendaklah kamu sama seperti orang-orang yang menanti-nantikan tuannya yang pulang dari perkawinan” (Luk 12:36) Saudari/a ku ytk.,Dalam hidup kita sehari-hari kadang kala diwarnai kegiatan menunggu atau menanti. Di tengah pandemi Covid-19 saat ini, misalnya, saat menjalani rapid test, seseorang menunggu hasilnya dengan harap-harap cemas….

  • Perintah untuk Mengasihi

    Percik Firman : Perintah untuk MengasihiJumat, 15 Mei 2020Bacaan Injil: Yoh 15:12-17 “Inilah perintah-Ku kepadamu: Kasihilah seorang akan yang lain” (Yoh 15:17) Saudari/a ku ytk.,Ada seorang isteri yang dikhianati suaminya. Tak diduga ternyata suaminya selingkuh. Dan diketahui sudah punya anak dengan perempuan lain. Mendengar bapaknya berperilaku seperti itu buyarlah figur sang bapak yang baik selama…