Tahu Diri

Percik Firman : Tahu Diri
Sabtu, 9 Januari 2021
Bacaan Injil: Yoh 3:22-30

“Dia harus makin besar, tetapi aku harus makin kecil” (Yoh 3:30)

Saudari/a ku ytk.,
Dalam masyarakat tak jarang ditemukan ada persaingan. Orang saling mencari pengaruh dan nama baik, agar makin banyak pengikut. Bahkan tak jarang dengan menghalalkan segala cara. Misalnya: menjelekkan seseorang, memfitnah atau menyebarkan berita bohong.

Dalam bacaan Injil hari ini kita diberi teladan sikap Yohanes Pembaptis. Sebagai tokoh yang sudah hadir lebih dulu di publik dan punya pengikut, Yohanes Pembaptis tidak merasa tersaingi dengan kehadiran Yesus. Dia tidak takut popularitasnya akan disaingi oleh Yesus.

Yohanes sadar diri. Dia bukan Mesias, tetapi dia tokoh yang diutus mempersiapkan jalan bagi Sang Mesias. Bahkan Yohanes menegaskan kepada para pengikutnya bahwa Yesus harus makin besar. Diungkapkannya dengan rendah hati, “Dia harus makin besar, tetapi aku harus makin kecil”.

Inilah teladan dari Yohanes Pembaptis bagi kita, bagaimana keegoisan diri tidak menguasai. Tetapi Yohanes justru bisa mengendalikan dirinya. Popularitas tidak membuatnya silau. Dia tetap sadar diri dan rendah diri.

Marilah kita mohon rahmat kebijaksanaan dan kerendahanhati dalam hidup ini. Berkah Dalem dan Salam Teplok dari Seminari Mertoyudan.

# Y. Gunawan, Pr

Similar Posts

  • Luar biasanya Energi Sukacita

    Percik Firman: Luar biasanya Energi SukacitaMinggu Prapaskah IV, 27 Maret 2022Bacaan Injil: Luk 15:1-3.11-32 Saudari/a ku ytk,.Hari ini kita memasuki Minggu Prapaskah IV yang dikenal sebagai Minggu Laetare (Minggu Sukacita). Minggu Sukacita ini disimbolkan dengan warna liturgi dari warna ungu menjadi warna merah jambu (pink). Dalam Minggu Laetare ini, Gereja mengajak kita untuk bersukacita karena…

  • Tetap Tangguh dan Berserah Diri

    Percik Firman: Tetap Tangguh dan Berserah DiriSelasa, 22 Desember 2020Bacaan Injil: Luk 1:46-56 “Jiwaku memuliakan Tuhan, dan hatiku bergembira karena Allah, Juruselamatku” (Luk 1:46) Saudari/a ku ytk.,Setiap tanggal 22 Desember kita merayakan hari Ibu. Tanggal ini diresmikan oleh Presiden Soekarno di bawah Keputusan Presiden Republik Indonesia No. 316 Tahun 1959 tanggal 16 Desember 1959, pada…

  • Menyalakan Api Kasih Tuhan

    Percik Firman: Menyalakan Api Kasih TuhanKamis, 22 Oktober 2020Bacaan : Lukas 12:49-53 “Aku datang untuk melemparkan api ke bumi dan betapakah Aku harapkan, api itu telah menyala!” (Luk 12:49) Saudari/a ku ytk.,Kalau Anda pergi di titik nol kota Roma, Anda akan melihat Monumen Nasional Italia. Monumen itu berada di Piazza Venezia, Roma. Di sana ada…

  • Menjadi Pribadi yang STMJ

    Percik Firman: Menjadi Pribadi yang STMJJumat Pertama, 1 Mei 2020Pesta Santo Yusuf PekerjaBacaan Injil : Yoh 6:52-59 “Barangsiapa makan daging-Ku dan minum darah-Ku, ia tinggal di dalam Aku dan Aku di dalam dia” (Yoh 6:56) Saudari/a ku ytk.,Ada seorang umat yang pernah bersharing pada saya. Ketika masih muda, beliau sering menghabiskan waktu dengan main judi,…

  • Wani Gupak Lemah

    Percik Firman : Wani Gupak LemahSenin, 28 Juni 2021PW St. Ireneus, Uskup dan MartirBacaan Injil : Mat 8:18-22 Saudari/a ku ytk.,Dalam kesempatan liburan musim panas, kami berkesempatan pergi ke Perancis. Di sana kami berziarah ke desa Ars, makam Santo Yohanes Maria Vianey. Kemudian berlanjut menikmati persaudaraan ekumene di komunitas Taize di Perancis Selatan. Pada hari…

  • Doa yang Kabul dan Mandul

    Percik Firman : Doa yang Kabul dan MandulSabtu, 26 Maret 2022Bacaan Injil: Luk 18:9-14 Saudari/a ku ytk.,Melalui sabda Tuhan hari ini, kita disadarkan akan bagaimana sikap yang benar dalam berdoa dan isi doa yang berkenan pada Tuhan. Yang dituntut pertama-tama dalam berdoa adalah sikap merendahkan diri di hadapan Allah. Dalam Injil hari ini Tuhan Yesus…