Sungguh Katolik dan Patriot

Percik Firman: Sungguh Katolik dan Patriot
Selasa, 2 Juni 2020
Bacaan Injil: Mrk 12: 13-17

“Berikanlah kepada Kaisar apa yang menjadi hak Kaisar dan kepada Allah apa yang menjadi hak Allah!” (Mrk 12:17)

Sdri/a yang terkasih,
Kita tentu sering mendengar dan membaca ungkapan “100% Katolik 100% Indonesia. Iya khan? Anda tahu siapa yang mencetuskan ungkapan itu? Dan kapan ungkapan itu dicetuskan?

Dalam Surat Gembala Masa Prapaskah tertanggal 6 Februari 1956, Mgr. Albertus Soegijapranata SJ pernah mengungkapkan: “Jika kita sungguh-sungguh Katolik sejati, kita sekaligus patriot sejati. Karenanya, kita merasa bahwa kita 100% patriot, justru karena kita adalah 100% Katolik”.

Lebih lanjut diungkapkan, “Lagi pula, bukankah menurut perintah ke-4 dari ke-10 Perintah Allah –sebagaimana ada dalam Katekismus– kita wajib mencintai Gereja kudus, juga kita wajib mencintai Negara, dengan seluruh hati kita. Berikanlah kepada kaisar apa yang menjadi hak kaisar, dan berikanlah kepada Allah apa yang menjadi hak Allah”.

Ungkapan aslinya adalah 100% Katolik 100% patriot. Patriot artinya pembela atau pecinta tanah air (patria). Nasihat dan ajakan Mgr. Soegijapranata tersebut kiranya masih relevan untuk zaman kita saat ini, apalagi kemarin 1 Juni baru saja kita memperingati hari lahir Pancasila, dasar negara kita. Sebagai Warga Negara Indonesia yang baik, orang Katolik harus mencintai tanah airnya dan bangsanya dengan memenuhi kewajibannya.

Salah satunya dengan menaati peraturan atau kebijakan dari pemerintah yang sah. Di antaranya membayar pajak. Pemasukan negara dari pajak warganya sangat dibutuhkan untuk biaya pembangunan demi kesejahteraan sosial. Nasihat Mgr. Soegijapranata tersebut mempunyai dasar biblis dari bacaan Injil hari ini.

Dalam bacaan Injil hari ini Tuhan Yesus menyatakan sikap yang tegas soal hak dan kewajiban sebagai warga negara. Dia menegaskan, “Berikanlah kepada Kaisar apa yang wajib kamu berikan kepada Kaisar dan kepada Allah apa yang wajib kamu berikan kepada Allah!”

Pernyataan ini disampaikan Yesus sebagai jawaban-Nya atas pertanyaan dari orang Farisi dan Herodian. Mereka bertanya, “Apakah diperbolehkan membayar pajak kepada Kaisar atau tidak? Haruskah kami bayar atau tidak?” Bagi Yesus sangat penting adanya keseimbangan relasi vertikal (manusia-Allah) dan horizontal (manusia-pemerintah) dalam hidup bermasyarakat.

Ketaatan pada kebijakan pemerintah itu penting. Hal ini sebagai bentuk nyata seorang warga negara yang baik. Pada masa penanganan wabah Covid-19 saat ini, kita perlu taat pada kebijakan pemerintah untuk bekerja dari rumah, belajar dari rumah, dan beribadah dari rumah.

Selain itu, kita juga perlu menjaga kesehatan: rajin mencuci tangan dengan sabun atau hand sanitizer, memakai masker saat bepergian, menjaga jarak, menghindari kerumunan orang banyak, dsb.

Pertanyaan refleksinya, apakah selama ini Anda sudah mengusahakan keseimbangan antara hak dan kewajiban sebagai warga negara yang baik? Apa saja wujud nyata kecintaan Anda pada Gereja dan Negara? Berkah Dalem dan Salam Teplok dari Bumi Mertoyudan.

# Y. Gunawan, Pr

Similar Posts

  • Tumbuh dari Keragu-raguan

    Percik Firman : Tumbuh dari Keragu-raguanJumat Pertama, 3 Juli 2020Pesta Santo Tomas, RasulBacaan Injil : Yoh 20:24-29 “Tomas menjawab Dia: ‘Ya Tuhanku dan Allahku’!” (Yoh 20:28) Saudari/a ku ytk.,Apakah Anda pernah mendengar dan membaca kisah-kisah mukjizat Ekaristi dari masa ke masa, dimana roti berubah menjadi daging/tubuh Kristus dan anggur berubah menjadi darah Kristus? Barangkali Anda…

  • Panggilan Menjadi Murid Yesus

    Percik Firman : Panggilan Menjadi Murid YesusKamis, 15 Feb 2024Bacaan Injil: Luk 9:22-25 “Setiap orang yang mau mengikut Aku, ia harus menyangkal dirinya, memikul salibnya setiap hari dan mengikut Aku” (Luk 9:23) Saudari/a ku ytk.,Di dalam salah satu fokus pembinaan calon imam di Seminari, dinyatakan bahwa calon imam mendalami hidup doa dan keheningan sebagai jalan…

  • Berbicara dengan Benar

    Percik Firman : Berbicara dengan BenarSabtu Imam, 2 Januari 2021Pw St. Basilius Agung dan St. Gregorius dari NazianzeBacaan Injil: Yoh 1: 19–28 Saudari/a ku ytk.,Hari ini Hari Sabtu Imam, hari yang dipersembahkan untuk mendoakan para imam dan calon imam. Kemarin kita memasuki Tahun Baru 2021 saat Jumat Pertama. Kita telah meninggalkan tahun 2020 dengan aneka…

  • Tidak Mustahil

    Percik Firman : Tidak MustahilSenin, 28 Februari 2021Bacaan Injil: Mrk. 10: 17-27 Saudari/a ku ytk.,Sabda Tuhan Yesus hari ini sangat inspiratif dan menguatkan hidup peziarahan kita di masa yang sulit. Dia bersabda, “Bagi manusia hal itu tidak mungkin, tetapi bukan demikian bagi Allah. Sebab segala sesuatu adalah mungkin bagi Allah.” Sabda ini disampaikan saat ada…

  • Kekuatan Pujian

    Percik Firman: Kekuatan PujianKamis, 10 Desember 2020Bacaan Injil: Mat 11:11-15 “Sesungguhnya di antara mereka yang dilahirkan oleh perempuan tidak pernah tampil seorang yang lebih besar dari pada Yohanes Pembaptis” (Mat 11:11) Sdri/a ku ytk.,Bagaimana rasanya jika dipuji? Pada umumnya orang akan merasa senang saat mendapat pujian. Pujian yang tulus dapat memberikan kekuatan dan energi yang…

  • Bukan Umur Panjang

    Percik Firman: Bukan Umur PanjangKamis, 29 April 2021PW Santa Katarina dari SienaBacaan Injil: Yoh 13: 16-20 Saudari/a ku ytk.,Sebelum menerimakan Tubuh Kristus, seorang imam akan mengangkat Tubuh Kristus dan piala berisi Darah Kristus sambil berseru. Salah satu seruannya demikian, “Kecaplah dan lihat, betapa baiknya Tuhan. Dialah santapan jiwa, daya ilahi melawan doa. Berbahagialah kita yang…